![]() |
| Akhmad Fauzi, guru MTsN 1 Kota Malang./dokumentasi penulis |
ARTIKEL | JATIMSATUNEWS.COM:
Sebuah esai ditulis Akhmad Fauzi, guru MTsN 1 Kota Malang yang berjudul "Mengabdi Dengan Hati: Sebuah Refleksi Pengalaman sebagai Tenaga Pendidik di MTsN 1 Kota Malang" untuk Lomba Esai Hari Amal Bakti Kementerian Agama.
A. Muqaddimah
MTsN 1 Kota Malang, sebuah institusi yang telah menjadi bagian dari hidup saya selama beberapa tahun terakhir. Masih teringat, ketika pertama kali bergabung dengan MTsN 1 Kota Malang, dengan hati yang penuh semangat dan harapan untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat. Selama beberapa tahun, saya telah mengalami banyak hal yang tak terlupakan, dari tantangan yang dihadapi hingga kesuksesan yang diraih.
Namun, seiring berjalannya waktu, saya mulai menyadari bahwa pengabdian menjadi tenaga pendidik MTsN 1 Kota Malang, tugas tambahan menjadi Mudir Ma’had al Madany, wali kelas, dan Pembina Remaja Masjid Al-Fajr di wilayah Kemenag Kota Malang tidak hanya tentang pekerjaan, tetapi juga tentang pengalaman hidup yang berharga, yaitu belajar banyak hal, tidak hanya tentang tugas dan tanggung jawab, tetapi juga tentang nilai-nilai kehidupan yang penting.
Dengan latar belakang tersebut, saya ingin membagikan refleksi pengalaman saya di MTsN 1 Kota Malang melalui esai ini. Tujuan penulisan esai ini adalah untuk membagikan kisah-kisah menarik dan pengalaman selama mengabdi di MTsN 1 Kemenag Kota Malang, serta untuk merefleksikan apa yang saya pelajari dan bagaimana saya berkembang selama itu. Dengan berharap, esai ini dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi pembaca, terutama bagi mereka yang ingin mengabdi di bidang pelayanan publik menjadi tenaga pendidik.
B. Permulaan Pengabdian: Bagaimana Saya Bergabung dengan MTsN 1 di Kota Malang?
Saya masih ingat, ketika pertama kali bergabung dengan MTsN 1 Kota Malang, sebuah madrasah yang berada di bawah naungan Kemenag Kota Malang, diterima sebagai tenaga pendidikan, mutasi pada tahun 2013/2014 dari MAN 2 Kota Malang (eks. MAN 3 Kota Malang), setelah mendapat undangan bersama Kepala MAN 3 yaitu Bapak Dr. Ahmad Hidayatullah, M.Pd menghadap ke Kabag. TU Kanwil Kemenag Propinsi Jawa Timur yaitu Bapak Drs. Musta’in, M.Ag, atas perintah beliau untuk mutasi ke MTsN 1 Kota Malang dengan tugas tambahan mengelola Ma’had Al- Madany. Setelah mendapat SK mutasi dan SK menjadi Kepala Ma’had Al-Madani, langsung aktif di MTsN 1 Kota Malang melakasanakan tugas dinas.
1. Tugas Utama Sebagai Guru Akidah Akhlak
Melaksanakan tugas menjadi tenaga pendidik mata pelajaran Akidah Akhlak. Saya merasa sangat bersyukur dan terhormat dapat bergabung dengan madrasah yang memiliki reputasi baik dan lingkungan yang kondusif. Saya memiliki kesempatan untuk bekerja sama dengan guru-guru yang berpengalaman dan berdedikasi, serta siswa-siswa yang cerdas dan antusias. Saya merasa sangat nyaman dan percaya diri dalam bekerja, dan yakin bahwa dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi MTsN 1 Kota Malang. Dalam mengampu mapel akidah akhlak bertugas di kelas exelent, Program Tahfidz, Program Olimpiade, Program Bilingual, Program Akselerasi/SKS.
2. Tugas Tambahan Menjadi Mudir/Kepala Ma’had al-Madany
Dalam menjalankan tugas di Ma’had Al-Madany, pekan awal saya diperkenalkan dengan pengurus Ma’had al-Madany, sekaligus menyusun program inovasi ma’had yang meliputi :
Bidang kurikulum menyangkut standar kompetensi lulusan, isi, proses, evaluasi, penilaian, program tahfid, program pengembangan kompetensi kitab kuning, pengembangan bahasa asing, bimbel santri harian, bimbel santri bedah kisi-kisi ujian, penulisan buku panduan amaliah santri, pembinaan intensif bahasa asing, tahfid, kitab kuning ketika pasca ujian.
Bidang sarana prasarana menyangkut kamar santri, kamar mandi, dapur sehat, tempat makan sehat, pelayanan loundry, koperasi/kantin, perpustakaan, tempat taklim, masjid, sarana olah raga, lapangan olah raga.
Bidang program kesantrian menyangkut tes seleksi santri baru, ta’aruf santri, penulisan buku panduan ta’aruf santri, tatib santri, pengembangan diri santri, ziarah wali Jawa Timur, penulisan buku panduan ziarah santri, PHBN/PHBI, pondok Ramadhan, partisipasi lomba keislaman di berbagai event, Ahad ceria dengan dzikir pagi, roan lingkungan ma’had, senam santri, minum susu bersama, shalawatan, wisuda santri, milad ma’had.
