Banner Iklan

Ngopi Sam Bareng FMIPA UB, Dekan Prof. Sukir Maryanto Tegaskan Transformasi Sains Bakal Lebih Dekat Industri dan Masyarakat

Anis Hidayatie
13 Februari 2026 | 23.17 WIB Last Updated 2026-02-13T16:18:01Z


 Media dalam Sam Ngopi bareng FMIPA UB Tegaskan Transformasi Sains Bakal Lebih Dekat Industri dan Masyarakat

MALANG| JATIMSATUNEWS.COM: Forum Ngopi Sam (Ngobrol Santai Sama Media) yang digelar Jumat malam, 13 Februari 2026, di Warung Bu Sukir Batu menjadi ajang diskusi hangat antara akademisi dan media.

 Dalam kesempatan tersebut, Dekan Fakultas MIPA Universitas Brawijaya, Prof. Sukir Maryanto, memaparkan arah baru pengembangan fakultas yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan industri.

Menurut Prof. Sukir, transformasi fakultas ke depan tidak hanya menyentuh aspek akademik, tetapi juga branding kelembagaan. Salah satu langkah strategis yang tengah disiapkan adalah perubahan nama fakultas menjadi Fakultas Matematika, Sains, dan Teknologi.

“Perubahan nama ini pengaruhnya besar. Kami ingin menunjukkan bahwa MIPA bukan hanya identik dengan teori atau profesi guru dan dosen, tetapi juga punya kontribusi nyata di industri, riset terapan, hingga kewirausahaan berbasis teknologi,” ujar Dekan FMIPA Prof. Sukir

Ia mencontohkan banyak alumni MIPA yang kini berkiprah di berbagai sektor, mulai industri energi dan lingkungan, penelitian biologi, hingga pengembangan produk herbal seperti jamu yang telah masuk tahap produksi. 

Hal ini menunjukkan lulusan sains memiliki peluang luas untuk berkontribusi langsung kepada masyarakat.

Selain itu, fakultas juga berencana menghadirkan program berbagi pengalaman dari guru besar, dosen, serta praktisi industri agar mahasiswa memperoleh wawasan praktis sejak dini. 

Kisah sukses alumni akan dipublikasikan sebagai bagian dari strategi memperkuat citra MIPA di mata publik.

Prof. Sukir menegaskan bahwa kolaborasi dengan media melalui forum Ngopi Sam menjadi langkah awal memperluas pemahaman masyarakat tentang peran sains.

Ia berharap informasi yang tersampaikan dapat mengubah stigma lama bahwa studi MIPA hanya berkutat pada teori.

“Kami ingin masyarakat tahu bahwa lulusan MIPA bisa bekerja di industri, riset, teknologi terapan, bahkan mendirikan usaha sendiri. Dengan branding baru, kami optimistis minat masyarakat terhadap sains akan semakin meningkat,” tambahnya.

Melalui inisiatif tersebut, fakultas di bawah naungan Universitas Brawijaya bertekad menghadirkan semangat baru dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Diskusi santai yang berlangsung di kota Batu itu pun diharapkan menjadi awal kemitraan lebih luas antara kampus, media, industri, dan masyarakat demi kemajuan sains yang lebih aplikatif dan berdampak nyata. Ans


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Ngopi Sam Bareng FMIPA UB, Dekan Prof. Sukir Maryanto Tegaskan Transformasi Sains Bakal Lebih Dekat Industri dan Masyarakat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now