BURIRAM | JATIMSATUNEWS.COM - Pemain Timnas Indonesia keturunan Surabaya, Sandy Walsh mencetak gol untuk klubnya, Buriram United pada laga terakhir fase grup ASEAN Club Championship 2025/26.
Pertandingan Buriram United vs Dynamic Herb Cebu berlangsung pada Rabu (4/2) malam WIB di Chang Arena, Buriram.
Hasilnya, Buriram menang telak 6-0 atas wakil Filipina.
Enam gol Buriram dicetak Sandy Walsh (18'), Goran Causic (31'), Kingsley Schindler (34'), Phitiwat Sookjitthammakul (38'), Nathakorn Rattanasuwan (65', 90+1').
Gol Sandy Walsh dicetak melalui sundulan saat menyambut umpan silang lambung dari Kingsley Schindler dari sisi kiri pertahanan Cebu.
Ini menjadi gol kedua Sandy Walsh bersama Buriram di semua kompetisi, sekaligus yang pertama dicetak di ajang klub Asia Tenggara ini.
Sandy Walsh bermain penuh pada laga ini sebagai bek sayap kanan dalam formasi 4 bek.
![]() |
| Sandy Walsh menyambut umpan silang Kingsley Schindler dan bawa Buriram United membuka keran gol ke gawang Cebu./Instagram @aseanutdfc |
Kemenangan atas Cebu turut memastikan Buriram lolos ke semifinal ACC 2025/26 sebagai juara Grup A dan akan melawan peringkat kedua Grup B.
Aksi Sandy pada laga ini juga menjadi bukti dirinya masih bertahan di Buriram saat kompatriotnya, Shayne Pattynama, memilih bermain di BRI Super League dengan membela Persija Jakarta.
Padahal, Buriram merupakan klub raksasa Thailand yang saat ini masih berpeluang besar meraih juara Liga 1 Thailand 2025/26.
Tim berjuluk Thunder Castle ini sementara unggul 9 poin atas pesaing terdekatnya, Ratchaburi FC.
Jika Buriram juara liga musim ini, mereka akan merangkai lima gelar Thai League 1 secara beruntun sejak musim 2021/22.
Mereka juga masih berpeluang kembali meraih empat gelar (quadruple) musim ini jika memenangkan Liga Thailand, Piala FA, Piala Liga, dan ASEAN Club Championship seperti musim lalu (2024/25).
Jika itu terjadi, maka Sandy Walsh akan mencetak sejarah sebagai pemain Indonesia pertama yang merasakan gelar juara bersama klub Thailand di level tertinggi.
Selain itu, Buriram juga masih bermain di Liga Champions Asia Elite (ACLE) dan akan menghadapi dua pertandingan terakhir fase liga melawan dua wakil China, Chengdu Rongcheng dan Shanghai Shenhua.
Jika mampu menyapu bersih dengan kemenangan, Sandy Walsh dan kolega akan lolos ke babak 16 besar zona timur.
Bermain di ACLE tentu menjadi pengalaman yang berharga bagi pemain Indonesia. Apalagi, klub Super League sudah lama absen di kompetisi klub tertinggi Asia ini.
Terakhir kali klub Indonesia bermain di Liga Champions pada 2011 dengan Arema Indonesia.
Sejak itu, ajang tertinggi yang diikuti wakil Indonesia adalah AFC Cup atau yang saat ini bernama ACL Two.
Maka, ketika Pattynama memilih hengkang dari Buriram, Walsh masih ingin bermain di ACLE untuk melawan tim-tim terbaik Asia.
Bahkan, bisa saja Buriram bertemu dengan timnya Cristiano Ronaldo, yakni Al Nassr dari Arab Saudi.
Bertahannya Sandy Walsh di klub pemilik 11 gelar Thai League (terbanyak), membuatnya masih menjadi salah satu dari diaspora Indonesia di Thailand selain Asnawi Mangkualam Bahar (Port FC) dan Pratama Arhan (Bangkok United).
Sandy juga masih menjadi pemain Indonesia termahal di Liga Thailand dengan nilai pasar Rp 12,17 miliar per 24 Desember 2025.
Menarik dinantikan kelanjutan aksi pemilik 22 caps dan 3 gol Timnas Indonesia bersama Buriram United. ***
Penulis: YAN




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?