Foto: Syukron
KEDIRI | JATIMSATUNEWS.COM — Perasaan haru dan bangga menyelimuti Moh. Syukron Makmun, mahasiswa pascasarjana Universitas Islam Tribakti (UIT) Kediri yang juga ustadz di Pondok Pesantren Al-Ma'ruf ketika namanya diumumkan sebagai salah satu peserta terpilih dalam Pelatihan Pengembangan Wawasan Moderasi Beragama dan Internalisasi Ekoteologi.
Kegiatan bergengsi ini diselenggarakan oleh Pusat Pembiayaan Pendidikan dan Keagamaan (PUSPENMA) Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI, yang berlangsung pada 13–19 November 2025 di UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Dari ribuan pendaftar dari seluruh Indonesia, Syukron menjadi satu dari 60 peserta yang berhasil lolos melalui proses seleksi ketat.
“Saya tidak menyangka bisa terpilih. Ini bukan sekadar pelatihan, tapi momentum untuk memperdalam nilai-nilai moderasi beragama sekaligus memahami hubungan spiritual manusia dengan alam,” ungkap syukron, seorang guru sekaligus aktivis pesantren penuh semangat.
Menurutnya, tema moderasi beragama dan ekoteologi menjadi sangat relevan di tengah tantangan sosial dan lingkungan saat ini. “Sebagai generasi muda akademisi, kita perlu menghadirkan wajah Islam yang ramah terhadap sesama dan terhadap bumi. Islam mengajarkan keseimbangan — dan pelatihan ini membuka cakrawala baru untuk menerapkannya dalam kehidupan nyata,” tambah syukron
Pelatihan ini tidak hanya menghadirkan sesi akademik, tetapi juga diskusi lintas daerah dan praktik lapangan yang menekankan nilai inklusivitas, keberlanjutan, serta etika ekologis dalam perspektif keagamaan.
Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan dan Keagamaan (PUSPENMA) Kemenag RI, Dr. H. Ruchman Bashori, M.Ag, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian Agama untuk membangun ekosistem pendidikan keagamaan yang terbuka dan berwawasan ekologis.
“Kami ingin melahirkan generasi cendekiawan yang tidak hanya memahami teks keagamaan, tetapi juga mampu menerjemahkan nilai-nilai moderasi dan kelestarian lingkungan dalam tindakan nyata. Di tangan mereka, masa depan harmoni antarumat beragama dan keseimbangan alam dapat terjaga,” tutur Dr. H. Ruchman Bashori, M.Ag
Bagi Syukron sebagai guru di MIS Darussalam Mojo Kediri, pengalaman ini akan menjadi modal penting untuk terus berkontribusi dalam bidang pendidikan dan dakwah yang ramah lingkungan. “Saya berharap bisa menularkan semangat moderasi dan cinta lingkungan, dimulai dari kampus, lalu ke masyarakat luas,” tutupnya penuh optimisme.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?