Di dalam standar pembiayaan juga menyusun RAB (Rencana Anggaran Belanja) ma’had al-Madany untuk memastikan kesesuaian antara dana masuk dan keluar.
Di dalam standart pendidik dan tenaga kepegawaian membuat inovasi tentang standart kompetensi menjadi tenaga pendidik/pengasuh ma’had dan tenaga kepegawaian untuk memastikan layanan terbaik dan terukur kepada santri atau di ma’had al-Madany.
3. Tugas Tambahan Menjadi Wali Kelas
Dalam menjalankan tugas wali kelas berbagai program layanan kepada siswa dengan berbagai program :
a. Melakukan Kesiapan Kelas
• Kesiapan perangkat dokumentasi pembelajaran (presensi), kesiapan perangkat pembelajaran kelas (spidol, papan, proyektor, kebersihan kelas, dll).
• Membentuk pengurus kelas: ketua kelas, sekretaris, piket dll
• Memastikan adanya perangkat pencatatan seperti papan presensi, buku presensi, denah duduk siswa, dll
• Menggerakkan fungsi-fungsi pengurus kelas agar bergerak sesuai tugasnya
b. Melakukan Pendampingan dan Montoring Siswa
• Pendampingan Mengaji, Shalat Dhuha, Dzikir Pagi
• Pendampingan shalat Dhuhur dan Asar
• Memotivasi untuk terlibat dalam kegiatan sekolah
• Pendampingan kegiatan siswa terkait PHBN/PHBI /sosialisasi aturan/mativasi belajar/parenting/wisuda/dzikir bersama, dll
• Mengajak siswa untuk berperilaku sesuai peraturan sekolah, sopan santun dan tata krama yang berlaku
• Membantu hambatan-hambatan umum siswa anggota kelasnya selama belajar di sekolah
• Pendampingan pelaksanaan piket kelas
• Memonitor kondisi anggota kelasnya mulai ketertiban, kedisiplinan, potensi hal yang mengganggu belajar dari anggota kelasnya
c. Melakukan Dokumentasi, Pencatatan Terkait Kelas
1. Membuat Denah Siswa
2. Mengecek, mencatat presensi siswa
3. Mengecek jurnal PBM
4. Mencatat Jurnal kegiatan wali kelas
5. Mencatat perpindahan (mutasi) peserta didik
6. Melaporkan kehadiran peserta didik kepada wali murid
7. Mengisi laporan hasil belajar peserta didik
8. Mencatat perkembangan belajar peserta didik
d. Sebagai Sumber Informasi dan Komunikasi
a. Mengomunikasikan peserta yang tidak hadir dan belum memberi keterangan.
b. Melakukan home visit ke orang tua terkait siswa yang sakit, membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi siswa bersama BK, Kesiswaan.
c. Memberikan laporan hasil belajar kepada wali murid.
d. Berkoordinasi dengan wali murid terkait kondisi dan perkembangan siswa.
e. Melaporkan keadaan kelas kepada Kepala Sekolah serta pihak lain seperti BK dan lainnya yang berkepentingan.
e. Membuat paguyuban orang tua di awal ajaran baru dan membuat rencana kegiatan kelas, kerjasama dalam memaksimalkan pengawalan, pengawasan siswa meraih kesuksesan studi.
4. Tugas Tambahan Menjadi Pembina Remaja Masjid (JAMAS) al-Fajr MTsN 1 Kota Malang
Dalam menjalankan tugas menjadi Pembina Remaja Masjid Al-Fajr ada beberapa hal yang saya lakukan, yaitu:
Mengorganisasi Kegiatan: Mengorganisasi kegiatan-kegiatan remaja masjid, seperti pengajian, diskusi, dan kegiatan sosial.
Membimbing: Membimbing remaja masjid dalam memahami dan mengamalkan ajaran Islam.
Mengawasi: Mengawasi kegiatan-kegiatan remaja masjid untuk memastikan bahwa kegiatan tersebut sesuai dengan ajaran Islam dan tidak melanggar norma-norma sosial.
Menginspirasi: Menginspirasi remaja masjid untuk menjadi lebih baik dan lebih dekat dengan Allah SWT.
Menghubungkan: Menghubungkan remaja masjid dengan masyarakat dan lingkungan sekitar untuk meningkatkan kesadaran sosial dan kepedulian.
Mengembangkan: Mengembangkan program-program remaja masjid yang dapat meningkatkan kualitas keimanan, keilmuan, dan keterampilan remaja masjid.
Mengevaluasi: Mengevaluasi kegiatan-kegiatan remaja masjid untuk memastikan bahwa kegiatan tersebut efektif dan dapat meningkatkan kualitas remaja masjid.
Bentuk-bentuk kegiatan remaja masjid, sebagai berikut:
1. Pengajian rutin
2. Diskusi tentang topik-topik keislaman
3. Kegiatan sosial (seperti bakti sosial, pengumpulan donasi, dll.)
4. Kegiatan olahraga (seperti futsal, badminton, dll.)
5. Kegiatan seni (seperti nasyid, teater, dll.)
6. Kegiatan keagamaan (seperti jamaah shalat fardhu, Shalat dhuha, tasyakuran, dll.)
5. Tugas Tambahan Sebagai Takmir Masjid Al-Fajr MTsN 1 Kota Malang
Mendapatkan tugas tambahan sebagai takmir masjid sebagai seksi ibadah, sebagai berikut:
1. Mengatur Jadwal Ibadah: Mengatur jadwal ibadah, termasuk shalat fardhu, shalat sunnah, dan kegiatan keagamaan lainnya.
