Banner Iklan

PMS Hadirkan Tuntutlah Ilmu Sampai Ke Negeri China Bersama Andrie Wongso, Novi Basuki dan Asmi Abu Bakar di Solo

Anis Hidayatie
12 Februari 2026 | 10.00 WIB Last Updated 2026-02-12T03:18:20Z


PMS Hadirkan Tuntutlah Ilmu Sampai Ke Negeri China Bersama Andrie Wongso, Novi Basuki dan Asmi Abu Bakar di Solo

SOLO | JATIMSATUNEWS.COM: Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kebersamaan dan motivasi masyarakat dengan menghadirkan motivator nasional Andrie Wongso dalam sebuah acara inspiratif di Kota Solo, Kamis 12/2/2026


Kegiatan ini juga menghadirkan tokoh lain seperti Novi Basuki dan Asni Abu Bakar, sebagai bagian dari upaya memberikan dorongan semangat kepada generasi muda dan masyarakat luas.

Ketua Umum PMS, Sumartono Hadinoto, menjelaskan bahwa PMS merupakan organisasi sosial kemasyarakatan yang lahir dari persatuan enam organisasi Tionghoa di Solo sejak tahun 1932. 

Hingga kini, PMS tetap konsisten bergerak di bidang sosial, kemasyarakatan, serta menjaga harmoni lintas budaya.


Menurut Sumartono, PMS juga memiliki peran aktif dalam kepanitiaan bersama perayaan Imlek di Solo yang telah berlangsung lebih dari 20 tahun sejak era reformasi.

 Dari pengalaman tersebut, muncul gagasan menghadirkan tokoh-tokoh inspiratif seperti Andrie Wongso, Novi Basuki, dan Asni Abu Bakar agar masyarakat, khususnya generasi muda, memperoleh motivasi untuk terus belajar dan berkembang.

“Kita melihat kemajuan teknologi dan pendidikan di berbagai negara, termasuk Tiongkok. Kami ingin anak-anak muda termotivasi untuk berani belajar, melangkah lebih jauh, dan memanfaatkan peluang seperti beasiswa. Tapi tetap dengan semangat berkontribusi bagi Indonesia,” ujar Sumartono.

Ia juga menambahkan bahwa berbagai perayaan lintas agama dan budaya seperti Natal, Imlek, Lebaran, dan Waisak terus didorong sebagai bagian dari upaya menjaga kebhinekaan sekaligus memperkuat branding Solo sebagai kota toleran. 


Bahkan, perayaan Imlek di Solo disebut telah masuk dalam delapan kota yang diajak berkolaborasi dalam penguatan budaya dan pariwisata.

Sumartono menegaskan bahwa keberagaman merupakan kekuatan bangsa. Ia mengingatkan bahwa Indonesia dibangun oleh berbagai suku, budaya, dan latar belakang yang berbeda.

 “Yang penting kita 100 persen Indonesia. Sekecil apa pun kontribusi kita untuk negeri ini sangat berarti. Kebhinekaan harus terus kita jaga dan rawat,” tegasnya.

Antusiasme acara terlihat dari kehadiran peserta dari berbagai daerah, termasuk pengusaha asal Pasuruan, Deby Afandi, yang rela datang jauh bersama istrinya, Daris Nur Fadilah, demi mengikuti motivasi sekaligus bertemu langsung dengan Andrie Wongso.


Pengusaha UMKM Kabupaten Pasuruan Datang khusus memberi souvenir Sarung bantal satin sutera merek Harvestway kepada Andrie Wongso (Jas biru)

“Yang pertama saya ingin mengikuti motivasinya, yang kedua saya ingin bertemu dan mengucapkan terima kasih, karena berkat kesediaan take over merek Harvest beliau kepada kami dengan harga sangat UMKM, kami bisa memenangkan perkara hukum. Ini adalah hadiah buat UMKM,” ungkap Deby.

Menurut Deby, pengalaman tersebut menjadi motivasi besar bagi pelaku UMKM untuk terus berjuang, menjaga legalitas usaha, dan berani menghadapi tantangan bisnis.

Melalui kegiatan ini, PMS berharap semangat persatuan, motivasi berprestasi, serta nilai kebhinekaan terus tumbuh di tengah masyarakat. Inspirasi dari tokoh-tokoh yang dihadirkan diharapkan mampu mendorong generasi muda untuk berkembang tanpa melupakan identitas dan kontribusinya bagi Indonesia.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • PMS Hadirkan Tuntutlah Ilmu Sampai Ke Negeri China Bersama Andrie Wongso, Novi Basuki dan Asmi Abu Bakar di Solo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now