MALANG, JATIMSATUNEWS.COM – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memperkuat kesiapan karyawan dan dosennya dalam menghadapi masa purna tugas melalui Pelatihan Persiapan Purna Tugas yang digelar pada 19 Desember 2025 di Kapal Garden Hotel Sengkaling.
Pelatihan bertema “Purna Tugas, Tetap Berkarya: Menyiapkan Diri Menuju Kehidupan Bermakna dan Berdaya” tersebut diikuti oleh karyawan dan dosen UMM yang akan memasuki masa pensiun dalam waktu dekat. Kegiatan ini dirancang untuk membekali peserta secara menyeluruh, baik dari aspek finansial, mental, maupun spiritual.
Salah satu materi disampaikan oleh Dr. Ida Nuraini, M.Si. yang menekankan pentingnya perencanaan keuangan menjelang purna tugas. Menurutnya, masa pensiun membutuhkan pengelolaan finansial yang matang agar tetap dapat dijalani dengan nyaman dan aman.
“Dana pensiun perlu dikelola secara bijak dan minim risiko. Tabungan harian, dana darurat, serta perlindungan kesehatan harus disiapkan sejak dini agar tidak menjadi beban di kemudian hari,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan peserta untuk mulai mengurangi utang sebelum memasuki masa purna tugas serta menyiapkan dana darurat yang idealnya mencukupi kebutuhan hidup selama enam hingga dua belas bulan.
Selain perencanaan keuangan, aspek kesehatan juga menjadi perhatian utama. Dr. Ida mendorong peserta untuk menerapkan pola hidup sehat melalui aktivitas fisik ringan namun rutin, seperti berjalan kaki, berenang, atau yoga. Peserta juga didorong untuk menyiapkan sumber penghasilan tambahan melalui usaha kecil, jasa, atau aktivitas produktif lain sesuai keahlian masing-masing.
Materi penguatan spiritual disampaikan oleh Drs. Faisal Abdullah, M.M. Ia mengapresiasi langkah UMM yang tetap memberikan perhatian kepada karyawan hingga memasuki masa purna tugas. Menurutnya, pendampingan seperti ini penting untuk mencegah stres dan gangguan kesehatan yang kerap muncul pascapensiun.
“UMM menunjukkan kepedulian agar karyawan yang purna tugas tetap dapat menjalani kehidupan dengan tenang, sehat, dan bahagia,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Drs. Faisal menegaskan bahwa dalam perspektif Islam, pensiun bukan berarti berhenti berkarya. Purna tugas, menurutnya, hanya bersifat administratif, sementara produktivitas dan pengabdian kepada masyarakat harus tetap berjalan.
Melalui pelatihan ini, UMM berharap para karyawan mampu memandang masa purna tugas sebagai fase baru kehidupan yang tetap produktif, bermakna, dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar. (raf)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?