Banner Iklan

Komisi 3 DPRD Pasuruan Kupas Pariwisata Tuntas Potensi Besar, Kritik Netizen, hingga Strategi Masa Depan

Anis Hidayatie
18 Februari 2026 | 16.22 WIB Last Updated 2026-02-18T09:34:31Z


Adib Ghoni Atqon
Akhmad Aidzin Utama, dan Nuru
l, Komisi 3 DPRD Pasuruan Kupas Pariwisata Tuntas Potensi Besar, Kritik Netizen, hingga Strategi Masa Depan

PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM: Komisi 3 DPRD Kabupaten Pasuruan bersama JatimSatuNews menggelar podcast bertema “Pariwisata di Kabupaten Pasuruan: Antara Potensi Besar, Kritik Netizen, dan Strategi DPRD ke Depan.” Podcast yang dipandu host Anis Hidayatie ini dilaksanakan di kebun bunga sedap malam Desa Rembang, Kabupaten Pasuruan, Rabu (18/2/2026).

Podcast menghadirkan tiga anggota Komisi 3 yakni Nurul, Achmad Aidzin Utama, dan Adib Ghoni Atqon, yang membahas peluang, kritik publik, serta strategi pengembangan wisata daerah ke depan.

Nurul dari Partai Gerindra menekankan pentingnya mengangkat kearifan lokal sebagai identitas wisata Pasuruan.

 Ia menilai kebun bunga sedap malam di Desa Rembang memiliki potensi besar sebagai destinasi agro wisata yang unik.

“Kearifan lokal seperti kebun bunga sedap malam ini harus dikedepankan. Potensinya luar biasa untuk destinasi wisata baru, apalagi kalau dikemas menarik untuk edukasi dan spot foto,” ujarnya.

Ia juga berharap pemerataan destinasi wisata di setiap kecamatan agar warga Pasuruan tidak selalu berlibur ke luar daerah.

“Idealnya tiap kecamatan punya destinasi unggulan. Dengan begitu masyarakat Pasuruan bisa rekreasi di daerah sendiri, ekonomi lokal juga ikut bergerak,” tambahnya.

Sementara itu, Achmad Aidzin Utama dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menilai kritik publik di media sosial harus dilihat sebagai masukan konstruktif.

“Kritik netizen itu jangan dianggap serangan, tapi bahan evaluasi. Kalau memang ada kekurangan dalam pengelolaan wisata, tidak ada salahnya minta maaf dan menunjukkan niat memperbaiki,” tegasnya.

Menurut Aidzin, transparansi pengelolaan, fasilitas yang memadai, serta pelayanan yang baik akan meningkatkan kepercayaan wisatawan.

Pandangan lain disampaikan Adib Ghoni Atqon dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Ia menyoroti pentingnya profesionalisasi manajemen wisata agar potensi besar Pasuruan bisa dimaksimalkan.

“Pengelolaan wisata harus profesional, mulai dari manajemen tiket, fasilitas, kebersihan, promosi digital, hingga pemberdayaan masyarakat lokal. Kalau profesional, dampak ekonominya pasti lebih terasa,” jelasnya.

Ia juga menekankan pariwisata sebagai sektor strategis yang mampu membuka lapangan kerja serta menggerakkan UMKM dan ekonomi kreatif.

Dalam diskusi, destinasi populer seperti Gunung Bromo dan Taman Safari Prigen disebut masih menjadi magnet utama wisatawan. Namun para narasumber sepakat promosi digital, infrastruktur akses, kebersihan, dan fasilitas umum masih perlu diperkuat.

Media sosial dinilai sangat berpengaruh dalam membentuk citra wisata. Karena itu kolaborasi pemerintah daerah, DPRD, pelaku wisata, media, dan influencer menjadi strategi penting untuk meningkatkan daya tarik Pasuruan.

Menutup podcast, para anggota Komisi 3 berharap pariwisata Pasuruan berkembang merata berbasis potensi lokal, profesional dalam pengelolaan, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Potensi Pasuruan sangat besar. Tinggal bagaimana kita kelola bersama secara serius, transparan, dan inovatif,” pungkas salah satu narasumber.


Dengan kekayaan alam, budaya, dan agro wisata seperti sedap malam Rembang, Pasuruan dinilai memiliki peluang besar menjadi destinasi unggulan Jawa Timur jika dikelola secara kolaboratif dan berkelanjutan. Ans


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Komisi 3 DPRD Pasuruan Kupas Pariwisata Tuntas Potensi Besar, Kritik Netizen, hingga Strategi Masa Depan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now