Penulis dengan Gus Iqdam, Menunda Hari Ini, Menunggu Puluhan Tahun: Saatnya Niatkan Ibadah ke Tanah Suci Sejak Sekarang
ARTIKEL | JATIMSATUNEWS.COM: Ibadah ke Tanah Suci Makkah dan Madinah bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan iman yang menjadi dambaan setiap Muslim. Menunaikan ibadah haji dan umrah adalah panggilan suci yang membawa keberkahan, pengampunan dosa, serta kemuliaan hidup dunia dan akhirat.
Namun realita hari ini menunjukkan fakta yang patut menjadi perhatian bersama. Masa tunggu keberangkatan haji di Indonesia kini telah melampaui 30 tahun. Artinya, menunda pendaftaran bukan sekadar menunda keberangkatan, tetapi berisiko kehilangan kesempatan menunaikan ibadah haji di usia yang masih sehat dan kuat.
Kesadaran inilah yang mendorong banyak calon jamaah untuk mengambil langkah sejak dini. Mendaftar hari ini adalah ikhtiar mengamankan masa depan ibadah, karena antrean terus berjalan dan tidak pernah berkurang. Langkah awal menuju porsi haji kini dapat dilakukan dengan cara yang ringan dan mudah.
Setoran awal sebesar Rp1.000.000 dibayarkan saat proses pendaftaran porsi di Kementerian Haji, bukan di awal minat. Persyaratan pun sangat sederhana, cukup fotokopi atau foto KTP dan Kartu Keluarga, tanpa jaminan dan tanpa denda keterlambatan. Menariknya, satu orang dapat mengajukan hingga empat anggota keluarga sekaligus, sehingga memudahkan perencanaan ibadah keluarga.
Bagi masyarakat yang berminat, proses awal dapat dilakukan dengan sangat praktis. Calon jamaah cukup menghubungi nomor 0821-4074-0032 dan mengirimkan foto KTP dan KK, kemudian menunggu konfirmasi panggilan proses porsi ke Kementerian Haji. Dengan mekanisme ini, dalam jangka waktu sekitar satu minggu hari efektif, InsyaAllah porsi haji sudah dapat diperoleh.
Dari sisi keamanan dan legalitas, jamaah tidak perlu khawatir. Nomor porsi terdaftar langsung secara resmi melalui Kementerian Haji, sehingga memberikan jaminan aman, sah, dan sesuai ketentuan pemerintah.
Para pembimbing ibadah mengingatkan, niat baik hendaknya segera diikat dengan ikhtiar. Ketika Allah telah memberi kemudahan jalan, kesehatan, dan kesempatan, maka menunda justru berisiko memperpanjang penantian.
Tanah Suci selalu menanti, tetapi waktu manusia terbatas. Menunda hari ini bisa berarti menunggu puluhan tahun. Saatnya menata niat, menguatkan tekad, dan memulai langkah menuju Baitullah—mulai sekarang.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?