Banner Iklan

DPD RI Lia Istifhamma, dari Aktivis PMII hingga Senator yang Konsisten Bergerak

Anis Hidayatie
21 Februari 2026 | 08.28 WIB Last Updated 2026-02-21T01:28:34Z


Kiprah Lia Istifhama: Dari Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia hingga Senator yang Konsisten Bergerak

SAPA TOKOH | JATIMSATUNEWS.COM: Kiprah Dr. Lia Istifhama di panggung politik nasional terus mencuri perhatian. Melalui posisinya sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, ia dikenal aktif turun langsung ke tengah masyarakat sekaligus menyumbangkan gagasan kritis dalam berbagai forum publik.

Perempuan yang meraih gelar doktor dari UIN Sunan Ampel Surabaya itu dinilai mampu menunjukkan kompleksitas seorang politisi perempuan: anggun dalam bersikap, namun tegas dalam menyampaikan pandangan.

Tidak sedikit yang menilai karakter kepemimpinannya terbentuk sejak masa kuliah, terutama saat aktif di organisasi pergerakan mahasiswa. Putri tokoh Nahdlatul Ulama almarhum KH Masykur Hasyim tersebut mengaku banyak ditempa oleh dinamika organisasi kemahasiswaan.

“Saya memiliki jiwa PMII secara kuat karena tempaan dinamika super unik dalam PMII SS, alias PMII Surabaya Selatan. Simbol PMII yang sangat fenomenal hingga saat ini. Isinya mahasiswa dengan kemampuan retorika luar biasa, kepercayaan diri tinggi, dan pola komunikasi yang piawai. Karena itu, salam pergerakan PMII harus dijiwai sebagai stimulus membentuk pribadi progresif,” ujar Ning Lia saat mengisi forum Sekolah Kader KOPRI.

Ning Lia—sapaan akrabnya—dikenal luas di kalangan kader PMII sebagai sosok yang konsisten menyapa generasi muda. Tagline perannya, CANTIK (Cerdas, Inovatif, Kreatif), kerap ia gaungkan dalam berbagai forum kaderisasi.

M. Arif, salah satu alumni PMII UIN Sunan Ampel asal Lumajang, menyebut Lia sebagai salah satu politisi yang paling aktif hadir di forum-forum kader.

“Kalau melihat intensitas penyapaan, Ning Lia bisa dikatakan paling aktif mengisi forum adik-adik PMII, termasuk KOPRI. Bahkan sebelum menjadi anggota DPD RI pun, beliau sudah sering hadir di seminar kader,” ujarnya, Jumat (21/2/2026).

Hal senada disampaikan Junaidi, alumni PMII asal Madura. Ia mengenang sosok Lia yang sudah dikenal luas sejak masa mahasiswa.

“Pada zaman beliau masih kuliah, siapa yang tidak kenal Ning Lia? Se-Jawa Timur kenal. Kalau aktivis PMII tidak kenal Ning Lia, berarti kurang ngopi,” katanya sambil berseloroh.

Di kalangan kader muda, kehadiran Lia dinilai memberi inspirasi bahwa aktivis pergerakan mampu menembus panggung politik nasional tanpa kehilangan identitas.

Muzammil, kader PMII asal Surabaya, mengatakan Lia bukan hanya hadir secara seremonial.

“Beliau sering berdialog langsung, memberi masukan, bahkan membantu mencarikan solusi ketika kader menghadapi kendala,” ujarnya.

Menurutnya, sikap sederhana dan keterbukaan Lia membuat kader merasa dekat.

Apresiasi terhadap Lia juga tidak lepas dari latar belakang keluarganya. Ia merupakan keponakan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Namun, banyak pihak menilai eksistensinya dibangun melalui rekam jejak aktivisme dan kedekatan dengan masyarakat.

Kini, kiprah Lia Istifhama dianggap sebagai salah satu contoh keberhasilan kader PMII yang mampu berkiprah di tingkat nasional. Baginya, nilai “Salam Pergerakan” bukan sekadar slogan, tetapi prinsip yang menjiwai langkah nyata dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat. 

Dengan perjalanan tersebut, Ning Lia membuktikan bahwa idealisme gerakan mahasiswa dapat terus hidup, bahkan ketika berada di panggung politik tertinggi. 


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • DPD RI Lia Istifhamma, dari Aktivis PMII hingga Senator yang Konsisten Bergerak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now