Banner Iklan

Jawab Tantangan Cuaca Ekstrem, Mahasiswa UMM Ciptakan Bed Dryer untuk Pengeringan Gabah

Admin JSN
05 Februari 2026 | 21.40 WIB Last Updated 2026-02-05T14:40:50Z

 


Jawab Tantangan Cuaca Ekstrem, Mahasiswa UMM Ciptakan Bed Dryer untuk Pengeringan Gabah

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Cuaca yang semakin tidak menentu membuat petani kerap menghadapi kendala dalam proses pengeringan gabah. Ketergantungan pada sinar matahari, terutama saat musim hujan, sering berdampak pada menurunnya kualitas hasil panen. Menjawab persoalan tersebut, mahasiswa Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghadirkan inovasi berupa bed dryer, teknologi pengering gabah yang dirancang lebih stabil dan efektif guna menjaga mutu panen di berbagai kondisi cuaca.

Inovasi ini digagas oleh Malikul Arifin, mahasiswa Teknik Industri angkatan 2022 asal Jombang, bersama timnya. Berdasarkan hasil penelitian lapangan, Malikul menemukan bahwa metode penjemuran tradisional kurang optimal ketika cuaca tidak mendukung, khususnya saat musim hujan.

“Saat melakukan penelitian di Desa Ampeldento, Karangploso, Kabupaten Malang, kami mendapati kondisi cuaca hujan yang membuat pengeringan gabah secara manual menjadi tidak efektif. Dari situ muncul ide untuk merancang bed dryer sebagai solusi,” ungkap Malikul kepada Tim Humas UMM, 1 Februari lalu.

Bed dryer ini bekerja dengan memanfaatkan panas dari pembakaran minyak jelantah yang dikombinasikan dengan kain dan tisu sebagai media pembakaran. Perpaduan tersebut mampu menghasilkan panas yang lebih stabil, sehingga proses pengeringan gabah dapat berlangsung secara merata dan berkesinambungan.

Tak hanya terbatas pada gabah padi, alat ini juga memiliki potensi pemanfaatan yang lebih luas. “Selain gabah, bed dryer ini dapat digunakan untuk mengeringkan komoditas lain seperti jagung dan kopi,” jelasnya.

Dalam proses pengembangan alat, tim menghadapi sejumlah tantangan teknis, terutama pada tahap pengelasan dan pemilihan material. Perbedaan karakter bahan, seperti besi dan aluminium, menuntut ketelitian ekstra agar hasil pengelasan tetap optimal. “Kami harus sangat berhati-hati dalam proses pengerjaan agar konstruksi alat sesuai dengan perencanaan,” tambah Malikul.

Saat ini, bed dryer yang dikembangkan masih berupa prototipe dengan skala 1:10 dari ukuran sebenarnya. Meski demikian, alat tersebut telah melalui tahap uji coba dan menunjukkan hasil yang cukup menjanjikan. Pengujian menunjukkan bahwa bed dryer mampu menurunkan kadar air gabah hingga kisaran ideal, yaitu 12–14 persen. Ke depan, alat ini direncanakan untuk dikembangkan dalam skala penuh dengan kapasitas sekitar 500 kilogram gabah dalam waktu kurang lebih delapan jam, menggunakan suhu optimal 40–50 derajat Celsius.

Dosen pembimbing, Dr. Thomy Eko Saputro, S.T., M.Sc., memberikan apresiasi atas inovasi yang dihasilkan mahasiswa tersebut. Menurutnya, karya ini mencerminkan kemampuan mahasiswa dalam mengintegrasikan keilmuan teknik untuk menjawab kebutuhan nyata di masyarakat.

“Saya mengapresiasi mahasiswa Capstone Design yang mampu merancang bed dryer sebagai solusi konkret bagi permasalahan UMKM. Karya ini menunjukkan kemampuan dalam mengidentifikasi kebutuhan pengguna, merancang sistem, memilih material, hingga melakukan pengujian teknis,” ujarnya.

Ia juga menilai inovasi ini menggambarkan peran engineer sebagai problem solver yang mampu menghadirkan solusi aplikatif dan relevan. Ke depan, ia berharap pengembangan alat dapat terus dilakukan, baik dari sisi efisiensi energi, ergonomi, maupun kesiapan implementasi di lapangan.

“Harapannya, inovasi ini tidak berhenti sebagai prototipe akademik, tetapi dapat dikembangkan melalui kerja sama dengan UMKM, proses inkubasi produk, dan hilirisasi riset agar dapat dimanfaatkan secara luas,” pungkasnya.

Melalui pengembangan bed dryer ini, mahasiswa Teknik Industri UMM tidak hanya menghasilkan karya akademik, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi sektor pertanian. Inovasi tersebut menjadi bukti bahwa sinergi antara ilmu pengetahuan, kepedulian sosial, dan kreativitas mampu melahirkan teknologi tepat guna yang berdampak langsung bagi masyarakat.(*)


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Jawab Tantangan Cuaca Ekstrem, Mahasiswa UMM Ciptakan Bed Dryer untuk Pengeringan Gabah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now