Banner Iklan

Dialog Pendidikan dengan Komisi 4 DPRD Kabupaten Pasuruan , Soroti Akses Sekolah, Kesejahteraan Guru, hingga Tantangan Era Digital

Anis Hidayatie
16 Februari 2026 | 18.43 WIB Last Updated 2026-02-16T13:28:30Z


Bincang dengan Komisi 4  DPRD Kabupaten Pasuruan, Zakariya, Helmi Sudiono Fauzan, Najib Setyawan Pasuruan.

PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM: Dialog atau bincang pendidikan digelar DPRD Kabupaten Pasuruan di ruang podcast MAN 1 Kabupaten Pasuruan. Dikemas dalam bentuk panel, perbincangan membahas tentang masa depan pendidikan di Kabupaten Pasuruan, Senin 16/2/2026.

 Tema yang diangkat, “Pendidikan Pasuruan dari PAUD hingga Menengah: Kebijakan, Tantangan, dan Masa Depan,” menyoroti kebijakan, pengawasan, serta aspirasi masyarakat pendidikan.

Anggota DPRD, Zakariya, menilai kondisi pendidikan daerah terus berkembang, tetapi masih perlu pemerataan akses.

“Kita melihat pendidikan dari PAUD sampai menengah sudah berjalan, tetapi tantangan terbesar tetap pada akses, kualitas, dan pemerataan, terutama antara desa dan kota,” ujarnya.

Sementara itu, Helmi Sudiono Fauzan menekankan pentingnya program pengentasan anak putus sekolah melalui berbagai gerakan pendidikan daerah.

“Kami ingin memastikan tidak ada lagi anak yang berhenti sekolah karena ekonomi atau akses. Program pemerintah daerah diarahkan agar mereka bisa kembali belajar, baik formal maupun kesetaraan,” jelasnya.

Sebagai sosok yang pernah menjadi pendidik ia juga menyoroti pentingnya dukungan terhadap guru.

“Kesejahteraan guru, fasilitas belajar, dan peningkatan kompetensi harus terus didorong. Pendidikan maju dimulai dari guru yang sejahtera,” tambahnya.

Sedangkan Najib Setiawan menegaskan bahwa sektor pendidikan tetap menjadi prioritas anggaran daerah.

“Sesuai amanat nasional, anggaran pendidikan tetap menjadi perhatian utama. Kami berkomitmen menjaga agar dukungan fasilitas, insentif guru, dan kualitas pembelajaran tetap berjalan,” katanya.

Ia juga menyoroti tantangan era digital dalam dunia pendidikan.

“Media sosial punya dampak positif dan negatif. Peran orang tua sangat penting untuk mengawasi penggunaan teknologi agar mendukung pendidikan, bukan sebaliknya,” ujarnya.


Para narasumber sepakat bahwa kolaborasi antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat menjadi kunci kemajuan pendidikan Pasuruan.

“Kalau semua pihak bergerak bersama, kualitas pendidikan meningkat dan generasi muda Pasuruan akan lebih siap menghadapi masa depan,” ucap Najib, mengakhiri bincang podcast.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dialog Pendidikan dengan Komisi 4 DPRD Kabupaten Pasuruan , Soroti Akses Sekolah, Kesejahteraan Guru, hingga Tantangan Era Digital

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now