DPD RI Lia Istifhama Terima Audiensi LDII Jatim, Perkuat Sinergi Umat dan Gaungkan Konsep Perdamaian
SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM - Upaya memperkuat sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan lembaga negara kembali ditunjukkan Anggota DPD RI Provinsi Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, S.Sos.I., S.Sos., S.H.I., M.E.I. Senator yang akrab disapa Ning Lia tersebut menerima audiensi Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII) Jawa Timur di Kantor DPD RI Jawa Timur, Kamis (12/2/2026).
Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi kelembagaan sekaligus membuka ruang dialog strategis mengenai kolaborasi pembinaan masyarakat dan penguatan nilai perdamaian. Audiensi tersebut juga merupakan tindak lanjut dari hasil musyawarah wilayah LDII Jawa Timur yang menekankan pentingnya komunikasi intensif dengan pemerintah.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut sejumlah pengurus LDII Jawa Timur, di antaranya H. Amir Amrozi (Ketua LDII), H. Dzulkifli Purnomo, H. Naditya (Sekretaris), Towi (Bendahara), H. M. Fauzan dan H. Ach. Kholil (Wakil Ketua), Dr. Dewi Ilma A., M.Pd.I dari Wanita LDII, Ir. Eni Santoso, M.T., Prof. Dr. Hani Plumeriastuti, drh., M.Kes., Rogyan, Erna dari RS Haji Ali Zuhri Wanhad, serta Mayone Wasyitan Al Fauzi dari LINES DPW LDII Jawa Timur.
Dalam suasana hangat dan penuh dialog konstruktif, berbagai gagasan disampaikan untuk memperkuat kontribusi organisasi masyarakat dalam mendukung pembangunan nasional. Fokus diskusi mencakup penguatan karakter masyarakat, pembinaan keluarga, serta pemberdayaan sosial berbasis nilai keagamaan yang moderat dan inklusif.
Ketua DPW LDII Jawa Timur menyampaikan bahwa pihaknya selama ini memiliki program pembinaan generasi muda, penguatan ketahanan keluarga, serta peningkatan kualitas masyarakat. Program-program tersebut diharapkan mendapat dukungan dan fasilitasi agar implementasinya semakin luas dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa organisasi kemasyarakatan memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan bangsa. Oleh karena itu, kolaborasi dengan pemerintah dinilai penting agar berbagai program sosial berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.
Menanggapi hal tersebut, DPD RI Lia Istifhama menjelaskan bahwa DPD RI memiliki peran strategis sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah pusat maupun daerah. Meski tidak memiliki kewenangan penganggaran langsung seperti DPR RI, DPD tetap berperan vital dalam menyalurkan aspirasi masyarakat ke dalam kebijakan nasional.
“DPD RI hadir sebagai penghubung aspirasi masyarakat. Kami siap memfasilitasi komunikasi dengan pemerintah daerah, kementerian, maupun pemangku kepentingan lainnya agar program pembinaan masyarakat dapat berjalan optimal,” ujar Lia dengan optimisme.
Selain membahas sinergi program sosial, dialog juga menyinggung dinamika keislaman global yang memengaruhi persepsi masyarakat. Para peserta sepakat bahwa penguatan moderasi beragama menjadi langkah penting dalam menjaga harmoni sosial serta mencegah potensi konflik.
Pertemuan tersebut juga mengangkat konsep Board of Peace, yakni pendekatan strategis yang menekankan nilai perdamaian, dialog terbuka, serta moderasi dalam menyikapi perbedaan pandangan. Konsep ini dipandang sebagai wadah komunikasi yang mampu memperkuat stabilitas sosial dan menjaga persatuan bangsa di tengah dinamika global.
Lia Istifhama menegaskan bahwa penguatan nilai perdamaian harus menjadi komitmen bersama seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, sinergi antara organisasi keagamaan dan pemerintah menjadi kunci terciptanya masyarakat yang harmonis, toleran, dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.
Audiensi tersebut menjadi bukti bahwa komunikasi lintas sektor dapat membuka peluang besar dalam membangun masyarakat yang kuat secara sosial maupun spiritual. Dengan sinergi yang terus terjalin, berbagai program pembinaan masyarakat diharapkan mampu berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat luas bagi bangsa dan negara.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?