Banner Iklan

Tendangan Kungfu di Liga 4, Gaung Andaka Minta Maaf kepada Perseta 1970

Admin JSN
06 Januari 2026 | 14.06 WIB Last Updated 2026-01-06T08:23:26Z
Tendangan kungfu Muhammad Hilmi kepada Firman Nugraha dalam laga Putra Jaya Pasuruan vs Perseta 1970 Tulungagung di Liga 4 Zona Jatim 2025/26 (5/1) babak 32 besar di Bangkalan./YouTube AN Sport

BANGKALAN | JATIMSATUNEWS.COM - Insiden horor di kompetisi sepak bola terjadi pada Senin, 5 Januari 2026 di Stadion Gelora Bangkalan, Kabupaten Bangkalan Madura, Jawa Timur.

Pertandingan babak 32 besar Liga 4 Indonesia Jawa Timur antara Persatuan Sepak Bola Putra Jaya Kabupaten Pasuruan vs Perseta 1970 Tulungagung diwarnai kejadian yang menggemparkan penggemar sepak bola nasional.

Bagaimana tidak, sebuah tendangan kungfu dari pemain PS Putra Jaya, yakni Muhammad Hilmi melesat ke dada Firman Nugraha, pemain Perseta 1970.

Tragedi ini terjadi pada menit ke-71 ketika Perseta sedang melakukan pembangunan serangan dari bidang permainan sendiri.

Bola yang dikuasai Firman hendak dikirim secara terobosan ke sisi kiri sayap Perseta. Namun, bola dapat diintersep Hilmi.

Bola yang diintersep memantul dan Hilmi mengejarnya, demikian pula dengan Firman yang berusaha bertanggung jawab atas kegagalannya mengumpan ke rekan setim, termasuk agar tidak menjadi serangan balik lawan.

Hanya saja, ketika terjadi situasi 50-50, alih-alih mengarahkan kaki ke bola, kaki kanan Hilmi justru terlihat jelas melayang masuk ke tubuh Firman.

Firman seketika terkapar dan segera dihampiri rekan setimnya. Lalu, salah satu pemain Perseta menghampiri Hilmi namun berusaha dilerai agar tidak terjadi pertengkaran.

Wasit pun segera memberi kartu merah kepada Hilmi.

Muhammad Hilmi (ketiga dari kiri baris belakang), pemain PS Putra Jaya Pasuruan yang menendang dada Firman Nugraha, pemain Perseta 1970 Tulungagung (5/1)./Instagram @ps.putrajaya

Hilmi keluar karena kartu merah akibat tendangan kungfunya, Firman juga keluar karena harus menjalani perawatan medis untuk mencegah terjadinya kondisi yang lebih buruk.

Pertandingan ini pada akhirnya berakhir dengan skor telak 7-2 untuk kemenangan Perseta 1970 atas Putra Jaya.

Selepas pertandingan, berita tendang kungfu ini viral di media sosial. Warganet pun marah atas tindakan pemain Putra Jaya, dan menuntut hukuman kepada Hilmi agar jera dan tidak diulangi oleh pemain lain.

Merujuk unggahan laman Instagram resmi Perseta 1970, pengurus Putra Jaya yakni Gaung Andaka Ranggi Purbangkara meminta maaf kepada Perseta.

"Saya selaku pengurus Putra Jaya mengucapkan permohonan maaf atas kejadian tidak sportif dari salah satu pemain kami," tulis Gaung Andaka di unggahan laman IG resmi Perseta 1970.

Pria yang juga menjabat sebagai manajer Persekabpas Pasuruan ini mendoakan agar Firman Nugraha diberi keselamatan dan bisa segera pulih serta bisa kembali beraktivitas.

"Akan kami junjung regulasi dan menertibkan yang bersangkutan sesuai aturan yang berlaku. Sekali lagi, kami keluarga besar Putra Jaya memohon maaf sebesar-besarnya. Semoga, hal memalukan seperti tadi tidak terulang kembali," pungkasnya.

Gaung Andaka Ranggi, manajer Persekabpas Pasuruan sekaligus Ketua Harian PS Putra Jaya Pasuruan./Instagram @gaungandaka

Gaung Andaka Ranggi Purbangkara diketahui sebagai manajer Persekabpas Pasuruan dan Ketua Harian PS Putra Jaya Pasuruan.

Ia juga merupakan Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan periode 2024-2029.

Mengenai PS Putra Jaya mewakili Kabupaten Pasuruan, tepatnya dari Dusun Sumurwaru, Desa Sumberanyar, Kecamatan Nguling.

Berdasarkan logo klub, mereka menyematkan angka 1971 yang diperkirakan merupakan sejarah tahun berdirinya klub tersebut.

Usai kejadian tersebut, Putra Jaya sempat mengunci laman Instagram resminya. Namun, kini (6/1) telah dibuka kembali dan dapat dikomentari oleh ribuan warganet.

Mereka marah dengan aksi Muhammad Hilmi yang dinilai dapat membahayakan keselamatan sesama pencari rezeki di atas lapangan.

Mereka juga menyoroti unggahan story akun IG resmi Putra Jaya yang dianggap justru membenarkan kejadian tersebut.

