Banner Iklan

UMM Cetak Garda Depan Penggerak Ekosistem Halal Nasional

Admin JSN
15 Januari 2026 | 11.16 WIB Last Updated 2026-01-15T04:16:37Z

 


Prof Elfi Anis Saati bersama tim mahasiswa UMM. Kompetensi Halal Jadi Senjata Lulusan, UMM Cetak Garda Depan Penggerak Ekosistem Halal Nasional

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Upaya membangun industri halal nasional tidak bisa dilakukan secara parsial. Dengan indeks literasi ekonomi syariah Indonesia yang masih berada di bawah 50 persen, dibutuhkan sinergi lintas sektor sekaligus penguatan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten. Menjawab tantangan tersebut, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tampil progresif dengan menjadikan mahasiswa sebagai garda terdepan penggerak ekosistem halal.

Melalui Pusat Studi Penelitian dan Pengembangan Produk Halal (PS P3 Halal), UMM secara konsisten mengintegrasikan kompetensi halal ke dalam kurikulum lintas program studi. Mulai dari Teknologi Pangan, Agribisnis, Ekonomi Syariah, hingga Fakultas Hukum, mahasiswa dibekali pemahaman dan keterampilan halal yang aplikatif serta relevan dengan kebutuhan industri.

Ketua PS P3 Halal UMM, Prof. Dr. Ir. Elfi Anis Saati, MP, menegaskan bahwa industri halal bertumpu pada empat pilar utama, yakni produk barang dan jasa, infrastruktur, SDM, serta dukungan regulasi pemerintah. Karena itu, penguatan kompetensi halal di bangku kuliah menjadi investasi strategis bagi masa depan lulusan.

“Kompetensi halal saat ini membuka peluang karier yang sangat luas. Salah satunya dalam mendukung program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Dapur-dapur MBG bukan hanya membutuhkan ahli gizi, tetapi juga SDM yang memahami dan mampu menjamin kehalalan proses produksinya,” ujar Prof. Elfi kepada tim Humas UMM, 12 Januari 2026 lalu.

Ia mencontohkan keberhasilan Iffi Amalia, S.T.P., alumni Teknologi Pangan UMM yang setelah hampir dua tahun magang di tim halal UMM, kini dipercaya menjadi Ahli Gizi dapur MBG di Banyuwangi. Keunggulannya terletak pada keahlian ganda, yakni pemahaman gizi sekaligus sertifikasi halal.

PS P3 Halal UMM sendiri tercatat sebagai pusat kajian pangan aman halal pertama di Indonesia sejak berdiri pada 2008. Melalui program Pendamping Proses Produk Halal (P3H), mahasiswa diterjunkan langsung mendampingi pelaku UMKM dalam proses sertifikasi halal.

“Mahasiswa mendapatkan empat manfaat sekaligus. Pertama, kompetensi teknis halal. Kedua, konversi nilai A tanpa harus mengikuti UAS jika berhasil meloloskan sertifikat halal UMKM. Ketiga, percepatan kelulusan karena laporan pendampingan dapat dijadikan skripsi. Keempat, ini menjadi amal jariyah karena membantu UMKM mendapatkan sertifikasi halal secara gratis,” jelas Prof. Elfi.

Dampak program ini terbukti nyata. Dalam waktu hanya empat minggu, dari 90 mahasiswa yang terlibat, sebanyak 14 mahasiswa berhasil menuntaskan tugas terstruktur dan mengawal terbitnya sertifikat halal bagi sejumlah produk, seperti Minuman Bu Neneng (Sengkaling), Bumbu Pecel Bu Romlah (Singosari), hingga Dimsum Littlebite.

“Mahasiswa adalah agent of change. Dengan bekal kompetensi halal ini, mereka tidak hanya siap terjun ke dunia kerja, tetapi juga mampu menjadi penggerak gaya hidup halal yang inklusif di tengah masyarakat,” pungkasnya. (ANS)


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • UMM Cetak Garda Depan Penggerak Ekosistem Halal Nasional

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now