Banner Iklan

Belajar dari Lapangan: Mahasiswa Teknik Sipil UPN Veteran Jawa Timur Mengikuti Magang pada Proyek Gedung Onkologi RSUD Haji JaTim melalui Kolaborasi Pendidikan–Industri

Admin JSN
15 Desember 2025 | 12.44 WIB Last Updated 2025-12-15T07:35:27Z
Gambar 1. Tampak Atas Proyek Pembangunan Gedung Onkology
(Sumber: Dokumentasi Penulis, 2025)


SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM - Bidang teknik sipil memegang peranan penting dalam pembangunan infrastruktur, terutama pada konstruksi gedung bertingkat yang menuntut ketelitian tinggi di setiap tahap pelaksanaan. Pembangunan Gedung Onkologi 8 Lantai RSUD Haji Surabaya menjadi salah satu contoh proyek berskala besar yang menuntut pengendalian mutu yang ketat, perencanaan terstruktur, serta penerapan standar keselamatan kerja secara konsisten. Selain berfungsi sebagai fasilitas layanan kesehatan, proyek ini juga menjadi media pembelajaran praktis bagi mahasiswa dalam mengaplikasikan teori perkuliahan ke dalam kondisi nyata.

Melalui program Magang MBKM UPN Veteran Jawa Timur, mahasiswa Teknik Sipil berkesempatan terjun langsung mengikuti proses konstruksi di lapangan. Kegiatan teknis harian yang dijalankan meliputi briefing pagi bersama tim pengawas serta inspeksi area pekerjaan untuk memastikan seluruh aktivitas berjalan sesuai prosedur. Pengalaman ini membuka wawasan baru mengenai koordinasi lapangan, pembagian tugas, dan penyusunan metode kerja yang efektif.

Gambar 2. Dokumentasi Kegiatan Pemindahan Limbah Galian Proyek Pembangunan Gedung Onkology RSUD Haji Surabaya
(Sumber: Dokumentasi Penulis, 2025)

Pengalaman lapangan menjadi pembelajaran berharga bagi peserta magang di proyek konstruksi. Berbeda dengan materi di ruang kelas, praktik langsung di lapangan memberikan pemahaman yang lebih nyata terhadap dunia kerja.

Salah satu peserta magang, Salsa, mengaku banyak mendapatkan wawasan baru selama mengikuti program tersebut. “Di bangku kuliah saya belajar banyak teori dan perhitungan, sementara di lapangan saya bisa melihat dan memahami langsung penerapannya,” ujarnya.

Sementara itu, Arasi menilai program magang ini penting sebagai bekal memasuki dunia kerja. “Melalui program magang, saya mendapatkan gambaran nyata tentang kondisi dan situasi kerja di lapangan,” tuturnya.

Kegiatan magang turut melatih kemampuan analitis dalam penyelesaian masalah ketika kondisi lapangan tidak sejalan dengan perencanaan awal. Pengamatan terhadap proses pengambilan keputusan oleh supervisor, pemilihan alternatif metode kerja, hingga penerapan penyesuaian tanpa mengabaikan faktor keselamatan dan kualitas konstruksi memberikan pengalaman profesional yang bernilai.

Program magang ini sekaligus mencerminkan implementasi prinsip SDGs 17 mengenai penguatan kemitraan antara perguruan tinggi, kontraktor, konsultan pengawas, dan pihak rumah sakit. Kolaborasi tersebut memberikan manfaat langsung bagi pengembangan kompetensi mahasiswa serta mendukung kelancaran proses pelaksanaan proyek. Sinergi lintas sektor ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata menuju peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan berkelanjutan. ***


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Belajar dari Lapangan: Mahasiswa Teknik Sipil UPN Veteran Jawa Timur Mengikuti Magang pada Proyek Gedung Onkologi RSUD Haji JaTim melalui Kolaborasi Pendidikan–Industri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now