"Tidak apa-apa diserang warganet, tetap bangga dengan Putra Jaya, karena tidak semua klub desa bisa masuk Liga 4," tulis admin akun IG Putra Jaya.

Walau unggahan story ini telah dihapus, warganet menilai admin akunnya juga nirempati terhadap keselamatan sesama pelaku sepak bola.

"Bukan masalah klub desa, kemanusiaan lebih penting dari apa pun. Di belakang sana, ada keluarga yang wajib dinafkahi. Kalau sampai cedera permanen, bagaimana?" tulis salah seorang warganet di kolom komentar laman IG @kabarsports_id.

Unggahan kontroversi akun Instagram resmi PS Putra Jaya Pasuruan usai pertandingan melawan Perseta 1970 Tulungagung (5/1)./Instagram @ps.putrajaya

Setelah bertubi-tubi menerima kritikan dari warganet, Putra Jaya telah mengeluarkan surat resmi bernomor PSPJ/02/05-01-2026 tentang pemutusan kerja terhadap Muhammad Hilmi pada Senin (5/1) malam WIB.

"Dengan adanya kejadian laga Liga 4 babak 32 besar zona Jatim antara PS Putra Jaya Sumurwaru (melawan Perseta 1970) tertanggal 05 Januari 2026 pukul 14.36 WIB di Stadion Bangkalan Madura yang menyebabkan cederanya pemain Perseta 1970, maka kami memutuskan untuk melakukan pemberhentian kerja kepada pemain kami yang bernama:

Muhammad Hilmi Gimnastiar, kelahiran Pasuruan 15 Maret 2005, asal Mojotengah Sukorejo Pasuruan,

karena tindakannya yang tidak sesuai asas sepak bola yaitu fair play dan menyalahi koridor aturan sepak bola dengan melakukan tindakan kasar kepada lawan," beber surat tersebut.

Isi surat pemecatan Muhammad Hilmi oleh PS Putra Jaya Pasuruan usai melakukan tendangan kungfu kepada pemain Perseta 1970 Tulungagung, Firman Nugraha./Instagram @ps.putrajaya

Pihak klub meminta maaf kepada semua pihak atas perbuatan pemain tersebut, khususnya kepada tim Perseta 1970.

Surat ini ditandatangani Gaung Andaka Ranggi selaku ketua harian klub dan surat ini ditembuskan kepada Perseta 1970, pemain yang bersangkutan, dan arsip.

Unggahan surat pemecatan Hilmi ini juga ramai dengan komentar warganet.

Hingga berita ini dibuat, hampir 7 ribu komentar menyesaki kolom komentar pada unggahan tersebut.

Di antara mereka juga kembali mengingatkan bahwa para pemain sama-sama mencari rezeki di atas lapangan, sehingga sportivitas wajib dijunjung tinggi.

"Wong balbalan podo golek duik, kok yo sampek jejek ulu hati lawane. Ditambah admine sempet petentang-petenteng, kecewa bos. Padahal berharap pol karo klub di kampungku dewe iki, tapi kok koyok ngene," tulis salah satu akun warganet yang terindikasi warga lokal asal klub Putra Jaya. (Orang bermain sepak bola sama-sama mencari uang kok sampai menendang ulu hati lawannya. Ditambah adminnya sempat petentang-petenteng, kecewa bos. Padahal berharap penuh kepada klub di kampungku sendiri tapi kok seperti ini)

Hingga berita ini dibuat pihak PSSI Jawa Timur belum merilis tanggapan resminya, meski telah dituntut warganet untuk mengambil sikap tegas atas aksi Hilmi.

Unggahan terakhir laman resmi PSSI Jatim masih seputar hasil pertandingan pertama babak 32 besar Liga 4 Zona Provinsi Jawa Timur.

Berikut ini, hasil lengkap pertandingan pertama babak 32 besar Liga 4 Jatim.

Grup AA: Persedikab Kediri 4-1 Hizbul Wathan FC, Persema Malang 0-0 Perseta Tulungagung

Grup BB: Nganjuk Ladang 0-3 Pasuruan United, Triple's Kediri 1-1 Persatu Tuban

Grup CC: Putra Jaya Kab. Pasuruan 2-7 Perseta 1970, Perseba Bangkalan 1-1 Baruna Nusantara

Grup DD: Persekap Kota Pasuruan 0-2 Inter Kediri, Arek Simo Putra 0-2 Persid Jember

Grup EE: Unesa FC 1-1 Persewangi Banyuwangi, Persikoba Batu 1-0 Malang United

Grup FF: AC Majapahit 2-5 Persekam Kab. Malang, Persepam Pamekasan 2-1 PSSS Situbondo

Grup GG: Persinga Ngawi 2-1 PSBI Kab. Blitar, Akor FC Jombang 0-3 Persida Sidoarjo

Grup HH: PS Mojokerto Putra 2-1 PSID Jombang, Persepon Ponorogo 1-7 Persenga Nganjuk.

Adapun jadwal pertandingan babak 32 besar berlangsung tiap dua hari sekali dengan beberapa tim bertindak sebagai tuan rumah. Dua tim teratas pada klasemen akhir akan lolos ke babak 16 besar Liga 4 Zona Jatim 2025/26. ***

Penulis: YAN


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Tendangan Kungfu di Liga 4, Gaung Andaka Minta Maaf kepada Perseta 1970

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now