PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM
Dinamika dan perbedaan pandangan merupakan hal yang lazim terjadi dalam sebuah organisasi, terlebih organisasi politik yang memiliki struktur dan anggota hingga tingkat akar rumput. Namun, ketika proses internal dinilai tidak berjalan sesuai dengan aturan organisasi, hal tersebut kerap memunculkan reaksi dan aspirasi dari para kader yang merasa dirugikan. Kondisi inilah yang terjadi di tubuh PDI Perjuangan Kabupaten Pasuruan pada Rabu (5/2/2026).
Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Pasuruan, yang berlokasi di depan Markas Yonkaf Beji, Rabu pagi ramai didatangi sejumlah kader PDI Perjuangan dari berbagai Pimpinan Anak Cabang (PAC).
Aksi tersebut disinyalir dipicu oleh ketidakpuasan sejumlah pengurus PAC tingkat kecamatan terhadap hasil penjaringan calon Ketua PAC PDI Perjuangan se-Kabupaten Pasuruan yang dilaksanakan beberapa waktu lalu. Massa datang secara beramai-ramai sekitar pukul 09.00 WIB dengan mengenakan seragam merah khas PDI Perjuangan.
Selain menyampaikan aspirasi secara langsung, para kader dan simpatisan juga membawa berbagai poster berisi ungkapan kekecewaan dan tuntutan mereka. Beberapa koordinator aksi tampak melakukan orasi, menyampaikan unek-unek terkait proses penjaringan yang dinilai tidak sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai.
Aksi tersebut mendapat pengawalan dari aparat kepolisian Polsek Beji. Sejumlah petugas terlihat mengatur arus lalu lintas di depan kantor DPC serta berjaga untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif, sehingga aspirasi dapat disampaikan secara tertib.
Massa aksi diketahui berasal dari PAC PDI Perjuangan Kecamatan Gondang Wetan, Rejoso, Grati, Lekok, Bangil, Nguling, dan Lumbang.
Dalam tuntutannya, para pengurus PAC menyoroti sejumlah persoalan, di antaranya proses penjaringan calon Ketua PAC yang dianggap tidak sesuai dengan AD/ART, adanya nama-nama calon yang tidak memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA), serta bukan merupakan pengurus struktural partai. Bahkan, beberapa nama disebut hanya merupakan relawan calon legislatif pada Pemilu 2024.
Selain itu, terdapat pula nama yang dinilai tidak pernah aktif dalam kepengurusan selama bertahun-tahun, namun tiba-tiba muncul dalam daftar penjaringan calon Ketua PAC.
Sukarno, Ketua PAC Gondang Wetan yang hadir di lokasi, mengungkapkan bahwa di Kecamatan Gondang Wetan terdapat 20 pengurus ranting. Namun, dalam musyawarah penjaringan Ketua PAC tersebut, hanya dihadiri oleh lima ranting.
“Ranting kami ada 20, tetapi yang hadir hanya lima ranting. Jumlah tersebut jelas tidak memenuhi kuorum untuk mengambil keputusan, namun musyawarah tetap dipaksakan. Bahkan, salah satu oknum pengurus DPC menghadirkan relawan-relawan caleg agar terlihat ramai dan seolah-olah kuorum,” ujar Sukarno.
Ia menegaskan pihaknya menginginkan agar proses penjaringan tersebut diulang dan dilaksanakan sesuai dengan AD/ART partai.
Sebelum mengakhiri aksi, massa menempelkan poster-poster tuntutan dan kalimat protes di pagar depan Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pasuruan agar dapat dibaca oleh masyarakat dan para pengguna jalan.
Dalam aksi tersebut, para pengurus PAC menyatakan masih menunggu klarifikasi dari pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pasuruan dan berharap agar penjaringan ulang dapat segera dilaksanakan dalam waktu dekat. Mereka juga menyampaikan akan menindaklanjuti dengan aksi lanjutan apabila tuntutan tersebut tidak mendapatkan respons.
Para kader berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara bijaksana melalui komunikasi dan musyawarah internal oleh pimpinan partai. Mereka menekankan pentingnya menjalankan setiap tahapan organisasi sesuai dengan ketentuan AD/ART yang berlaku agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan, serta demi menjaga soliditas dan marwah partai ke depan. (Miftah)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?