2. Mengatur Imam dan Muadzin: Mengatur imam dan muadzin untuk shalat fardhu dan shalat sunnah.
3. Mengatur Kebersihan Masjid: Mengatur kebersihan masjid, termasuk membersihkan tempat wudhu, tempat shalat, dan area sekitar masjid.
4. Mengatur Perlengkapan Ibadah: Mengatur perlengkapan ibarah, termasuk sajadah, mukena, dan perlengkapan lainnya.
5. Mengatur Kegiatan Keagamaan: Mengatur kegiatan keagamaan, termasuk pengajian, tarawih, dan kegiatan lainnya.
6. Mengatur Keamanan: Mengatur keamanan masjid, termasuk mengawasi pintu masuk dan keluar, serta mengawasi kegiatan yang berlangsung di masjid.
7. Mengatur Koordinasi: Mengatur koordinasi dengan imam, muadzin, dan jamaah untuk memastikan kegiatan ibadah berjalan lancar.
8. Mengatur Laporan: Mengatur laporan kegiatan ibadah, termasuk laporan kehadiran jamaah, laporan kegiatan, dan laporan keuangan.
Kegiatan Seksi Ibadah:
1. Shalat fardhu (Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya)
2. Shalat sunnah (Tarawih, Witir, Duhur, dll.)
3. Pengajian rutin
4. Tarawih
5. Tasyakuran
6. Kegiatan keagamaan lainnya
C. Pengalaman Mengabdi: Bagaimana Kisah-Kisah Menarik Mengabdi Di MTsN 1 di Kota Malang
Selama di MTsN 1 Kota Malang, telah mengalami banyak kisah menarik yang tak terlupakan. Berikut adalah beberapa di antaranya:
Kisah 1: Guru yang berdedikasi, professional dan mendidik dengan hati dan kasih sayang
Sungguh senang menjadi guru Akidah Akhlak di MTsN 1 Kota Malang, selama 13 tahun berjalan, selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi siswa-siswi, dan merasa yakin bahwa saya telah berhasil membantu mereka menjadi lebih baik. Sangat senang melihat mereka semua bisa tumbuh dan berkembang menjadi generasi yang berakhlak mulya dan beriman. Selama mengabdi di MTsN 1 Kota Malang, saya memiliki banyak pengalaman menarik dan berkesan.
Menjadi guru akidah akhlak yang profesional memerlukan dedikasi tinggi, komitmen yang kuat, dan cara mendidik yang sesuai dengan kurikulum berbasis cinta. Dengan memahami bahwa akidah akhlak adalah mata pelajaran yang sangat penting dalam membentuk karakter dan moral siswa-siswi. Oleh karena itu, perlu berkomitmen untuk mengedepankan cara mendidik dengan hati, yaitu dengan memperhatikan kebutuhan, minat, dan kemampuan siswa-siswi.
Dengan menggunakan kurikulum berbasis cinta yang menekankan pentingnya nilai-nilai moral, etika, dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Berusaha membantu siswa-siswi, mengembangkan karakter yang kuat, seperti kejujuran, kesabaran, dan empati, serta meningkatkan kesadaran mereka akan pentingnya berbuat baik dan berakhlak mulia.
Dalam mengajar, sangat penting menggunakan metode yang variatif dan interaktif, seperti diskusi, role-play, dan studi kasus, untuk membuat siswa-siswi lebih terlibat dan termotivasi. Guru memberikan umpan balik yang konstruktif dan positif untuk membantu mereka meningkatkan prestasi dan mengembangkan diri.
Perlunya menyadari dan merenungkan kembali hakikat pendidikan. Sebab, pendidikan bukan sekadar alih ilmu melalui buku dan papan tulis. Ia adalah proses panjang, rumit, dan penuh dinamika yang menyentuh sisi intelektual sekaligus emosional manusia. Di tengah derasnya arus digitalisasi yang mengubah cara anak belajar dan berinteraksi, guru dihadapkan pada tantangan baru: bagaimana menghadirkan pendidikan yang tetap manusiawi pendidikan yang mendidik dengan hati dan kasih sayang.
Pada era yang serba cepat ini, ketika informasi dapat ditemukan dalam hitungan detik dan kecerdasan buatan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, keberadaan guru justru semakin penting. Guru tidak lagi hanya menjadi sumber pengetahuan, melainkan pelita yang membimbing karakter, menguatkan moral, dan menumbuhkan kepekaan kemanusiaan. Inilah esensi mendidik dengan hati: menghadirkan kasih, kepedulian, dan ketulusan dalam setiap proses pembelajaran demi lahirnya generasi yang unggul dan adaptif.
Untuk mewujudkan profil guru professional, bukan hanya mereka yang menguasai materi pelajaran atau teknik mengajar. Lebih dari itu, guru profesional adalah pribadi yang memadukan kompetensi, komitmen, dan integritas dalam satu tarikan napas. Mereka menjalankan tugas bukan sekadar karena kewajiban, tetapi karena panggilan jiwa. Guru profesional mampu menciptakan ruang belajar yang kondusif, ruang yang membuat murid merasa aman untuk bertanya, tidak takut salah, dan berani mencoba. Mereka hadir tidak hanya sebagai pengajar, tetapi sebagai pembimbing yang mampu memotivasi, memahami, dan mengarahkan potensi setiap anak. Dengan integritas yang kuat, guru profesional menjadi teladan dalam sikap, tutur kata, dan perilaku.
