Bupati Pasuruan Pimpin Upacara HAB Kemenag RI ke-80, Tekankan ASN Lincah Hadapi Era VUCA
PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM: Upacara peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama Republik Indonesia ke-80 di Kabupaten Pasuruan berlangsung khidmat pada Jumat pagi (3/1/2026). Kegiatan dimulai pukul 07.00 WIB dan dipusatkan di Lapangan Bulusari, Kecamatan Gempol. Bupati Pasuruan, M. Rusdi Sutejo, bertindak sebagai inspektur upacara.
Upacara HAB tahun ini diikuti oleh jajaran struktural dan fungsional Kemenag Kabupaten Pasuruan, mulai dari Kasubag TU, para Kasi dan Penyelenggara, Kepala Satuan Kerja (MIN, MTsN, MAN), Kepala KUA beserta istri, pengawas madrasah dan Pendidikan Agama Islam, hingga seluruh ASN di lingkungan Kemenag—baik guru DPK, PNS, maupun PPPK.
Dalam pelaksanaan upacara, pejabat Eselon IV, Kepala Satker, Kepala KUA, dan para pengawas mengenakan full dress, sementara para istri mengenakan seragam DWP polos. Peserta lainnya tampil serasi dengan ketentuan seragam: pria mengenakan kemeja putih lengan panjang dan celana gelap, sedangkan wanita mengenakan blus putih dengan bawahan warna gelap dan kerudung hitam bagi yang berkerudung.
Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Samsul Hidayat, mantan Wakil Bupati Pasuruan periode 2003–2008 Muzammil Syafi’i, serta pimpinan organisasi kemasyarakatan.
Dalam sambutannya, Bupati Pasuruan membacakan amanat Menteri Agama RI yang mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju.” Ia menegaskan bahwa kerukunan bukan sekadar ketiadaan konflik, melainkan energi kebangsaan yang mampu menggerakkan kemajuan.
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa peran Kementerian Agama saat ini semakin luas dan krusial.
“Kemenag tidak hanya menjaga nalar agama, tetapi juga berperan penting dalam pendidikan, penguatan kerukunan umat beragama, persoalan ekonomi, serta memastikan agama hadir sebagai sumber solusi bagi persoalan bangsa,” ujarnya.
Menghadapi era VUCA—volatility, uncertainty, complexity, ambiguity—Bupati mengingatkan seluruh ASN Kemenag untuk bersikap lincah dan sigap menghadapi perubahan. Penguasaan teknologi secara beretika, termasuk memiliki kedaulatan terhadap Artificial Intelligence (AI), menjadi keniscayaan di tengah dinamika zaman.
“ASN Kemenag dituntut cepat melayani kebutuhan umat dengan empati dan integritas. Dengan itu, Kemenag optimistis mampu mengantarkan Indonesia menuju masa depan yang damai, maju, dan bermartabat,” ucapnya.
Rangkaian upacara ditutup dengan pembacaan doa, dilanjutkan pembagian penghargaan dan ramah tamah di Kantor MIN 2 Pasuruan. Penghargaan meliputi penyerahan Setya Lencana bagi pegawai dengan masa pengabdian 30, 20, dan 15 tahun—sekitar 70 orang yang diwakili tiga penerima—serta apresiasi bagi murid berprestasi juara tingkat nasional dan internasional, termasuk juara lomba baca Kitab Kuning. ( Muhammad Fatoni)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?