Banner Iklan

Pengalaman Paling Berkesan Selama di Madrasah (MTs Negeri 3 Pasuruan)

Admin JSN
04 Januari 2026 | 05.18 WIB Last Updated 2026-01-03T22:30:46Z


Pengalaman Paling Berkesan Selama di Madrasah (MTs Negeri 3 Pasuruan)

ARTIKEL | JATIMSATUNEWS.COM: Madrasah bukan hanya sekadar tempat menimba ilmu agama secara formal namun juga merupakan tempat mentransfer ilmu pengetahuan umum. Bagi saya selaku pendidik, madrasah adalah kawah candradimuka, sebuah oase tempat karakter ditempa dengan penuh kasih sayang dan tanpa mengesampingkan tradisi yang telah hadir sebelumnya. Ketika menoleh ke belakang, memori yang paling berkesan bagi penulis adalah bukanlah saat diterima menjadi tenaga pendidik di madrasah, melainkan rutinitas harian yang istiqomah dan membentuk harmoni antara manusia dan Sang Pencipta. Penulis adalah salah satu sosok yang didalam menempuh Pendidikan belum pernah mengenal Pendidikan formal di madrasah, sebagai pengingat penulis mulai mengenyam pendidikan ditingkat TK, SDN, SMPN, dan SMAN bahkan Perguruan Tinggi pada jenjang S1 kesemuanya adalah Lembaga Pendidikan formal umum. Alhamdulillah tiada kata terlambat, Alloh mentakdirkan penulis untuk bisa belajar banyak di madrasah dan menjadikan madrasah sebagai tempat untuk belajar dan mengajar yang pada episode berikutnya memunculkan rasa di jiwa untuk berujar “I Love Madrasah”.

Setiap pagi, keceriaan dimulai tepat di gerbang madrasah di depan kantor PTSP Madrasah. Belum juga kaki melangkah jauh, senyum tulus dari para guru yang berdiri menyambut murid sudah menjadi "Pertamax Turbo" untuk menyemangati aktivitas mereka di madrasah. Inilah tradisi 3S (Senyum, Salam, Sapa) yang telah membudaya.

Tidak ada sekat ketika tangan kami digenggam erat oleh tangan murid dengan penuh takzim, ada aliran energi positif yang tersalurkan. Sapaan ramah dari kami "Apa kabar hari ini?" atau "Semangat belajarnya, ya!" mungkin terdengar sederhana, namun bagi mereka, itu adalah validasi bahwa mereka dihargai dan diperhatikan.

Setelah bel madrasah berbunyi, suasana musholla madrasah berubah menjadi syahdu dan menggema disekitar madrasah. Lantunan Nadzom Aqidatul Awam mengawali persiapan menuju sholat dhuha berjamaah sekitar 10 menit. Suara serempak ratusan murid melantukan bait-bait tentang sifat wajib Allah dan Rasul-Nya yang bukan hanya sekadar hafalan, melainkan metode yang diikhtiari bersama untuk menanamkan pondasi tauhid dengan penuh suka cita. Ada getaran indah yang merasuk ke relung hati Ketika murid melantunkan irama, "Abda-u bismillahi warrohmani, wa birrohimi daimil ihsani...".

Menjelang sholat dhuhur berjamaah setelah adzan dikumandangkan suasana sekitar madrasah kembali bergema oleh getaran spiritual yang bersumber dari Musholla Madrasah, saat para murid kami melantunkan Nadzoman Asmaul Husna. Mengingat 99 nama Allah dengan nada yang menenangkan dan membuat hati yang gelisah menjadi tenang. Pada momentum inilah inspirasi seringkali datang bahwa setinggi apa pun pendidikan dan cita-cita serta sepandai dan sekuat apapun diri kita, ada dzat Yang Maha Besar yang mengatur dan mewujudkannya. Melodi ini menjadi pengingat bahwa belajar adalah ibadah, dan setiap huruf yang dibaca adalah pahala.

