![]() |
| Yolla Yuliana dan Livin Mandiri mendapat apresiasi warganet meski kalah dari Pertamina Enduro pada laga ketiga di Proliga 2026 seri Medan (16/1)./Instagram @jkt.livinmandiri |
MEDAN | JATIMSATUNEWS.COM - Jakarta Livin Mandiri masih mencari kemenangan perdana musim ini pada Proliga 2026 putri.
Terbaru, Livin sempat mendekati peluang tersebut saat melawan Jakarta Pertamina Enduro pada Jumat (16/1) malam WIB di GOR Voli Indoor Sport Center, Medan.
Peluang itu terbuka ketika Livin asuhan Danai Sriwatcharamethakul menang 25-10 pada set kedua. Ini merupakan set perdana yang mampu dimenangkan Livin setelah dua kali kalah di seri Pontianak dengan tiga set langsung.
Namun, pada set ketiga dan keempat Livin gagal memenangkannya membuat Pertamina Enduro yang mampu mengamankan poin penuh.
Hasil ini membuat Livin masih tanpa poin dalam tiga pertandingan pertama di Proliga 2026. Mereka hanya unggul atas Medan Falcons yang juga 0 poin tapi belum bisa memenangkan satu set pun.
Meski demikian, warganet penggemar bola voli nasional memberi apresiasi kepada permainan Livin yang mampu memberi perlawanan kepada tim juara bertahan.
Pujian mengarah kepada beberapa pemain seperti outside hitter Turki Ceyda Aktas yang mampu menjadi top skor Livin dengan 21 poin. Ia melakukan 16 poin serangan, 2 blok, dan 3 servis.
![]() |
| Ceyda Aktas, Indah Guretno, dan Ana Bjelica saat Livin menghadapi Enduro di Proliga 2026 Medan (16/1)./Instagram @jkt.livinmandiri |
Kemudian, kapten sekaligus middle blocker Yolla Yuliana yang mencetak 12 poin dengan 6 poin blok diantaranya. Enam poin blok ini bahkan merupakan total jumlah pemblokiran satu tim Enduro.
Enduro butuh OH Wilma Salas, opposite Megawati Hangestri, dan MB Rissa Meiga untuk mencetak enam poin dengan masing-masing mencetak 2 poin blok.
Secara keseluruhan, Livin mencetak 12 poin blok yang tiga penyumbang poin diantaranya adalah Yolla, Ceyda Aktas, dan opposite Ana Bjelica.
Pemain lain yang mendapat pujian adalah setter 14 tahun Gabriella Maya Inri Rompis yang menjadi starter dan bermain dalam 4 set.
![]() |
| Gabriella Maya Inri Rompis, setter 14 tahun yang reguler bermain dalam laga berat Livin vs Enduro (16/1) di Proliga 2026 Medan./Instagram @jkt.livinmandiri |
Ia hanya dua kali diganti sejenak karena untuk merotasi setter-opposite dan spesialisasi pemblokiran. Sebab, Gabriella hanya bertinggi badan 165 cm. Sehingga, ketika sedang berotasi di nomor 2, ia akan rentan mendapat sasaran serangan di depan net.
Secara mengejutkan, Gabriella bermain reguler pada laga ini dan setter senior Dian Pratiwi yang mampu mengantarkan Jakarta Popsivo Polwan ke final Proliga 2025 justru tak dimainkan di laga ini.
Inilah membuat Gabriella turut mendapat sorotan besar dari penonton, karena bermain penuh di bawah tekanan laga melawan tim juara bertahan di usianya 14 tahun.
Pemain lain yang turut diperhatikan penonton adalah Ola Yosephin Puhili (20 tahun) yang tampak lebih meyakinkan dalam menjalankan tugas sebagai pemblokir tengah.
![]() |
| Ola Puhili, MB 20 tahun yang mampu menjadi tandem Yolla Yuliana pada laga sengit Livin vs Enduro (16/1) di Medan./Instagram @jkt.livinmandiri |
Ia masuk sebagai pengganti MB Myra Suci pada set pertama dan bermain reguler pada tiga set berikutnya. Ia pun menyumbang 5 poin dengan 3 poin diantaranya dicetak pada set kedua. Ini menunjukkan dirinya lebih tajam dari seniornya, Myra (22 tahun), yang mencetak 1 poin.
Pertandingan melawan Enduro menjadi laga tunggal Livin di Medan. Fokus selanjutnya adalah menghadapi Medan Falcons dan Popsivo Polwan pada 23 dan 25 Januari 2026 di GOR Sabilulungan Jalak Harupat, Bandung.
Menarik ditunggu, apakah di seri ini Livin akan pecah telur--meraih poin dan kemenangan. ***
Penulis: YAN






Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?