Wakil Ketua PWNU DR. KH. Noor Shodiq Askandar, SE., MM, di kediamannya
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Nahdlatul Ulama (NU) terus menguatkan perannya sebagai organisasi keagamaan dan sosial kemasyarakatan melalui penguatan empat pilar perjuangan utama, yakni dakwah, pendidikan, ekonomi, serta sosial dan kesehatan.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua PWNU Jawa Timur masa khidmah 2024–2029, DR. KH. Noor Shodiq Askandar, SE., MM, dalam wawancara yang berlangsung di kediamannya pada Minggu (18/1/2025).
KH. Noor Shodiq Askandar menegaskan, penguatan empat pilar tersebut menjadi bagian dari gerakan Nuconomic, sebuah ikhtiar NU untuk memperkuat silaturahim sekaligus membangun kemandirian umat secara berkelanjutan.
Pada pilar pertama, yakni dakwah Islam Ahlussunnah wal Jamaah, NU memandang penting adanya penguatan pemahaman keagamaan di tengah meningkatnya semangat beragama masyarakat.
Menurutnya, tingginya antusiasme beragama belum sepenuhnya diiringi pemahaman yang utuh terhadap pedoman hukum Islam. Kondisi ini berpotensi melahirkan pandangan keagamaan yang kurang tepat jika tidak diarahkan dengan baik.
“NU hadir untuk menguatkan dakwah yang moderat, berlandaskan keilmuan dan tradisi Ahlussunnah wal Jamaah agar semangat beragama masyarakat tidak keluar dari koridor yang benar,” ujarnya.
Pilar kedua adalah pendidikan, yang menjadi kekuatan besar NU di Jawa Timur. Tercatat, NU menaungi sekitar 13.000 sekolah dan madrasah, serta lebih dari 200 perguruan tinggi. Namun, jumlah besar tersebut perlu diiringi dengan peningkatan mutu sumber daya manusia, kualitas pendidikan, serta penguatan jejaring.
“Jika pendidikan NU baik, maka mayoritas masyarakat Indonesia juga akan ikut baik, karena basis pendidikan NU sangat luas,” jelasnya.
Ketiga di bidang ekonomi, NU menitikberatkan pada ekonomi pemberdayaan umat, bukan semata-mata ekonomi organisasi. Penguatan ekonomi organisasi hanya sebagai penopang kemandirian, sementara fokus utama adalah menggerakkan ekonomi warga NU agar benar-benar mandiri.
Sebagai langkah konkret, PWNU Jatim akan menggelar Nuconomic, aktivitas ekonomi umat pada 5–7 mendatang di Blitar, serta memusatkan sejumlah kegiatan ekonomi di Malang.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya membangkitkan semangat, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sementara pada pilar keempat, yakni sosial dan kesehatan, NU memiliki jaringan klinik dan rumah sakit hampir di seluruh kabupaten/kota.
Dalam waktu yang sama, NU akan menggerakkan layanan pengobatan gratis di seluruh fasilitas kesehatan milik NU sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat.
Selain itu, NU juga memperkuat peran Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPB NU). Mengingat Indonesia merupakan negara rawan bencana, NU membentuk satuan tugas khusus kebencanaan hingga tingkat PCNU.
Tim ini melibatkan mahasiswa, tenaga medis, serta relawan terlatih untuk menangani bencana, termasuk trauma healing pascabencana.
“Ketika terjadi bencana, masyarakat bisa langsung menghubungi tim LPB NU setempat. Jika tidak mampu ditangani daerah, maka akan dibantu oleh wilayah hingga pusat,” terangnya.
Pengalaman NU dalam penanganan bencana, seperti erupsi Semeru, bencana di Lumajang, Malang, Palu, Lombok, hingga Aceh, menjadi bukti nyata keseriusan NU. Bahkan, NU telah membangun ratusan rumah dan fasilitas ibadah yang hingga kini masih berdiri dan dimanfaatkan masyarakat.
Melalui penguatan empat pilar perjuangan ini, NU berharap dapat terus menghadirkan rasa aman, ketenangan, serta kebermanfaatan nyata bagi umat dan bangsa, sekaligus meneguhkan NU sebagai pilar penting dalam pembangunan Indonesia yang berkeadilan dan berkelanjutan. Ans



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?