Waktu sebelum pembelajaran di jam pertama tidak akan terlewatkan dengan rutinitas munajat kepada Illahi Robbi. Menjadi momentum paling inspiratif adalah ketika Musholla Madrasah penuh sesak oleh murid yang menjalankan Sholat Dhuha. Di bawah sinar matahari pagi yang mulai menghangat, kami bersujud memohon keberkahan, kemudahan, hidayah dan ridho-Nya. Agar segala harapan dan cita-cita para peserta diddik dan seluruh sivitas madrasah diijabah oleh Alloh SWT.


Setelah sholat dhuha, motivasi tujuh menit disampaikan, guru agama sering berpesan bahwa "Pintu rezeki dan ilmu dibukanya lewat dhuha." Kebiasaan ini mengajarkan bagi kita semua baik pesrta didik dan tendik tentang kemandirian spiritual bahwa dalam mengejar dunia (ilmu), kita tidak boleh melupakan Sang Pemberi Ilmu (Sang Pencipta).

Puncak dari keteraturan madrasah adalah saat azan dhuhur dikumandangkan oleh murid, seluruh aktivitas berhenti, bunyi bel madrasah menggema disahut dengan pengumuman oleh guru piket bahwa waktu sholat dhuhur telah tiba. Guru, staf, dan para murid berbaur dalam barisan shaf yang rapi untuk melaksanakan Sholat Dhuhur berjamaah.

Melihat guru yang biasanya menjadi sosok perhatian dan panutan para murid di madrasah, kini mereka bersujud Bersama disamping para murid. Hal ini memberikan pelajaran penting tentang kesetaraan di hadapan Allah SWT. Keheningan madrasah dan musholla, serta dzikir dan doa khusyuk setelah sholat membahana memberikan rasa damai mengalir ke sanubari menyirami dan menyejukkan ego yang sempat singgah dihati.

Momen paling mengharukan dan penuh motivasi biasanya terjadi pada hari Jumat Legi dan atau menjelang ujian para peserta didik, yaitu saat madrasah mengadakan Istighotsah Bersama dan khotmil Qur’an beserta dengan para wali murid. Duduk bersila di lantai musholla dan dibawah Aula Under Kanopi madrasah, semua peserta melantunkan zikir dan doa untuk memohon pertolongan Allah SWT.

Di tengah lantunan istighotsah, seringkali terdengar isak tangis halus. Bukan tangis kesedihan, melainkan tangis haru karena merasa begitu dekat dengan Alloh SWT. Saat sesi doa, para guru dan orang tua mendoakan keberhasilan para murid dengan tulus, dan para murid mendoakan Kesehatan para guru dan orang tua. Alhamdulillah ini adalah kebahagiaan sejati, sebuah ikatan batin yang kuat antara pendidik, peserta didik dan orang tua wali murid yang sadar bahwa perjuangan menuntut ilmu ini tidak dapat dilalui sendirian, ada doa dan ketulusan yang menyertai setiap langkah dalam menuntut ilmu.

Pengalaman selama di madrasah dengan segala aktivitas dan tradisinya mulai dari senyum di gerbang hingga sujud dan bemunajat di musholla telah membentuk torehan sejarah hidup yang bermakna. Tradisi 3S mengajarkan etika, Nadzoman menguatkan akidah, Sholat berjamaah melatih disiplin diri, dan Istighotsah serta khotmil Qur’an mengasah kepekaan batin.

Madrasah telah mengajarkan bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari prestasi besar, tapi dari ketaatan yang dijalankan dengan penuh keceriaan dan istiqomah. Inspirasi ini akan terus menjadi embrio bahwa untuk menjadi hebat, seseorang harus tetap membumi kepada sesama manusia dan ciptaan-Nya serta melangit kepada Sang Pencipta. Madrasah hebat bermartabat, berilmu, terampil dan berakhlaq. (Tofanyulianto)


Oleh: Tofan Yulianto, S.Pd, M.Pd.I


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Pengalaman Paling Berkesan Selama di Madrasah (MTs Negeri 3 Pasuruan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now