Mendidik dengan hati dan kasih sayang berarti melihat murid sebagai individu yang unik, dengan kebutuhan, karakter, dan latar belakang yang berbeda. Guru yang mendidik dengan hati berusaha memahami apa yang dirasakan siswa, termasuk kecemasan, kegembiraan, atau kesulitan yang tengah mereka jalani. Kasih sayang dalam pendidikan tidak selalu hadir dalam kata-kata lembut. Ia bisa hadir dalam kesabaran, konsistensi, dan perhatian kecil yang sering kali dianggap sepele. Dengan kasih sayang, guru menghadirkan ruang belajar yang hangat, tempat murid merasa dihargai dan diterima. Ruang inilah yang memungkinkan mereka berkembang secara optimal, baik dari sisi akademik maupun karakter.
Strategi mendidik dengan hati dan kasih sayang, yaitu:
1. Mengenali dan memahami kebutuhan siswa
Setiap siswa membawa dunianya masing-masing ke dalam kelas. Guru perlu peka terhadap kebutuhan emosional dan akademik mereka, sehingga dukungan yang diberikan benar-benar tepat sasaran.
2. Menciptakan lingkungan belajar yang kondusif
Kelas yang aman dan nyaman membuat murid berani berekspresi dan bertanya. Lingkungan yang mendukung akan menjadi pondasi penting bagi perkembangan mereka.
3. Memberikan umpan balik yang konstruktif
Setiap anak ingin dihargai usahanya. Dengan umpan balik yang positif dan membangun, guru tak hanya membantu murid memperbaiki kesalahan, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan diri mereka.
4. Menginspirasi dan memotivasi siswa
Guru adalah sumber inspirasi. Dengan cerita, keteladanan, dan semangat, guru dapat menyalakan api motivasi dalam diri siswa agar mereka terus bergerak dan berkembang sesuai potensinya.
Untuk menjadi guru akidah akhlak yang profesional memerlukan kemampuan untuk menginspirasi, memotivasi, dan membimbing siswa-siswi saya menjadi individu yang berakhlak mulia dan berprestasi. Saya berkomitmen untuk menjadi contoh yang baik bagi siswa-siswi saya dan membantu mereka menjadi generasi emas yang berakhlak karimah dan siap menjadi pemimpin bangsa di masa depan.
Dengan kerja sama guru yang berdedikasi tinggi, profesional dan layanan terbaik untuk siswa, orang tua dan masyarakat, terbukti dalam 5 tahun terakhir MTsN 1 Kota Malang menjadi madrasah berintegritas, sesuai piagam penghargaan dari Menteri Pendidikan, memiliki prestasi di tingkat kota Malang, Malang raya, provinsi, nasional, bahkan internasional, meraih lebih dari 1.200 kejuaraan dan lolos menjadi madrasah yang berbasis ZI WBK.
Prestasi-prestasi yang berkesan sebagai guru di MTsN 1 Kota Malang, yaitu:
Pada tanggal 19 Mei 2017 mendapat tugas Tutor Diskusi Tentang “ Peranan Ilmu Kepramukaan Dalam Memberikan Manfaat di Dunia kerja Pada Era Masyarakat Ekonomi Asean” diselenggarakan Pramuka Gudep 01.004-01-005 Pangkalan UIN Maliki Kota Malang.
Pada 20-23 Pebruari 2018 mendapat tugas dari Kanwil Jawa Timur menjadi tutor dalam workshop ma’had tingkat Jawa Timur bersama kepala dan pengasuh ma’had MTS, MA se-Jatim di hotel Aria Centra Surabaya.
Pada 23 Pebruari-7 Maret 2018 mendapat tugas dari Kanwil Jawa Timur menjadi koordinator penulisan juknis ma’had untuk digunakan pedoman juknis ma’had MTs se-Jawa Timur.
Pada tanggal 23-26 Juli 2019 mendapat tugas dari Kanwil Jawa Timur untuk menjadi tutor dalam Workshop Penyusunan Kurikulum Ma'had MTs/MA Se-Jawa Timur.
Pada 20-23 Pebruari 2019 mendapat tugas dari Kanwil Jawa Timur menjadi tutor dalam workshop ma’had tingkat Jawa Timur bersama kepala dan pengasuh ma’had MTS, MA se-Jatim di hotel Aria Centra Surabaya.
Pada tahun 2020 mendapat tugas dari Direktur KSKK Dirjen Pendis Kemenag RI untuk menyusun rumusan draft juknis ma’had/madrasah berasrama untuk MTs yang dijadikan pedoman juknis penyelenggaraan ma’had/madrasah berasrama MTs tingkat nasional.
Pada 24 Agustus 2020 mendapat tugas menjadi pemateri webinar internasional dengan tema “ Wajah Pendidikan Dunia Di Tengah Covid-19” yang diselenggarakan oleh MA al-Irtiqa’ International Boarding School Kota Malang.
Pada tahun 2020 terpilih melalui seleksi yang diadakan Dirjen Pendis Kemenag RI terpilih menjadi penulis nasional buku ajar akidah akhlak kelas 7 berbasis kurikulum K-13.
