Rektor UIN Malang Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., wawancara di ruang kerjanya.
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Kerjasama dengan lingkungan pesantren telah dilakukan oleh UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang termasuk Sidogiri, Sebuah pesantren yang terletak di wilayah Kabupaten Pasuruan dengan isu tidak lagi ada kerjasama.
Dalam hal ini Rektor UIN Malang Prof. Ilfi Nur Diana menegaskan bahwa kerja sama antara UIN Maliki dengan Pondok Pesantren Sidogiri tetap berjalan dan tidak pernah dihentikan. meski belakangan beredar isu seolah kerja sama tersebut telah berakhir.
Penegasan ini disampaikan dalam wawancara khusus Selasa (20/1/2026) di ruang rektorat UIN Maliki Malang.
Menurutnya, yang mengalami penyesuaian adalah program beasiswa dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan, bukan kerja sama akademik antara UIN Maliki dengan pesantren. Beasiswa Pemkab Pasuruan memang tidak dibuka lagi untuk mahasiswa baru tahun ini, seiring dengan adanya pergantian pimpinan dan kebijakan baru di daerah Kabupaten Pasuruan.
“Untuk beasiswa Pemkab Pasuruan memang berhenti bagi mahasiswa baru. Namun, mahasiswa yang sudah menerima beasiswa dan masih berstatus aktif, tetap berjalan sampai selesai. Ini bukan karena UIN menyetop, tapi karena kebijakan kewenangan program di daerah yang berubah,” jelas Rektor yang biasa dipanggil Ning Ilfi ini.
Ia menambahkan, perubahan tersebut murni karena pergeseran pola kebijakan pimpinan baru di Pemkab Pasuruan, bukan karena berakhirnya kemitraan pendidikan. Bahkan, secara kelembagaan, kerja sama dengan pesantren justru terus dikembangkan, termasuk dalam pengelompokan (cluster) santri yang berasal dari pesantren-pesantren di wilayah Pasuruan.
Terkait pembentukan kelas kerja sama khusus, Wakil Rektor IV Prof. Dr. H. M. Abdul Hamid, S.Ag., MA, menjelaskan bahwa konsep tersebut kini disatukan dalam satu klaster bersama, mengingat kedekatan geografis dan jejaring pesantren, termasuk Sidogiri.
"Untuk Sidogiri karena dekat dengan Al Yasini nanti koordinasinya lewat Al Yasini," ujarnya.
Skema ini memungkinkan santri dari berbagai pondok pesantren di Kabupaten Pasuruan untuk bergabung tanpa harus terikat pada satu institusi saja.
Wakil Rektor IV Prof. Dr. H. M. Abdul Hamid, S.Ag., MA
Selain jalur kerja sama pesantren, UIN Maliki juga membuka peluang masuk melalui jalur prestasi minimal tingkat provinsi atau nasional. Prestasi tersebut menjadi syarat kelayakan masuk, baik dengan skema beasiswa maupun jalur mandiri.
Adapun untuk beasiswa teladan, UIN Maliki memberikan kesempatan khusus bagi penghafal 30 juz Al-Qur’an, yang dapat langsung masuk melalui jalur beasiswa. Sementara itu, bagi calon mahasiswa berprestasi termasuk hafal tidak 30 juz tidak masuk skema beasiswa, tetap dapat diterima dengan pembiayaan mandiri.
Terkait jadwal, Wakil Rektor IV Hamid menyampaikan bahwa pendaftaran mahasiswa baru UIN Maliki Malang telah dimulai sesuai dengan kalender resmi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun 2026.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?