Banner Iklan

Dari Guru hingga Juragan Bunga Langka, Perjalanan Hidup H.Mila Eko Prasetyo Antarkan Hingga Empat Kali Umroh dan Haji Bersama Keluarga

Admin Cyber
08 Februari 2026 | 01.17 WIB Last Updated 2026-02-07T18:17:29Z

Dari ruang kelas menuju pasar bunga dunia Perjalanan H.Mila Eko Prasetyo,Juragan bunga langka asal Kedawung Wetan Grati Pasuruan membuktikan bahwa kegagalan bukan akhir melainkan awal dari keberhasilan dan keberkahan

PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM

Perjalanan hidup penuh perjuangan dijalani H. Mila Eko Prasetyo, warga Kedawung Wetan, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Sosok yang kini dikenal sebagai juragan bunga langka jenis langkah (variegata) ini menapaki jalan panjang sebelum meraih keberhasilan, mulai dari dunia pendidikan, usaha yang sempat mengalami kegagalan, hingga akhirnya sukses di bidang perdagangan tanaman hias.

H. Mila Eko Prasetyo mengawali perjalanan hidupnya setelah lulus dari SMK jurusan Teknik Mesin. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Agama Islam Panji Alam (STAIPANA) Bangil pada Fakultas Pendidikan Agama. Latar belakang keluarga sebagai anak seorang guru agama turut membentuk pilihan hidupnya untuk mengabdikan diri di dunia pendidikan.

Selama kurang lebih sepuluh tahun, ia berprofesi sebagai guru SMA. Dedikasinya dalam dunia pendidikan membuahkan hasil ketika dirinya berhasil lulus sertifikasi guru dan mendapatkan tunjangan inpassing. Namun, seiring berjalannya waktu dan meningkatnya kebutuhan keluarga setelah menikah dan memiliki anak, ia dihadapkan pada keputusan besar untuk meninggalkan profesi yang telah lama digelutinya.

Keputusan tersebut membawa dirinya mencoba peruntungan di bidang usaha rental mobil. Sayangnya, usaha tersebut tidak berjalan sesuai harapan. Ia mengalami kerugian besar hingga mencapai sekitar Rp400 juta akibat permasalahan dengan pihak lain. Kondisi tersebut menjadi masa sulit dalam perjalanan hidupnya.

Tidak menyerah dengan keadaan, H. Mila Eko Prasetyo kemudian mencoba bangkit dengan bekerja di sektor perbankan Bukopin. Meski memiliki latar belakang pendidikan sarjana agama, ia berhasil lolos seleksi yang cukup ketat dan mendapatkan pengalaman baru dalam dunia kerja profesional.

Perjalanan hidupnya kemudian berubah ketika ia mulai menekuni usaha perdagangan bunga langka, khususnya jenis langkah atau variegata. Dengan ketekunan dan kesabaran, usaha tersebut berkembang pesat. Bunga-bunga koleksinya tidak hanya dipasarkan di berbagai daerah di Indonesia, namun juga sempat menembus pasar luar negeri.

Keberhasilan usaha tersebut membawah perubahan dalam kehidupan keluarganya. Pada tahun 2012, ia mampu membeli tanah kapling untuk membangun rumah, sekaligus memiliki rumah di wilayah Kota Pasuruan. Kesuksesan yang diraih juga menjadi sarana untuk berbakti kepada orang tua, salah satunya dengan memberangkatkan sang ibu untuk menunaikan ibadah umroh.

Pengalaman tersebut menjadi awal perjalanan spiritualnya. Hingga saat ini, H. Mila Eko Prasetyo tercatat telah melaksanakan ibadah umroh sebanyak empat kali. Puncaknya, pada tahun 2024 ia bersama sang istri menunaikan ibadah haji melalui jalur Haji Furoda.

Tidak berhenti sampai di sana, pada tahun 2026 ini ia kembali mendapatkan panggilan untuk menunaikan ibadah haji bersama sang istri dan keempat putra-putrinya. Putra pertamanya saat ini tercatat sebagai siswa MTsN 5 Pasuruan.

Kisah perjalanan hidup H. Mila Eko Prasetyo menjadi gambaran bahwa kesuksesan tidak selalu datang dari jalan yang mudah. Kegagalan, perubahan profesi, hingga perjuangan membangun usaha dari nol menjadi bagian dari proses panjang yang akhirnya mengantarkan pada keberhasilan dan keberkahan hidup.

Perjalanan tersebut sekaligus menjadi inspirasi bahwa kerja keras, ketekunan, serta keyakinan dalam menghadapi ujian hidup dapat membuka jalan menuju kesuksesan yang tidak pernah disangka sebelumnya.(SA)


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dari Guru hingga Juragan Bunga Langka, Perjalanan Hidup H.Mila Eko Prasetyo Antarkan Hingga Empat Kali Umroh dan Haji Bersama Keluarga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now