Prof Sasmito Djati dan Dekan FMIPA Pro Sukir Maryanto
BATU | JATIMSATUNEWS.COM: 13 Februari 2026 — Diskusi santai bertajuk Ngopi Sam (Ngobrol Santai Sama Media) yang digelar di Warung Sukir Batu, Jumat (13/2/2026), menghadirkan peneliti bioteknologi Prof. Dr. Ir. Moch. Sasmito Djati, MS.
Dalam pertemuan tersebut, ia memaparkan perjalanan riset herbal, pengembangan jamu modern, hingga inovasi produk kesehatan berbasis tanaman Indonesia seperti magherb dan Beatrixslim.
Menurut Prof. Jati, arah risetnya sejak awal memang fokus pada biologi, khususnya bioteknologi dan konservasi hayati. Meraih penghargaan peneliti terbaik nasional pada era Presiden Megawati Soekarnoputri, semakin memotivasi memperdalam penelitian bio-konservasi berbasis ekonomi.
Ia mencontohkan pengalaman riset pada peternak unggas saat wabah flu burung. Dengan tambahan pakan herbal tertentu, imunitas ternak meningkat signifikan. Dari sana muncul keyakinan bahwa pendekatan herbal juga berpotensi diterapkan pada kesehatan manusia.
Prof. Jati menegaskan Indonesia memiliki biodiversitas tanaman herbal terbesar yang belum sepenuhnya dimanfaatkan. Ia mengingatkan bahwa jamu bukan sekadar minuman tradisional, melainkan bagian dari budaya pengobatan yang sarat makna spiritual dan ilmiah.
" Jampi, jampi atau jamu itu artinya doa," ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya dosis dalam konsumsi herbal.
Menurutnya, antioksidan memang banyak terdapat pada tanaman, tetapi penggunaan berlebihan tanpa kajian ilmiah bisa berdampak negatif, termasuk risiko gangguan ginjal.
Pengembangan riset herbal modern, lanjutnya, kini memanfaatkan teknologi bioinformatika dan AI atau kecerdasan buatan
Pendekatan ini juga pernah ia gunakan saat meneliti potensi herbal pada masa pandemi Covid-19 ketika aktif di Universitas Brawijaya.
Dalam forum tersebut, Jati juga memperkenalkan dua formulasi herbal:
Beatrixslim – difokuskan pada stabilisasi metabolisme lemak. Ia menjelaskan proses pembakaran lemak melalui beta-oksidasi menjadi dasar pengembangan ramuan tersebut, dengan klaim uji coba menunjukkan penurunan berat badan signifikan dalam satu bulan.
Magherb – diformulasikan untuk membantu gangguan lambung. Berbeda dengan antasida kimia yang hanya menetralkan pH, pendekatan herbal disebut bekerja bertahap melalui mekanisme multi-organ dan antioksidan.
Ia menekankan bahwa semua produk herbal yang dikembangkan diarahkan memenuhi standar keamanan, termasuk proses paten dan pengawasan BPOM.
Sebagai Ketua Dewan Jamu Indonesia, Jati berharap jamu Indonesia semakin diakui dalam sistem kesehatan formal. Ia mendorong agar herbal yang sudah teruji ilmiah dapat diresepkan secara medis.
“Potensi herbal kita luar biasa. Jika dikelola ilmiah dan ekonomis, jamu bisa menjadi kekuatan kesehatan sekaligus ekonomi nasional,” ujarnya. Ans



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?