MALANG, JATIMSATUNEWS.COM: Ketua DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Malang, H. Makhrus Sholeh, menegaskan bahwa kedaulatan pangan nasional harus dibangun dari desa melalui penguatan organisasi petani.
Penegasan tersebut disampaikan beberapa hari usai Pelantikan 1.000 Pengurus Pengurus Anak Cabang (PAC) HKTI Kabupaten Malang yang digelar di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Rabu (14/1/2026) lalu
Pelantikan yang mencakup 33 PAC HKTI se-Kabupaten Malang itu menjadi momentum konsolidasi besar petani lintas kecamatan sekaligus peneguhan peran strategis petani dalam menjaga ketahanan dan kedaulatan pangan daerah.
Menurut H. Makhrus Sholeh, kegiatan tersebut tidak sekadar bersifat seremonial, tetapi dirancang sebagai langkah nyata memperkuat solidaritas organisasi dan meningkatkan produktivitas petani di tingkat akar rumput.
“Tujuan utama HKTI Kabupaten Malang adalah meningkatkan produktivitas di masing-masing kecamatan. Kalau produktivitas naik, maka pendapatan petani juga akan meningkat. Dari sinilah kedaulatan pangan itu dibangun,” ujar H. Makhrus Sholeh dalam wawancara, Senin (18/1/2026).
Ia menilai Kabupaten Malang memiliki potensi pertanian yang sangat lengkap, mulai dari tanaman pangan, hortikultura, hingga peternakan dan perikanan. Potensi tersebut, kata dia, harus dikelola secara terorganisasi agar mampu menjawab kebutuhan pangan yang terus meningkat.
“Telur, ayam, ikan, buah, dan sayur semuanya ada di Malang Raya. Harapannya, Kabupaten Malang tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan sendiri, tetapi juga menjadi penyangga pangan bagi wilayah lain di Jawa Timur,” tambahnya.
H. Makhrus Sholeh menegaskan komitmen HKTI Kabupaten Malang untuk menjaga lahan pertanian dari alih fungsi serta memastikan regenerasi petani berjalan berkelanjutan.
“Pertanian harus berdaulat, petaninya harus bermartabat. Dari desa, kita bangun kemandirian pangan untuk masa depan,” ucap H. Makhrus Sholeh.
Hal tersebut juga mengapresiasi Ketua DPD HKTI Jawa Timur, Arum Sabil ketika hadir saat pelantikan lalu, yang menekankan bahwa pelantikan ribuan pengurus PAC HKTI merupakan bagian dari gerakan strategis membangun peradaban berbasis pertanian.
Tidak sekadar melantik 33 PAC HKTI se-Kabupaten Malang, Arum Sabil menyebut sedang menanam benih peradaban pula. Akarnya adalah petani, batangnya organisasi, dan buahnya adalah kedaulatan pangan, tegas Arum saat itu.
Arum menyampaikan, Kabupaten Malang sebagai wilayah yang subur, bukan hanya dari sisi lahan, tetapi juga dari militansi dan semangat para petaninya. Menurutnya, organisasi petani yang kuat akan lebih adaptif menghadapi tantangan perubahan iklim, tekanan alih fungsi lahan, serta kebutuhan inovasi teknologi pertanian.
Ia juga mengingatkan ancaman serius menyusutnya lahan baku sawah akibat alih fungsi lahan, sementara kebutuhan pangan dan energi terus meningkat.
“Jika kita tidak hadir membawa inovasi dan mengawal kebijakan tata ruang bersama pemerintah daerah, sektor pertanian akan semakin terjepit,” ujar Arum Sabil saat itu. Ans



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?