Museum Brawijaya dipilih sebagai lokasi kunjungan karena memiliki nilai historis yang tinggi serta koleksi yang merepresentasikan perjalanan panjang perjuangan bangsa Indonesia. Museum ini menyimpan berbagai peninggalan bersejarah, mulai dari senjata perjuangan, kendaraan militer, seragam pejuang, arsip dokumen, hingga foto-foto peristiwa penting yang merekam dinamika perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajahan. Keberadaan koleksi tersebut menjadikan Museum Brawijaya sebagai sumber belajar yang autentik dan kontekstual bagi mahasiswa PGSD.
Sejak memasuki area museum, mahasiswa tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Mereka menyimak penjelasan dari pemandu museum mengenai latar belakang sejarah setiap koleksi, kisah para tokoh pejuang, serta kondisi sosial-politik bangsa Indonesia pada masa pra-kemerdekaan hingga pasca proklamasi. Interaksi langsung dengan sumber belajar ini memberikan kesan mendalam bagi mahasiswa, karena sejarah tidak lagi dipahami sebagai rangkaian peristiwa yang abstrak, melainkan sebagai realitas nyata yang pernah dialami oleh para pendahulu bangsa.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa juga melakukan observasi, pencatatan data, serta dokumentasi sebagai bagian dari tugas akademik. Diskusi-diskusi kecil terlihat berlangsung di beberapa sudut museum, menunjukkan keterlibatan aktif mahasiswa dalam mengaitkan koleksi sejarah dengan materi perkuliahan serta implementasinya dalam pembelajaran PKn di Sekolah Dasar. Aktivitas ini mencerminkan penerapan pembelajaran aktif dan reflektif yang menjadi ciri khas pendidikan calon guru profesional.
Dosen pengampu mata kuliah Konsep Dasar PKn, Moh. Farid Nurul Anwar, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan akademik di luar kelas ini merupakan bagian dari strategi pembelajaran yang bertujuan untuk membangun pemahaman utuh mahasiswa terhadap nilai-Nilai perjuangan bangsa. Menurutnya, mahasiswa PGSD sebagai calon pendidik memiliki peran strategis dalam menanamkan karakter kebangsaan kepada peserta didik sejak usia dini.
“Melalui kunjungan ke Museum Brawijaya, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami sejarah sebagai pengetahuan faktual, tetapi juga mampu memaknai nilai-nilai perjuangan seperti persatuan, pengorbanan, keberanian, dan cinta tanah air. Nilai-nilai inilah yang nantinya harus diinternalisasikan dalam pembelajaran PKn di Sekolah Dasar,” ujarnya.
Lebih lanjut, kegiatan ini juga bertujuan untuk melatih mahasiswa dalam mengembangkan pembelajaran PKn yang inovatif dan kontekstual. Pengalaman langsung di museum diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dalam merancang pembelajaran yang menarik, bermakna, dan relevan dengan kehidupan siswa. Dengan demikian, pembelajaran PKn tidak lagi dipandang sebagai mata pelajaran hafalan, melainkan sebagai sarana pembentukan karakter dan kesadaran berbangsa dan bernegara.
Selain aspek akademik, kunjungan ini juga memberikan ruang refleksi bagi mahasiswa untuk merenungkan arti kemerdekaan di tengah tantangan zaman modern. Nilai-nilai perjuangan yang diperoleh dari museum menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini merupakan hasil dari perjuangan panjang dan pengorbanan para pahlawan bangsa. Kesadaran ini diharapkan mampu menumbuhkan sikap tanggung jawab mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa.
Melalui pelaksanaan kegiatan akademik di luar kelas ini, Program Studi PGSD UNITRI menunjukkan komitmennya dalam menyelenggarakan pembelajaran yang holistik, berorientasi pada penguatan karakter, serta selaras dengan capaian pembelajaran lulusan. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata integrasi antara teori dan praktik dalam pendidikan calon guru sekolah dasar.
Diharapkan, pengalaman belajar di Museum Brawijaya ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi mahasiswa PGSD UNITRI, baik dalam penguasaan materi PKn maupun dalam pembentukan sikap nasionalisme. Ke depan, kegiatan akademik serupa diharapkan terus dikembangkan sebagai bagian dari inovasi pembelajaran yang mendukung terwujudnya lulusan PGSD yang profesional, berkarakter, dan berwawasan kebangsaan.








Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?