Banner Iklan

Soal Kembali Kepada Sunnah, Masalahnya Bukan Dalil Tapi Metodologi

Admin JSN
20 Februari 2026 | 07.15 WIB Last Updated 2026-02-20T00:15:43Z

Masalahnya Bukan Dalil, Tapi Metodologi, Oleh Edy Purwanto, Inspektorat Singkawang Kalbar

KOLOM | JATIMSATUNEWS.COM: Kelompok Wahabi terlalu sering mengklaim “kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah”. Namun sayangnya, yang kerap terlewat adalah bagaimana cara memahami Al-Qur’an dan Sunnah itu sendiri.

Dalam tradisi keilmuan para ulama, memahami teks agama bukan perkara sederhana. Ada perangkat ilmu yang kokoh dan terstruktur, di antaranya:

Ushul fiqh

Kaidah istinbath hukum

Metode istidlal

Pemahaman antara dalil umum dan dalil khusus

Prinsip mutlak dan muqayyad

‘Am dan khas

Nasikh dan mansukh

Agama ini tidak dibangun hanya dengan membaca teks, lalu langsung menyimpulkan hukum. Selama suatu amalan memiliki dalil yang sah, meskipun dalilnya bersifat umum, ia tetap berada dalam koridor syariat selama tidak ada dalil khusus yang melarangnya.

Itulah kaidah dasar dalam istidlal.

Namun ketika teks dipahami secara kaku, tanpa perangkat ilmu, tanpa mempertimbangkan maqashid dan kaidah-kaidah syariat, maka lahirlah cara beragama yang sempit. Semua yang tidak sama dianggap salah. Semua yang tidak pernah dilakukan secara persis dianggap bid’ah dan sesat.

Di sinilah letak jumudnya cara berpikir:

mengira tekstual otomatis ilmiah,

mengira keras otomatis paling sunnah.

Padahal khazanah Ahlus Sunnah sejak berabad-abad dibangun di atas keluasan ijtihad, adab dalam ikhtilaf, dan kedalaman metodologi.

Jika cara memahami agama saja tidak kokoh, wajar bila umat dibuat bingung. Sebab yang disebarkan bukan keluasan ilmu, melainkan kegelisahan dan vonis.

Kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah adalah prinsip yang benar. Namun kembali itu harus melalui metodologi ulama yang telah teruji oleh zaman, bukan pendekatan instan yang lahir tanpa akar tradisi keilmuan yang kuat.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Soal Kembali Kepada Sunnah, Masalahnya Bukan Dalil Tapi Metodologi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now