MALANG | JATIMSATUNEWS.COM - UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus memperluas jejaring kolaborasi guna memperkuat pemagangan dan penyerapan alumni, khususnya pada bidang kesehatan mental. Komitmen tersebut tercermin dalam pertemuan antara Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Maliki Malang Prof. Triyo Supriyatno, Kepala Pusat Career Development Center (CDC) Dr. Ahmad Ghozi, M.A., serta Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Psikologi Dr. Andik Roni dengan Pradana Boy ZTF, Ph.D., Asisten Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji Republik Indonesia.
Dialog berlangsung dalam suasana akrab dan terbuka. Selain membahas peluang kerja sama strategis, pertemuan tersebut juga dipererat oleh kesamaan latar kedaerahan antara Dr. Ahmad Ghozi dan Pradana Boy ZTF yang sama-sama berasal dari Lamongan. Kedekatan ini menjadikan komunikasi berlangsung cair, sekaligus membuka ruang diskusi yang lebih substantif mengenai penguatan peran perguruan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul.
Fokus pembahasan diarahkan pada peluang pemagangan dan penempatan alumni Fakultas Psikologi UIN Maliki Malang pada sektor-sektor yang berkaitan dengan layanan kesehatan mental, konseling, serta pendampingan psikososial. Kerja sama tersebut dinilai relevan dengan meningkatnya kebutuhan tenaga profesional di bidang kesehatan mental, termasuk dalam layanan publik dan keagamaan.
Prof. Triyo Supriyatno menegaskan bahwa penguatan jejaring Nasional merupakan bagian dari strategi universitas dalam meningkatkan kesiapan dan daya saing lulusan. Menurutnya, kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan harus diarahkan pada program nyata yang berdampak langsung bagi mahasiswa dan alumni.
Sementara itu, Dr. Ahmad Ghozi, M.A., menyampaikan bahwa CDC UIN Maliki Malang siap mengawal skema pemagangan yang terstruktur, mulai dari penyiapan kompetensi hingga fasilitasi penempatan alumni. Ia menilai relasi kultural dan intelektual yang terbangun, termasuk kedekatan kedua pihak dengan almarhum Muslim Abdurrahman—tokoh nasional asal Lamongan—menjadi modal sosial penting dalam membangun kerja sama yang berkelanjutan.
Inisiatif ini juga dikaitkan dengan agenda kelembagaan UIN Maliki Malang, seiring rencana penandatanganan nota kesepahaman antara Universitas dan Kementerian Haji Republik Indonesia. Jajaran pimpinan universitas bergerak cepat menerjemahkan arah kebijakan rektor agar kerja sama yang dirintis tidak berhenti pada tataran formal, melainkan menghasilkan program konkret bagi pengembangan karier alumni.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?