MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Bertempat di Gedung RCE Center, Kepala KPPN Malang, Muhammad Rusna menyampaikan rilis kinerja APBN data sampai dengan Desember 2025. Rilis APBN ini dilaksanakan bersamaan dengan Kegiatan Penganugerahan Penghargaan Satker Berkinerja Terbaik Lingkup KPPN Malang (PRISMA) Triwulan IV Tahun 2025 yang merupakan agenda bulanan dalam rangka menyebarluaskan informasi mengenai kinerja APBN khususnya di wilayah kerja KPPN Malang yang meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu, Kota Pasuruan dan Kabupaten Pasuruan.
Pada awal paparan, Muhammad Rusna menjelaskan terkait kinerja pelaksanaan APBN di wilayah kerja KPPN Malang pada 5 Kabupaten/Kota sampai dengan 31 Desember 2025 realisasi pendapatan mencapai Rp115,80 Triliun mengalami penurunan sebesar 2,50% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (y-o-y). Capaian pendapatan ditopang oleh penerimaan perpajakan yang terdiri dari Pajak penghasilan sebesar Rp6,68 Triliun, mengalami pertumbuhan sebesar 2,58% (y-o-y). Pajak Pertambahan Nilai mencapai Rp16,51 Triliun atau turun 12,13% (y-o-y).
Sedangkan penerimaan Cukai menyumbang Rp90,23 Triliun turun sebesar 1,83% (y-o-y). PNBP lainnya telah terealisasi sebesar Rp510,24 Miliar atau 200,72% dari target ditetapkan dan mengalami pertumbuhan sebesar 3,68% bila dibandingkan tahun sebelumnya. Kinerja belanja negara sampai dengan 31 Desember 2025 mencapai Rp14,91 Triliun atau sekitar 96,54% dari total pagu anggaran sebesar Rp15,45 Triliun. Ditopang oleh kinerja Belanja Pemerintah Pusat yang terserap Rp6,11 Triliun (94,82%) mengalami kontraksi sebesar 12,16% (y-o-y). Kinerja Belanja K/L ditopang oleh realisasi belana pegawai sebesar Rp4,09 Triliun (98,40%), realisasi belanja barang sebesar Rp1,66 Triliun (88,45%), realisasi belanja modal sebesar Rp345,02 Miliar (87,25%) dan realisasi belanja bansos sebesar Rp15,71 Miliar (99,37%).
Belanja Transfer Ke Daerah (TKD) telah tersalur Rp8,81 Triliun (97,77%). Kinerja Belanja Transfer ke Daerah (TKD) ditopang oleh kinerja realisasi Dana Alokasi Umum yang mencapai Rp5,11 Triliun atau 98,60% dari alokasi pagu, serta kinerja Dana Transfer Khusus sebesar Rp1,72 Triliun atau 98,84% dari alokasi pagu TA 2025. Sedangkan Dana Desa terealisasi mencapai Rp794,06 Miliar atau sekitar 95,03% dari alokasi. Untuk Dana Desa telah disalurkan ke 738 desa pada 5 Kabupaten/Kota.
Dalam rangka pengendalian inflasi melalui program 4K, terdapat belanja pemerintah pusat di wilayah Malang Raya dan Pasuruan yang mendukung program kelancaran distribusi, keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, dan komunikasi efektif dengan total pagu sebesar Rp143,58 Miliar. Sampai dengan 31 Desember 2025 telah terealisasi sebesar Rp123,19 Miliar (85,80%). Diperlukan peran serta pemerintah daerah pada di wilayah Malang Raya dan Pasuruan untuk mendorong OPD pengampu DAK Fisik dalam rangka percepatan pemenuhan dokumen syarat salur serta memperhatikan batas akhir penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa di akhir tahun anggaran.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?