DPD RI Lia Istifhama Soroti Dampak Media Sosial, Mendukbangga Wihaji Ingatkan Perubahan Pola Pikir Anak
JAKARTA| JATIMSATUNEWS.COM: Perkembangan pesat media sosial dinilai membawa dampak serius terhadap cara berpikir dan pembentukan karakter anak. Isu tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN (Mendukbangga) Wihaji dengan anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, di Jakarta.
Dalam pertemuan itu, kedua tokoh sepakat bahwa media sosial tidak lagi sekadar menjadi sarana hiburan, tetapi telah memengaruhi pola pikir, cara bersikap, hingga cara anak memandang realitas sosial dan demokrasi.
Mendukbangga Wihaji menegaskan, tingginya intensitas penggunaan gawai dan media sosial pada anak—bahkan mencapai berjam-jam setiap hari—membentuk pola pikir instan. Anak cenderung menyerap informasi secara cepat tanpa proses pemahaman yang mendalam.
“Media sosial membentuk cara berpikir anak menjadi serba instan. Ini berbahaya jika tidak dibarengi pendampingan keluarga, karena anak mudah terpengaruh opini publik dan algoritma digital,” ujar Wihaji.
Ia juga mengingatkan, kondisi tersebut berpotensi melahirkan generasi yang lemah dalam berpikir kritis dan mudah terbawa arus, termasuk dalam memahami nilai-nilai demokrasi dan kehidupan bermasyarakat.
Senada dengan itu, DPD RI Lia Istifhama menyoroti dampak sosial yang ditimbulkan dari ketergantungan anak pada media sosial. Menurutnya, jika anak lebih banyak belajar nilai kehidupan dari media sosial dibandingkan dari keluarga dan lingkungan nyata, maka yang terbentuk adalah cara berpikir ala “logika netizen”, bukan logika sosial yang sehat.
“Ketika anak belajar nilai dari media sosial, yang terbentuk adalah respons instan, reaktif, dan minim empati. Padahal kepedulian sosial dan karakter harus dibangun dari keluarga,” tutur Lia.
Lia menegaskan, peran orang tua menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan era digital. Kehadiran keluarga—baik ayah maupun ibu—dibutuhkan sebagai penyeimbang agar anak tidak sepenuhnya dikendalikan oleh arus informasi digital.
Pertemuan tersebut juga menekankan pentingnya penguatan program pembangunan keluarga dan literasi digital sebagai langkah preventif. Pemerintah dan lembaga legislatif diharapkan bersinergi untuk memastikan anak-anak Indonesia tumbuh dengan karakter kuat, beretika, serta mampu berpikir kritis di tengah derasnya pengaruh media sosial.
DPD RI Lia Istifhama pun mendorong agar isu pengaruh media sosial terhadap anak menjadi perhatian serius dalam perumusan kebijakan nasional ke depan, demi melindungi kualitas generasi penerus bangsa.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?