Plt Kepala Kemenag Gus Shampton ( batik biru) Apresiasi Review dan Pengumuman Lomba Menulis Esai di MAN 1 Kabupaten Pasuruan
PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM: Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan, Gus Shampton, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Review dan Pengumuman Lomba Menulis Esai dalam rangka Hari Amal Bakti (HAB) Kemenag ke-80 yang digelar di MAN 1 Kabupaten Pasuruan, Jumat (2/1/2026).
Kegiatan ini dinilai menjadi langkah strategis dalam menumbuhkan budaya literasi serta menghidupkan tradisi menulis di lingkungan madrasah. Puluhan karya esai yang masuk menunjukkan antusiasme peserta sekaligus potensi besar lahirnya penulis-penulis muda dari madrasah.
Dalam sambutannya, Gus Shampton menegaskan bahwa menulis merupakan bagian penting dari perjuangan intelektual umat Islam. Ia menyebut, tradisi keilmuan para ulama besar tidak bisa dilepaskan dari kekuatan karya tulis.
“Bekerja di dunia birokrasi itu bisa membosankan. Salah satu cara membunuh kebosanan adalah menulis. Bil qalam—agama tidak akan tegak tanpa tulisan. Imam Syafi’i dan para ulama terdahulu dikenal hingga hari ini karena karya-karya tulisnya,” ujarnya.
Ia berharap madrasah memiliki citra kuat sebagai pusat lahirnya penulis dan pemikir muda. Menurutnya, apa yang dibaca dan dialami seseorang akan tercermin dalam kualitas tulisannya.
“Kalau ingin menulis, menulislah saja. Nanti orang yang akan membaca. Menulis itu stimulan,” tambah Gus Shampton yang juga ketua Juri, mengutip pesan ayahanda mertuanya KH Mustofa Bisri.
Anis Hidayatie, koordinator sekaligus salah satu juri menyebut penilaian berdasarkan 6 kategori bukan jenjang atau profesi.
"Sehingga setiap peserta memiliki kesempatan yang sama untuk dinilai. Setiap karya langsung melalui penilaian di dalam rubrik, tanpa melihat nama dan asal lembaga," ujarnya
Reviewer lomba, Gus Bayhaqi menyampaikan bahwa menulis esai itu pada seseorang harus punya rasa dari contoh esais yang terkenal misal Gus Dur, Goenawan Mohamad, AS Laksana. Juga punya cita rasa kata seperti halnya mendengar lagu Rhoma Irama atau Ebit G Ade.
“Hal-hal sederhana di sekitar kita—jalan desa, suasana rumah, peristiwa kecil—jika ditulis dengan jujur, itu punya kekuatan besar. Penulis yang baik lahir dari pembaca yang baik,” tuturnya.
Ia juga menilai karya-karya peserta memiliki keberagaman tema dan sudut pandang, mulai dari refleksi tentang madrasah, cita-cita, hingga lingkungan sosial sebagai ruang pembentukan karakter.
Sementara itu, Kepala MAN 1 Kabupaten Pasuruan, H. Nasruddin, menyampaikan harapannya agar lomba menulis esai ini menjadi titik awal tumbuhnya generasi literat dari madrasah.
“Semoga dengan adanya lomba menulis esai ini akan lahir penulis-penulis hebat dari madrasah yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi penguatan literasi Indonesia,” ungkapnya.
Pada akhir kegiatan, panitia mengumumkan para pemenang lomba menulis esai yang terbagi dalam dua kategori.
Pemenang Lomba Menulis Esai HAB Kemenag ke-80 Kabupaten Pasuruan
Kategori Non Siswa:
JUARA 1 : Masniyah Ulfah (MTsN 6 Pasuruan)
JUARA 2 : Mahmud (Pengawas Kemenag Kabupaten Pasuruan)
JUARA 3 : Zuhrotul Wardah (MTsN 5 Pasuruan)
JUARA 4 : Chaula P (MAN 1 Pasuruan)
JUARA 5 : Herlina (MAN 2 Pasuruan)
JUARA 6 : Eka Terisia (MTsN 4 Pasuruan)
Kategori Siswa
Juara 1 : Dinda Akromul Khifdhiyah (MI Miftahul Anwar Kalirejo)
Juara 2 : Raniah Salsabila (MAN 1 Pasuruan)
Juara 3 : Cinta Luna Bunga Az (MTsN 1 Pasuruan)
Juara 4 : Rahmawati Khoirunnisa (MTsN 1 Pasuruan)
Juara 5 : Mikaila Ananda (MTsN 6 Pasuruan)
Juara 6 : Nabila Aprilia Risti (MAN 1 Pasuruan)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?