Banner Iklan

Alas Veenuz: Sejuknya Hutan Pinus yang Menghidupkan Harapan dari Masa Pandemi

29 November 2025 | 11.57 WIB Last Updated 2025-11-29T04:57:43Z
Jatimsatunews.com, Trawas, Mojokerto — Di balik rimbunnya hutan pinus Desa Sukosari, Trawas, berdirilah Alas Veenuz, sebuah destinasi wisata alam yang lahir dari tangan-tangan warga saat pandemi. Tempat ini bukan sekadar ruang rekreasi, tetapi juga simbol kebangkitan, harapan, dan kerja keras. 
Pada Selasa, 25 November 2025, saya kembali menapaki tempat ini untuk menghadiri rapat koordinasi tahunan tim jatimsatunews.com sekaligus mengulang ingatan pada kunjungan saya sebelumnya ketika perayaan HUT ke-3 Alas Veenuz.

Perjalanan Malam Menuju Alas Veenuz

Cuaca hari itu cerah, sebuah keberkahan di tengah musim hujan yang sebelumnya hampir setiap hari membanjiri berbagai wilayah. Karena jarak Sidoarjo ke Trawas tidak terlalu jauh, saya memutuskan berangkat setelah magrib bersama bocil saya, menggunakan motor. Perjalanan malam terasa lenggang,  jalanan sepi, udara lembap pegunungan menyambut ketika kami memasuki area perbukitan. Hanya suara motor dan desir angin yang menemani perjalanan.

Sesampainya di gerbang Alas Veenuz selepas salat Isya, suasana begitu sepi. Hanya penjaga loket yang tampak berjaga. Setelah saya menyampaikan maksud kedatangan, kami diarahkan langsung menuju lokasi acara. Di sana, berdiri enam tenda yang berjajar rapi, semuanya disiapkan untuk tim jatimsatunews. Tidak ada pengunjung lain malam itu, wajar, bukan akhir pekan, musim hujan, dan sudah memasuki tanggal tua.

Rakor Tahunan di Tengah Sunyinya Hutan Pinus

Acara inti dimulai sekitar pukul 20.30 WIB. Tak semua perwakilan daerah bisa hadir, namun beberapa tetap datang dari Madura, Malang kota, Malang kabupaten, Pasuruan kota dan kabupaten, serta Sidoarjo yang kali ini saya wakili.

Selepas agenda utama, suasana malam makin larut. Sunyi, gelap, dan dingin khas perbukitan. Tidak banyak suara selain gesekan daun dan hembusan angin. Saya memilih langsung beristirahat di dalam tenda, hanya berdua dengan bocil saya. Rasanya seperti berada jauh dari dunia luar, tenang sekaligus magis.

Pagi yang Hangat dan Penuh Kehangatan

Keesokan paginya, kegiatan bersama tim jatimsatunews dilanjutkan sambil menikmati sarapan bersama. Setelah acara selesai, barulah saya punya kesempatan berjalan santai menyusuri kawasan Alas Veenuz. Saat matahari mulai naik di sela pepohonan pinus, keindahan area ini tampak jelas: sejuk, segar, alami, tempat ideal untuk berkumpul bersama keluarga, healing, atau acara gathering kantor.

Kisah di Balik Berdirinya Alas Veenuz

Kunjungan ini adalah yang kedua bagi saya. Saya pernah hadir saat perayaan HUT ke-3 Alas Veenuz pada awal Mei tahun ini. Saat itu, banyak pejabat penting hadir, Bupati Mojokerto Gus Barra, perwakilan Perhutani Jatim, anggota DPD RI Lia Istifama, Ketua FPK Kabupaten Pasuruan Gus Bay, hingga Direktur Alas Veenuz sendiri, Rahman, yang akrab dipanggil Paman.

Dalam sambutannya, Paman membagikan perjalanan emosional dan inspiratif tentang awal mula Alas Veenuz berdiri.

“Alas Veenuz ini berdiri saat pandemi. Karena ingin memiliki kegiatan yang bermanfaat, maka saya dan kawan-kawan, sembilan orang totalnya, mulai mencangkul. Izin pada Perhutani diperbolehkan. Jadilah Alas Veenuz yang bisa memberi manfaat pada setidaknya 500 warga sekitar,” ungkapnya.

Ismail kemudian menambahkan cerita tentang bagaimana lokasi ini berawal dari paguyuban pemilik warung yang ingin tetap bertahan melewati badai Covid-19. Sementara itu, ADM Ivan dari Perhutani menjelaskan bahwa pengelolaan hutan dapat diberikan kepada masyarakat selama mengikuti aturan. Ia memberi apresiasi kepada Alas Veenuz yang dianggap paling taat aturan, bahkan menjadi satu-satunya kawasan wisata alam berbasis hutan yang bisa merayakan ulang tahun dengan perayaan resmi.

Saya pribadi kagum pada semangat dan keteguhan Paman, bagaimana beliau dan tim mampu menyulap lahan hutan menjadi kawasan yang bermanfaat, asri, produktif, dan membuka lapangan pekerjaan bagi ratusan warga sekitar. Tidak hanya masyarakat Mojokerto, bahkan banyak warga dari berbagai penjuru Jawa Timur merasakan manfaat hadirnya Alas Veenuz.

Selalu Ramai Saat Hari Libur

Kini, setiap akhir pekan, hari libur, atau musim liburan, Alas Veenuz hampir selalu ramai dikunjungi wisatawan. Dari keluarga yang membawa anak, komunitas yang gathering, hingga para penyuka camping dan piknik alam.

Sebuah tempat yang lahir dari keprihatinan masa pandemi, kini berkembang menjadi destinasi wisata yang memberikan kehidupan, baik secara ekonomi maupun sosial bagi masyarakat sekitar.

Dan bagi saya pribadi, Alas Veenuz adalah tempat yang tidak hanya menawarkan kesejukan hutan pinus, tetapi juga menghadirkan cerita perjuangan, kebersamaan, dan harapan yang tumbuh dari tanah yang dulu hanya alas, kini menjadi ruang indah yang dibanggakan bersama.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Alas Veenuz: Sejuknya Hutan Pinus yang Menghidupkan Harapan dari Masa Pandemi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now