Kadis Kominfo Kabupaten Malang Tsalis Apresiasi UKW, PWI Malang Raya Tegaskan Komitmen Pendidikan Jurnalis Profesional
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Periode 59 Tahun 2025 dilaksanakan di Kampus C Universitas Insan Budi Utomo (IBU) Malang pada tanggal 28–30 November 2025.
Mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak termasuk dari Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Kabupaten Malang, Atsalis Supriyanto. Kunjungan Tsalis ke lokasi UKW Sabtu 29/11/2025 menekankan pentingnya peningkatan kompetensi di tengah ekosistem perkembangan media dan informasi yang semakin cepat.
Dalam kesempatan itu, Tsalis menyampaikan bahwa peningkatan kualitas SDM bukan hanya menjadi kebutuhan bagi jurnalis, namun juga bagi aparatur sipil negara (ASN).
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan uji kompetensi wartawan ini. Jangankan jurnalis, kami sebagai ASN juga wajib mengikuti uji kompetensi setiap lima tahun. Ini bagian dari upaya memperbaiki dan meningkatkan kualitas diri,” ujarnya.
Tsalis juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan media. Ia berharap setelah mengikuti UKW, para jurnalis semakin matang dalam menyajikan informasi yang edukatif, santun, dan bebas dari hoaks.
“Harapannya, melalui teman-teman jurnalis UKW semakin profesional. Berita yang disajikan harus positif, mendidik, dan ikut melawan hoaks. Ini penting demi terciptanya komunikasi yang sehat antara pemerintah dan masyarakat,” tegasnya.
Tsalis menambahkan bahwa jurnalis di Kabupaten Malang kini semakin mengedepankan proses klarifikasi sebelum menulis atau memublikasikan informasi, sebuah kemajuan signifikan dalam ekosistem media lokal.
"Sekarang teman-teman jurnalis lebih mengutamakan konfirmasi. Bahkan sebelum berita diunggah, mereka meminta kami mempelajarinya terlebih dahulu agar tidak ada kata yang mengganggu pihak lain. Ini perkembangan yang sangat baik," kata Tsalis.
Mendampingi, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya Cahyono, turut memberikan pernyataan mengenai pentingnya UKW sebagai instrumen peningkatan kualitas jurnalisme.
Menurutnya, PWI Malang Raya memang menaruh perhatian besar pada jurnalistik pendidikan, terutama karena UKW merupakan peraturan yang ditetapkan oleh Dewan Pers sebagai syarat profesionalitas wartawan.
“Alhamdulillah kami tidak pernah berhenti melaksanakan Uji Kompetensi Wartawan. Banyak lembaga yang mengapresiasi karena ini bagian dari kebutuhan pendidikan,” ujar Cahyono.
Ia menegaskan bahwa PWI Malang Raya berkomitmen menjadikan UKW sebagai ruang pembinaan bagi jurnalis agar dapat bekerja sesuai standar profesional.
“Karena ini regulasi Dewan Pers, maka UKW wajib dilalui. Konsentrasi kami adalah pada pendidikan. Teman-teman wartawan harus memenuhi aplikasi keilmuan dan menjadi jurnalis yang benar-benar profesional,” ujarnya.
Baik Tsalis maupun Cahyono sepakat bahwa profesionalitas merupakan fondasi utama bagi jurnalis di era digital. Melalui UKW, surat kabar diharapkan mampu memperkuat kecermatan dalam verifikasi berita, pemilihan diksi yang tepat, serta kemampuan menyajikan informasi yang berimbang.
Gelaran UKW Periode 59–2025 ini diharapkan menjadi tidak penting dalam memperkuat kualitas SDM pers di Malang Raya, sekaligus meneguhkan komitmen PWI dalam mencetak wartawan profesional yang berintegritas, edukatif, dan kompeten. Ans



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?