Banner Iklan

Riba: Film Horor yang Menampar Realitas Sosial dan Menggugah Sisi Psikologis Penonton

Rahmani Hafidzi
14 November 2025 | 18.22 WIB Last Updated 2025-11-14T14:01:19Z

Verona Film menggelar Cinematalk bersama Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang 

Malang, JATIMSATUNEWS.COM — Di tengah maraknya film horror yang mengandalkan jump scare, film Riba hadir berbeda. Karya terbaru Verona Film ini justru mengajak penonton merenungi sisi gelap kehidupan nyata: hutang, tekanan keluarga, dan rasa putus asa yang membawa manusia pada keputusan keliru.

Kisah Film “Riba” berangkat dari thread “Getih Anak”, yang menceritakan keluarga terjerat hutang riba hingga mengalami tekanan psikologis berat. Dalam Cinema Talk di Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang, para produser membeberkan bahwa film ini lahir dari keprihatinan terhadap fenomena pinjaman berbunga tinggi yang banyak menjebak masyarakat.


“Kami ingin memberikan edukasi. Pinjaman boleh saja, tapi harus tahu batas kemampuan membayar. Kalau tidak sanggup, bisa diteror habis-habisan,” tegas Titin Suryani. 


Meski dipackaging sebagai film horror, Riba sesungguhnya memuat pesan moral dan refleksi sosial. Produser menegaskan bahwa tekanan psikologis menjadi jantung cerita. Penonton akan melihat bagaimana seseorang yang terus terhimpit ekonomi mengalami tekanan emosional yang sangat besar, hingga akhirnya tersesat dalam pilihan penuh risiko.


“Kita pikir masalah selesai begitu saja. Tapi tidak semudah itu. Tokoh utama pun sadar bahwa dia tidak mau, tapi keadaan memaksa,” tambahnya .


Untuk mendukung emosi film, tim bahkan menggarap musik orkestra hingga luar negeri menegaskan bahwa Riba bukan sekadar film horor, melainkan pengalaman batin bagi penonton.


Dipilihnya Fakultas Psikologi UMM bukan tanpa alasan. Para produser menilai bahwa kampus ini memiliki pengaruh besar serta relevan secara akademik dengan tema film.


“Film ini penuh unsur psikologi. Di sini, mahasiswa bisa melihat bagaimana tekanan ekonomi memengaruhi pikiran dan perasaan seseorang,” ujar Bedy Kunaedy.


Film Riba dijadwalkan tayang serentak pada 4 Desember 2025. Selain menyasar layar bioskop Indonesia, film ini juga diproyeksikan untuk masuk ke platform OTT seperti Netflix, serta proyeksinya akan dibawa ke Malaysia untuk dijual yang memiliki kedekatan budaya dengan Indonesia.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Riba: Film Horor yang Menampar Realitas Sosial dan Menggugah Sisi Psikologis Penonton

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now