Banner Iklan

Disini Kutemukan Surgaku

Admin JSN
02 Januari 2026 | 12.31 WIB Last Updated 2026-01-02T09:48:40Z

Disini Kutemukan Surgaku

ARTIKEL| JATIMSATUNEWS.COM: Matahari baru saja mengintip di ufuk timur, memberikan semburat warna keemasan di halaman RA Tarbiyatul Aulad. Di depan gerbang, berdirilah seorang wanita dengan senyum yang tak pernah pudar. Beliau adalah Ibu Rokhmatul Auliah atau yang akrab disapa Bu Lia.

Setiap Langkah kaki mungil yang masuk ke halaman RA Tarbiyatul Aulad bukanlah sekedar rutinitas. “ Assalamu’alaikum, Bu Lia! ” seru siswa kecil sambil berlari memelukku, Di saat itulah, Lelah yang sempat singgah di Pundakku luruh seketika.

Menjadi seorang pendidik di Raudhatul Athfal (RA) Tarbiyatul Aulad bukanlah sekadar profesi bagiku, Namun panggilan jiwa untuk kembali menjadi kecil guna memahami kebesaran hati manusia. Di RA Tarbiyatul Aulad, setiap pagi aku tidak hanya melangkah menuju sebuah gedung sekolah, melainkan menuju sebuah taman tempat doa-doa kecil dilangitkan dan tawa tanpa beban menjadi melodi harian.

Satu pengalaman yang paling membekas dalam ingatanku terjadi di pengujung tahun ini. Saat itu, hujan turun cukup deras di pagi hari mengguyur sekolah kami. Beberapa anak tampak murung karena tidak bisa bermain di halaman. Namun, di tengah suasana itu, seorang siswa kecil bernama Adibah menghampiriku dan bertanya, "Bu Lia, kalau hujan begini, apakah Allah sedang menyirami bunga-bunga di surga?"

Pertanyaan sederhana itu seketika meruntuhkan kelelahanku. Di Madrasah, Aku menyadari bahwa tugasku bukan hanya mengajar alfabet atau angka, namun menjaga kemurnian tauhid dan imajinasi mereka. Akupun menjawabnya dengan senyuman paling ceria, "Iya, Sayang. Allah sedang berbagi kebahagiaan untuk semua makhluk-Nya". Kami pun menghabiskan waktu dengan bernyanyi bersama, mengubah suasana yang mendung menjadi riuh rendah penuh tawa.

Bagiku, kebahagiaan sejati menjadi bagian dari Madrasah adalah saat melihat transformasi kecil yang luar biasa. Melihat anak yang dulunya pemalu kini berani tampil memimpin doa, atau melihat mereka saling berbagi bekal tanpa diminta. Itulah momen "Ahaaaa!" yang menginspirasi hidupku. Di RA Tarbiyatul Aulad, aku belajar bahwa pendidikan karakter yang berlandaskan nilai islami adalah fondasi paling kuat yang bisa aku berikan kepada mereka.

Tema "Ceria dan Bahagia" bukan sekadar slogan di kelasku. Itu adalah prinsip. Aku percaya bahwa guru yang bahagia akan melahirkan murid yang bahagia. Madrasah memberikan aku ruang untuk menjadi sosok ibu, sahabat, sekaligus guru yang menanamkan bahwa belajar agama itu indah dan menyenangkan.

Kini, setiap kali aku merasa lelah dengan tumpukan administrasi atau tantangan zaman di tahun 2025 ini, aku cukup memandang wajah-wajah polos itu. Di sana, aku menemukan alasan untuk terus bertahan. Menjadi guru di Madrasah telah mengajarkanku bahwa kebahagiaan tidak ditemukan dalam kemewahan, melainkan dalam ketulusan salim (salam) tangan anak-anak dan binar mata mereka saat mengucap "Terima kasih, Bu Lia". Aku bangga menjadi bagian dari Madrasah. Aku bahagia menjadi pendidik di RA Tarbiyatul Aulad. Karena di sinilah, aku tidak hanya sedang membangun masa depan mereka, tetapi saya juga sedang membangun jalan pulang saya menuju rida-Nya melalui senyum anak-anak yang ceria.


Oleh : Rokhmatul Auliah (Bu Lia)

Dari : RA. Tarbiyatul Aulad - Gondangwetan


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Disini Kutemukan Surgaku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now