Banner Iklan

Jelang HBKN, DPD RI Lia Istifhama Tegaskan Cadangan Beras Nasional Terkuat Sepanjang Sejarah

Anis Hidayatie
31 Januari 2026 | 10.49 WIB Last Updated 2026-01-31T03:49:58Z

Ning Lia soal Stok Aman Jelang HBKN,Tegaskan Cadangan Beras Nasional Terkuat Sepanjang Sejarah

SURABAYA| JATIMSATUNEWS.COM:  Menjelang perayaan Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Imlek dan Ramadan, isu ketersediaan serta stabilitas harga beras kembali menjadi perhatian publik. Menjawab kekhawatiran tersebut, Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Lia Istifhama, memastikan bahwa stok beras nasional berada dalam kondisi aman, terkendali, dan bahkan terkuat sepanjang sejarah pengelolaan pangan nasional.

Senator asal Jawa Timur yang akrab disapa Ning Lia itu menegaskan, pemerintah saat ini memiliki cadangan beras yang sangat memadai untuk menghadapi lonjakan kebutuhan konsumsi masyarakat pada momentum keagamaan besar.

“Dengan capaian stok yang signifikan, pemerintah memiliki ruang yang cukup untuk menjaga pasokan sekaligus menstabilkan harga beras di tengah meningkatnya permintaan,” ujar DPD RI Lia Istifhama, Jumat (30/01).

Ning Lia mengungkapkan bahwa stok beras nasional saat ini telah menyentuh angka sekitar 3,3 juta ton. Jumlah tersebut menjadi indikator kuat kesiapan negara dalam mengantisipasi dinamika pasar pangan, khususnya menjelang periode konsumsi tinggi.

Menurutnya, capaian tersebut bukan sekadar angka statistik, melainkan cerminan kesiapan negara dalam menjamin kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi. Pemerintah dinilai mampu menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan sehingga potensi gejolak harga dapat ditekan secara efektif.

Ia menilai, keberadaan cadangan beras yang kuat merupakan instrumen strategis dalam menciptakan rasa aman di tengah masyarakat, terutama bagi kelompok rentan yang paling terdampak ketika harga bahan pokok mengalami kenaikan.

Lebih lanjut, Ning Lia menegaskan bahwa beras merupakan komoditas strategis yang berpengaruh langsung terhadap stabilitas ekonomi nasional. Fluktuasi harga beras, kata dia, tidak hanya berdampak pada inflasi, tetapi juga sangat menentukan daya beli masyarakat secara luas.

Menjelang Imlek dan Ramadan, pengendalian stok serta harga beras menjadi prioritas utama pemerintah. Dengan cadangan yang kuat, negara dinilai memiliki kemampuan intervensi pasar yang lebih efektif apabila terjadi tekanan distribusi maupun spekulasi harga.

Ning Lia juga mengapresiasi langkah-langkah antisipatif pemerintah dalam menjaga rantai pasok pangan nasional. Ia berharap konsistensi kebijakan tersebut terus dijaga agar stabilitas pangan benar-benar dirasakan masyarakat hingga ke tingkat bawah.

“Dengan kondisi stok yang solid dan pengawasan yang berkelanjutan, masyarakat diharapkan dapat menyambut HBKN dengan lebih tenang, tanpa kekhawatiran akan kelangkaan maupun lonjakan harga beras,” pungkasnya. 


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Jelang HBKN, DPD RI Lia Istifhama Tegaskan Cadangan Beras Nasional Terkuat Sepanjang Sejarah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now