Pada tahun 2020 terpilih melalui seleksi yang diadakan Dirjen Pendis Kemenag RI terpilih menjadi penulis RPP nasional kelas 9 mapel akidah akhlak, berbasis kurikulum K-13, untuk mengisi E-learning Kemenag RI.
Pada tahun 2023 menjadi juara 2 dalam lomba penulisan karya tulis ilmiah dalam rangka Hab. Kemenag ke-77.
Mulai tahun 2019-sekarang mendapat amanat menjadi ketua MGMP Akidah Akhlak MTs Kota Malang.
Pada tahun 2023 mendapat tugas dari Direktur KSKK Dirjen Pendis Kemenag RI untuk mereviuw juknis ma’had/madrasah berasrama untuk MTs yang dijadikan pedoman juknis penyelenggaraan ma’had/madrasah berasrama MTs tingkat nasional.
Tahun 2023-2024 mendapat amanat menjadi pengurus MGMP Jawa Timur seksi peningkatan profesional guru.
Mulai tahun 2014-2025 berhasil menulis karya tulis sebagai berikut:
NO. - JUDUL - PUBLIKASI - TAHUN
01 - BUKU PROFIL MA’HAD AL MADANY MTsN 1 KOTA MALANG - MTSN 1 KOTA MALANG - 2014
02 - BUKU PENDAMPING BELAJAR UAMBN - MTSN 1 KOTA MALANG - 2015
03 - BUKU PENDAMPING BELAJAR UAMBN - MTSN 1 KOTA MALANG - 2016
04 - BUKU PENDAMPING BELAJAR UAMBN - MTSN 1 KOTA MALANG - 2017
05 - BUKU MODUL AKIDAH AKHLAK PROGRAM SKS MADRASAH TSANAWIYAH - ASOSIASI PROGRAM SKS MTS SE-JATIM - 2018
06 BUKU PENDAMPING BELAJAR UAMBN - MTSN 1 KOTA MALANG - 2018
03 - BUKU PENDAMPING BELAJAR USBN - MTSN 1 KOTA MALANG - 2019
04 - BUKU PENDAMPING BELAJAR USBN - MTSN 1 KOTA MALANG - 2020
05 - BUKU RANGKUMAN BAHAN AJAR AKIDAH AKHLAK KELAS 9 BERBASIS KURIKULUM TERBARU KMA 183 TAHUN 2019 EDISI 1 - MTSN 1 KOTA MALANG - 2020
06 - MODUL UAMBN MTSN 1 KOTA MALANG - MTSN 1 KOTA MALANG - 2020
07 - BUKU SAHABAT BELAJAR UAMBN -MGMP MTS KOTA MALANG - 2020
08 - BUKU PENDAMPING BELAJAR USBN - MTSN 1 KOTA MALANG - 2021
09 - BUKU PANDUAN TA’ARUF MA’HAD AL MADANY - MTSN 1 KOTA MALANG - 2021
10 - BUKU SAHABAT BELAJAR USBN - MGMP MTS KOTA MALANG - 2021
11 - BUKU PENDAMPING BELAJAR UJIAN MADRASAH - MTSN 1 KOTA MALANG - 2022
12 - MODUL UJIAN MADRASAH - MGMP MTS KOTA MALANG - 2022
13 - BUKU PENDAMPING BELAJAR ASESMEN MADRASAH - MTSN 1 KOTA MALANG - 2023
14 - MODUL UJIAN MADRASAH (UM) - MGMP MTS KOTA MALANG - 2022
15 - BUKU PENDAMPING BELAJAR ASESMEN MADRASAH (AM) - MTSN 1 KOTA MALANG - 2023
16 - MODUL ASESMEN MADRASAH (AM) -MGMP MTS KOTA MALANG - 2023
17 - BUKU PENDAMPING BELAJAR ASESMEN MADRASAH (AM) - MTSN 1 KOTA MALANG - 2024
18 - MODUL ASESMEN MADRASAH (AM) - MGMP MTS KOTA MALANG - 2024
19 - MODUL ASESMEN MADRASAH (AM) - MGMP MTS KOTA MALANG - 2025
20 - MODUL PENDAMPING BELAJAR ASESMEN MADRASAH (AM) - MTSN 1 KOTA MALANG - 2025
Kisah 2: Menjadi Mudir, Pengasuh Ma’had al-Madany yang Menjadi Teladan dan Inspiratif bagi Santri
Sebagai Mudir (Kepala) sekaligus Pengasuh Ma'had al-Madany, telah melaksanakan amanat selama 10 tahun merasa sangat bersyukur dapat menjadi bagian dari proses pendidikan dan pembinaan santri yang sangat berharga. Amanah menjadi Mudir/Kepala sekaligus Pengasuh Ma'had al-Madany memerlukan dedikasi tinggi, komitmen yang kuat, dan kemampuan untuk menjadi teladan dan inspiratif bagi santri.
Dengan memahami bahwa Ma'had al-Madany adalah lembaga pendidikan yang bertujuan untuk membentuk karakter dan moral santri, serta meningkatkan kedalaman ilmu keislaman, ibadah, dan akhlak karimah. Oleh karena itu, saya berkomitmen untuk menjadi contoh yang baik bagi santri, dengan menunjukkan kedalaman ilmu keislaman, ibadah, dan akhlak karimah yang saya miliki. Dalam memberikan teladan ucapan, tingkah laku yang ditunjukkan dengan santun, berpakaian sopan, bahkan siap berpakaian rapi, wangi sebelum membangunkan santri, datang ke majlis taklim, kegiatan ubudiyah lebih awal, menjalin komunikasi dengan wali murid secara intens dalam mengomunikasikan perkembangan santri.
