Menyalakan Kembali Api Disiplin: Semangat Pagi di Awal Semester Genap
ARTIKEL | JATIMSATUNEWS.COM: Senin, 5 Januari 2026. Ketika embun pagi masih betah memeluk pucuk-pucuk daun di halaman sekolah, sebuah babak baru mulai dituliskan. Kalender berpindah, namun semangat tak boleh sekadar berganti angka.
Hari ini, pukul 06.00 gerbang madrasah kembali terbuka, bukan sekadar sebagai pintu masuk menuju ruang kelas, melainkan sebagai gerbang transisi dari rehat sejenak menuju perjuangan yang panjang. Jam 05.57 saya sudah berangkat untuk mengayunkan langkah menuju rumah pengabdianku yaitu MTsN 6 Pasuruan.
Embun pagi masih membersamaiku dalam langkahku. Sesampai di MTsN 6 Pasuruan, sambutan hangat menyertaiku, ucapan salam dan uluran tangan salim serta sapaan mesra dilontarkan anak-anak. Tak hanya itu, kemesraan dan kehangatan pun mekar kembali.
Senyum-senyum simpul dan simbol hati dari jemari-jemari muda ini menjadi bukti bahwa madrasah adalah rumah kedua. Kita kembali untuk saling menguatkan, merajut kembali persahabatan yang sempat terjeda libur panjang, dan memastikan bahwa tidak ada yang berjuang sendirian di semester ini.
Libur telah usai, menyisakan kenangan yang kini harus bertransformasi menjadi energi. Kita tidak lagi berbicara tentang sisa hari kemarin, melainkan tentang bagaimana setiap detak jantung dan langkah kaki selaras dengan irama kedisiplinan.
Upacara pembuka diawal semester genap kali ini terasa berbeda dan lebih berwibawa. Di barisan depan, Kepala Madrasah beserta dewan guru berdiri tegak, memberikan teladan nyata tentang kesiapan mendidik.
Kehadiran personel TNI di tengah-tengah dewan guru menambah suasana khidmat sekaligus memberikan pesan kuat tentang pentingnya ketegasan, tanggung jawab, dan cinta tanah air dalam menuntut ilmu. Menjadi pengingat bisu bahwa di dalam ilmu harus ada keteguhan, dan di dalam belajar harus ada ketangguhan mental
Dalam amanatnya, Bapak H. Taufik Hidayat,M.Pd selaku Kepala MTsN 6 Pasuruan menekankan bahwa semester genap bukanlah sekadar kelanjutan kalender akademik, melainkan fase pendewasaan diri.
Disiplin bukan hanya soal datang tepat waktu atau berpakaian rapi, melainkan tentang bagaimana kita menghargai waktu dan konsisten terhadap cita-cita. Disiplin bukanlah belenggu, melainkan sayap. Ia adalah "tombol" yang kita tekan hari ini untuk menyalakan kembali mesin kecerdasan yang sempat mendingin.
Tanpa disiplin, ilmu hanyalah tumpukan kertas yang tak bermakna. Namun dengan disiplin, setiap bait pelajaran akan menjadi tangga yang membawa kita menuju puncak-puncak tertinggi.
Dengan pengawasan dari para pendidik dan motivasi kedisiplinan yang ditanamkan sejak hari pertama, diharapkan seluruh siswa mampu melampaui tantangan belajar ke depan. Mari kita jalani semester ini dengan semangat yang menyala, fokus yang tajam, dan kedisiplinan yang tak tergoyahkan.
5 Januari 2026 menjadi saksi kembalinya denyut nadi kehidupan di halaman madrasah. Setelah jeda liburan usai, sebuah momentum untuk "meng-on-kan" kembali tombol disiplin dalam diri setiap pejuang ilmu. Halaman Madrasah kembali penuh dengan barisan yang kokoh dan rapi. Para siswa berdiri tegak di bawah langit pagi, menyatukan tekad untuk meninggalkan kelesuan masa libur dan bersiap menerima kembali limpahan pelajaran. Kedisiplinan yang terlihat dari barisan ini adalah pondasi utama; sebab tanpa ketertiban, ilmu akan sulit menemukan rumahnya di dalam pikiran. Anak-anak berbaris rapi dan khitmat mendengarkan setiap kata dan untaian nasehat Bapak H. Taufik Hidayat,M.Pd.
Mari kita jadikan 5 Januari ini sebagai titik balik. Biarkan seragam yang rapi dan barisan yang lurus ini menjadi janji pada diri sendiri: bahwa kita siap untuk lebih tekun, lebih tangguh, dan lebih siap menjemput masa depan di semester genap ini.
Oleh: Sri Sunarni




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?