ARTIKEL | JATIMSATUNEWS.COM: Ada pengalaman luar biasa dalam hidup saya, tepatnya pada tahun 2009, di mana dua pintu keberkahan secara bersamaan terbuka dari langit. Saya sempat tercengang dalam dua takdir baik tersebut. Namun sebagai seorang beriman, saya menyadari bahwa itu bukanlah sebuah mimpi, melainkan takdir Allah yang sudah tertulis rapi di Lauhul Mahfuzh.
Hal ini dimulai dari sebuah pengumuman seleksi beasiswa S2 bagi guru mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) dari Ditjen Pendis. Saya masih ingat betul suasana di IAIN Sunan Ampel Surabaya dikala itu. Ratusaan guru dari seluruh pelosok Indonesia berkumpul dengan harapan yang sama. Melalui seleksi sangat ketat, hanya menjaring 30 orang guru terbaik se-Indonesia.
Alhamdulillaah, turunlah takdir baik saya yang pertama. Ketika pengumuman keluar, ternyata nomor urut pertama adalah nama saya Miftachul Ula, guru SKI MAN 2 Kota Malang. Sebuah hasil yang tidak pernah terlintas dalam pikiran saya sebelumnya. Saya pun resmi menjadi mahasiswa S2 di UIN Maliki Malang pada program Studi Ilmu Agama Islam (SIAI) dan mendapatkan beasiswa penuh tahun anggaran 2009/2011.
Akan tetapi di sisi lain, saat perkuliahan saya memasuki semester ketiga, datanglah takdir baik saya yang kedua yaitu SK CPNS Kementerian Agama saya turun. Kabar yang seharusnya disambut dengan penuh sukacita, justru membawa kegalauan luar biasa dalam diri saya.
Saya masih ingat wajah analis kepegawaian di kantor Kemenag Kota Malang saat itu. Beliau berkata dengan tegas bahwa saya harus memilih salah satu: melanjutkan beasiswa S2 atau tetap mengajar sebagai guru CPNS di MAN 2 Kota Malang. "Tidak bisa diambil dua-duanya, Pak Ula," begitu kurang lebih kalimat yang masih terngiang.
Banyak teman berkata "Pilihlah yang aman saja pak Ula ", namun hati saya ingin mendapatkan keduanya. Saya tidak ingin menyia-nyiakan amanah negara lewat beasiswa yang telah saya peroleh ketika status saya masih guru honorer, namun saya juga sangat mencintai profesi guru. Tapi, karena saat itu aturan birokrasi sangat ketat, maka keputusan terbaik harus saya ambil.
Meski dihadapkan pada pilihan sulit, sejarah mencatat bahwa niat baik akan selalu menemukan jalannya. Akhirnya, saya memutuskan untuk mendahulukan panggilan tugas sebagai abdi negara dengan memilih CPNS, dan dengan berat hati saya sempat "terminal" atau cuti dari bangku perkuliahan di UIN Maliki Malang.
Selama satu tahun saya mencurahkan energi dan pikiran sepenuhnya untuk menjalankan tugas sebagai guru CPNS dan pada akhirnya saya mengikuti Diklat Prajabatan Gol. III Angkatan-77 di Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur pada tahun 2010. Namun, keinginan saya untuk menuntaskan studi S2 tidak pernah sirna. Setelah saya resmi menjadi PNS, dengan perjuangan dan manajemen waktu serta biaya yang ekstra ketat, saya kembali ke kampus untuk melanjutkan proses akademik saya dengan biaya mandiri pada tahun 2011.
Pada akhirnya, saya berhasil menuntaskan keduanya. Pendidikan S2 di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berhasil saya selesaikan pada tahun 2013, sembari tetap menjalankan tugas mulia mengajar mapel SKI di MAN 2 Kota Malang.
Barokah dari keputusan untuk kembali dan menuntaskan ilmu itulah yang membuka pintu-pintu pengabdian yang lebih luas. Pengalaman akademik dari S2 dan pengalaman praktis di kelas MAN 2 Kota Malang membawa saya dipercaya menjadi Tim Penyusun Soal UAMBN Nasional 2014, Tim Penyusun Modul SKI 2015, penulis buku teks SKI Nasional yang diterbitkan Erlangga dan Duta 2017, hingga menjadi Instruktur Nasional mapel SKI tahun 2018.
Kini, di sela tugas saya sebagai Wakil Kepala MAN 2 Kota Malang bidang humas dan berkhidmat sebagai Ketua Tanfidziyah NU Kelurahan Polowijen, saya menengok ke belakang dengan rasa haru. Tahun 2009 sampai 2013 adalah bukti bahwa ketika kita mendahulukan kewajiban dengan niat yang tulus, Allah akan melapangkan jalan bagi kita untuk meraih ilmu kembali.
Kini, doa saya hanya satu: Semoga Allah kembali membuka "Takdir Baik Ketiga" melalui kesempatan mendapatkan beasiswa S3, agar sisa umur ini bisa semakin bermanfaat bagi agama, nusa, bangsa, dan almamater. Sekian.
Oleh: Miftachul Ula, BISS., M.Ag (NIP.197209262007101003)
(Guru mapel SKI dan Waka Humas MAN 2 Kota Malang)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?