Menjadi teladan bagi santri dalam hal ibadah, dengan menunjukkan kesungguhan dan keikhlasan dalam beribadah, akan menjadi inspiratif bagi santri dalam hal akhlak karimah, dengan menunjukkan sifat-sifat yang mulia seperti kejujuran, kesabaran, dan empati.
Menjadi pembimbing bagi santri dalam hal ilmu keislaman, dengan memberikan bimbingan dan arahan yang tepat untuk meningkatkan kedalaman ilmu mereka dengan membantu santri mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan kreatif, serta meningkatkan kesadaran mereka akan pentingnya berbuat baik dan berakhlak mulia. Beberapa bukti prestasi santi-santri ma’had al-Madany menambah prestasi MTsN 1 dalam event KSM Kemenag RI mendapatkan medali emas bahkan ada santri mewakili Indonesia bidang fisika olimpiade di Belanda dengan raihan medali perak, juara umum festival Maulid selama 3 tahun berturut-turut juara umum, Juara umum dalam kompetisi Keislaman di SMAN 9 Kota Malang, Juara umum lomba keislaman di SMAN 8 Malang dan beberapa lomba lainnya ditingkat propinsi.
Hal yang membanggakan bagi santri ma’had al-Madany menjadi adalah siswa teladan dan tahfid terbaik di MTsN 1 kota Malang. Kebanggaan wali santri adalah anaknya tidak hanya menguasai ilmu keislaman saja, tetapi mampu mempraktikkan keterampilan keislaman seperti menjadi muadzin, bilal Jumat, bilal tarawih, imam tarawih, ceramah agama, mengurus jenazah, hafal dan mampu menjadi imam tahlil, memimpin doa, hafal beberapa juz Al-Qur’an dan surat pilihan dan mampu untuk menguasai kitab kuning dasar dan berbicara dengan bahasa Arab dan Inggris.
Kisah 3: Menjadi Super Wali Kelas
Sebagai wali kelas, saya merasa sangat berbangga dan bersyukur dapat menjadi bagian dari proses pendidikan dan pembinaan siswa-siswi yang sangat berharga, alhamdulillah 1 tahun menjadi wali kelas unggulan program akselerasi, 9 tahun menjadi wali kelas 9 kelas exelent, 1 tahun berjalan menjadi wali kelas 7 exelent, berkomitmen menjadi super wali kelas, sebagai pengganti orang tua di sekolah, memiliki tanggung jawab besar untuk mengawal, mendampingi, dan membimbing siswa-siswi menjadi unggul dalam prestasi akademik, non akademik, dan berakhlak karimah.
Setiap siswa memiliki potensi yang luar biasa dan dapat menjadi generasi emas yang meneruskan perjuangan para pemimpin bangsa. Oleh karena itu, saya berkomitmen untuk memberikan perhatian, dukungan, dan bimbingan yang maksimal kepada para siswa.
Dalam mengawal prestasi akademik, wali kelas akan memastikan bahwa siswa-siswi saya memiliki target yang jelas dan strategi yang efektif untuk mencapai prestasi yang diinginkan. Saya akan memantau kemajuan mereka secara berkala dan memberikan umpan balik yang konstruktif untuk membantu mereka meningkatkan prestasi.
Untuk mengawal prestasi nonakademik, tentu mendorong siswa-siswa untuk terlibat dalam kegiatan ekstrakurikuler dan mengembangkan minat dan bakat mereka. Saya akan membantu mereka mengembangkan keterampilan kepemimpinan, kerja sama, dan komunikasi yang efektif.
Dalam membimbing akhlak karimah, akan menekankan pentingnya nilai-nilai moral dan etika dalam kehidupan sehari-hari dan berusaha akan membantu siswa-siswa mengembangkan karakter yang kuat, seperti kejujuran, kesabaran, dan empati.
Dengan kerja sama yang erat antara guru, orang tua, dan siswa, kita dapat menciptakan generasi emas yang berakhlak karimah, berprestasi, dan siap menjadi pemimpin bangsa di masa depan.
Sebagai wali kelas 7D, patut berbangga dan bersyukur dapat menjadi bagian dari program JOS (Jadi Orang Sholeh) yang sangat inspiratif dan bermanfaat bagi siswa-siswi kami. Program ini dirancang untuk membantu siswa-siswi menjadi lebih dekat dengan Allah SWT dan meningkatkan kualitas keimanan dan keislaman mereka.
Program 7D JOS terdiri dari 6 komponen utama, yaitu:
1. RIDHA: Rindhu Dzikir dan Shalat Dhuha di masjid Al Fajr (setiap Senin-selasa). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa-siswi akan pentingnya dzikir dan shalat dhuha dalam kehidupan sehari-hari.
2. MASHAN: Mentashih Hafalan Al-Qur'an untuk muraja'ah dan menambah hafalan Al-Quran (setiap Rabu). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa-siswi dalam menghafal Al-Quran dan meningkatkan kualitas bacaan mereka.
3. GRACA: Gerakan Cinta Al-Qur'an dengan khataman Al-Qur'an (setiap Kamis-Jumat). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan cinta siswa-siswi terhadap Al-Quran dan meningkatkan kesadaran mereka akan pentingnya membaca Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.
4. 7D BERIMAN: Bersih Rapi Indah Nyaman (piket jaga kebersihan harian). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa-siswi akan pentingnya kebersihan dan kerapian dalam kehidupan sehari-hari.
5. GIADAH: Giat Ibadah (shalat 5 waktu berjamaah di awal waktu dan shalat sunah rawatib, Tadarus Al-Qur'an harian, Qiyamullail, puasa Senin-Kamis) yang dilaporkan setiap bulan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa-siswi akan pentingnya ibadah dan meningkatkan kualitas keimanan mereka.
6. KAIS: Kajian Keislaman kerja sama dengan remaja masjid MTsN 1 tiap Jumat jam 19.30-20.00. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa-siswi tentang keislaman dan meningkatkan kesadaran mereka akan pentingnya keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai wali kelas, saya berkomitmen untuk mendukung dan memantau pelaksanaan program 7D JOS ini. Saya berharap siswa-siswi 7D dapat menjadi contoh yang baik bagi siswa-siswi lainnya dan dapat meningkatkan kualitas keimanan dan keislaman mereka.
Kisah 4: Menjadi Pembina Remaja Masjid (JAMAS) Al-Fajr MTsN 1 Kota Malang
Menjadi pembina remaja masjid telah berjalan selama 2,5 tahun ini, membutuhkan dedikasi tinggi, komitmen yang kuat, dan kemampuan untuk menginspirasi dan memotivasi remaja. Dengan memahami bahwa Remaja Masjid al-Fajr MTsN 1 Kota Malang adalah wadah bagi remaja untuk mengembangkan diri, meningkatkan keimanan, dan berakhlak mulia. Oleh karena itu, saya berkomitmen untuk menjadi contoh yang baik bagi remaja, dengan menunjukkan kesungguhan dan keikhlasan dalam beribadah dan berakhlak.
Menjadi pembimbing bagi remaja dalam hal keimanan, dengan memberikan bimbingan dan arahan yang tepat untuk meningkatkan kedalaman iman mereka dengan membantu remaja mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan kreatif, serta meningkatkan kesadaran mereka akan pentingnya berbuat baik dan berakhlak mulia.
Dalam upaya menjadi inspirator bagi remaja dalam hal kegiatan keagamaan, dengan mengorganisir kegiatan-kegiatan yang menarik dan bermanfaat, seperti pengajian, diskusi, dan kegiatan sosial. Saya akan membantu remaja mengembangkan kemampuan kepemimpinan, kerja sama, dan komunikasi yang efektif.
Yang sangat berkesan dan menyenangkan, ketika para anggota remaja masjid membantu dalam menggiatkan ubudiah di masjid yang terbagi menjadi bagian muadzin, pujian, bilal Jum’atan, pengatur shaf, penertiban anak yang halangan, dan terlambat ke masjid, juga ada yang keliling kelas untuk memastikan tidak ada yang teledor ubudiyahnya. Ada juga kenangan dalam kegiatan penjaringan anggota remaja masjid yang baru secara on line, pelantikan pengurus baru, kegiatan KAIS (Kajian Keislaman) setiap malam sabtu jam 19.30-20.15 Wib. Dengan semangat mengikuti kajian kitab untuk menambah wawasan keislaman. Kegiatan out door yang menyenangkan pula, yaitu Ziarah Wali Jawa Timur untuk memberikan pembelajaran tentang cara dakwah Islam para wali sekaligus adab ziarah dan praktik shalat jamak, qasar.
Kisah 5: Menjadi Takmir Masjid al-Fajr MTsN 1 Kota Malang
Menjadi takmir masjid a-Fajr teah berjalan selama 2 tahun ini memerlukan dedikasi tinggi, komitmen yang kuat, dan kemampuan untuk melayani umat dengan baik. Dengan memahami bahwa Masjid Al-Fajr adalah pusat kegiatan keagamaan dan sosial bagi umat, dan saya berkomitmen untuk menjadi contoh yang baik bagi umat dengan menunjukkan kesungguhan dan keikhlasan dalam melayani. Untuk mewujudkan menjadi pengurus yang amanah dan bertanggung jawab, dengan mengelola keuangan, fasilitas, dan kegiatan masjid dengan transparan dan efektif. Sangat penting membantu meningkatkan kualitas ibadah dan kegiatan keagamaan di masjid, serta memfasilitasi kebutuhan umat dalam hal keagamaan dan sosial.
Sebagai takmir berusaha menjadi inspirator bagi umat dalam hal kegiatan keagamaan, dengan mengorganisasi kegiatan-kegiatan yang menarik dan bermanfaat, seperti pengajian, diskusi, dan kegiatan sosial, membantu umat mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan kreatif, serta meningkatkan kesadaran mereka akan pentingnya berbuat baik dan berakhlak mulia.
Kenangan yang tidak terlupakan ketika merencanakan dan melayani jamaah bersama remaja masjid dan dibantu para guru MTsN 1 Malang dalam ubudiyah harian dengan shalat Dhuha, jamaah shalat PHBI dengan penuh kebersamaan, terasa tenang dan indah dipandang untuk melatih dan membiasakan ibadah dan akhlak karimah, agar di rumah dan ke depannya terbiasa dengan rajin ibadah dan berakhlak karimah.
D. MTsN 1 Kota Malang: Benarkah Menjadi Tempat Di Mana Pengabdian Berbuah Kesan Tak Terlupakan
MTsN 1 Kota Malang, sebuah lembaga pendidikan yang telah menjadi bagian dari sejarah dan perkembangan pendidikan di Kota Malang. Sebagai sebuah institusi pendidikan yang berada di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang, MTsN 1 telah menjadi tempat di mana pengabdian dan dedikasi para guru, staf, dan seluruh komponen sekolah berbuah menjadi kesan tidak terlupakan bagi para siswa, orang tua dan alumni. MTsN 1 Kota Malang telah menjadi rumah bagi ribuan siswa yang telah menimba ilmu dan mengembangkan diri di dalamnya. Dengan lingkungan yang kondusif, fasilitas yang memadai, dan kurikulum yang relevan, MTsN 1 telah menjadi tempat di mana siswa dapat mengembangkan potensi dan bakat mereka.
Para guru dan staf di MTsN 1 Kota Malang telah menjadi contoh yang baik bagi para siswa, dengan menunjukkan dedikasi dan komitmen yang tinggi dalam mengajar dan mendidik. Mereka telah menjadi inspirator bagi para siswa, membantu mereka mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan kreatif, serta meningkatkan kesadaran mereka akan pentingnya berbuat baik dan berakhlak mulia.
MTsN 1 Kota Malang juga telah menjadi tempat di mana para siswa dapat mengembangkan diri dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Dengan berbagai kegiatan ekstrakurikuler dan program pengembangan diri, para siswa dapat mengembangkan kemampuan dan bakat mereka, serta meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan sosial mereka.
Saya percaya bahwa MTsN 1 Kota Malang akan terus menjadi tempat di mana pengabdian dengan komitmen dan dedikasi yang tinggi, MTsN 1 Kota Malang akan terus menjadi institusi pendidikan yang unggul bertaraf nasional dan menjadi contoh bagi lembaga pendidikan lainnya.
E. Penutup:
Kesimpulan:
MTsN 1 Kota Malang, sebuah institusi yang telah menjadi bagian dari hidup saya, dengan hati yang penuh semangat dan harapan untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat. Di dalam perjalanan menjalankan tugas sebagai tenaga pendidik dan mendapat amanat sebagai tugas tambahan menjadi Mudir Ma’had al Madany, wali kelas, dan Pembina Remaja Masjid Al-Fajr telah mengalami banyak hal yang tak terlupakan, dari tantangan yang dihadapi hingga kesuksesan yang diraih, tidak hanya tentang pekerjaan, tetapi juga tentang pengalaman hidup yang berharga, yaitu belajar banyak hal, tidak hanya tentang tugas dan tanggung jawab, tetapi juga tentang nilai-nilai kehidupan yang penting.
Dengan latar belakang tersebut, melalui esai ini ingin membagikan kisah-kisah menarik dan refleksi pengalaman untuk memberikan inspirasi dan motivasi bagi pembaca, terutama bagi mereka yang ingin mengabdi di bidang pelayanan publik menjadi tenaga pendidik selama mengabdi di MTsN 1 Kota Malang.
Refleksi dan Harapan Pengabdian di MTsN 1 Kota Malang
Pengabdian di MTsN 1 Kota Malang telah menjadi pengalaman yang sangat berharga. Di dalam perjalanan, telah menjadi bagian dari komunitas madrasah ini, dan telah belajar banyak hal yang sangat berharga, yaitu telah belajar tentang pentingnya kerja sama tim, komunikasi efektif, dan manajemen waktu, juga belajar tentang nilai-nilai kehidupan yang penting, seperti kejujuran, integritas, dan tanggung jawab, belajar bahwa pengabdian bukanlah hanya tentang memberikan ilmu dan pengetahuan, tetapi juga tentang memberikan inspirasi dan motivasi kepada para siswa.
Terlihat bagaimana para siswa dapat berkembang dan meningkatkan diri mereka sendiri dengan bantuan dan dukungan dari guru dan staf. Juga telah belajar bahwa setiap siswa memiliki potensi dan bakat yang unik, dan sbagai guru, kita harus dapat mengidentifikasi dan mengembangkan potensi tersebut. Fakta bagaimana para siswa dapat menjadi lebih percaya diri dan lebih berani ketika mereka diberikan kesempatan untuk mengembangkan diri mereka sendiri.
Saya berharap bahwa pengabdian di MTsN 1 Kota Malang dapat terus berlanjut dan menjadi lebih baik, memberikan inspirasi dan motivasi kepada para siswa, dan membantu mereka mengembangkan potensi dan bakat mereka, menjadi institusi pendidikan yang unggul dan menjadi contoh bagi lembaga pendidikan lainnya, meningkatkan kualitas pendidikan dan memberikan kesempatan yang lebih baik kepada para siswa.
Dalam refleksi ini, ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh civitas akademik MTsN 1 Kota Malang atas kesempatan yang telah diberikan. Semoga kita dapat terus bekerja sama untuk menciptakan masa depan yang cerah bagi para siswa dan bagi madrasah ini.
![]() |
| Guru Akhmad Fauzi saat mendampingi siswa MTsN 1 Kota Malang dalam agenda Maulid Nabi Muhammad SAW. |
***
Ditulis oleh Akhmad Fauzi, S.Ag., M.Pd.I guru MTsN 1 Kota Malang dengan NIP. 19730723 200701 1 018.
Editor: YAN




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?