Banner Iklan

DPD RI Lia Istifhama Tanggapi Pencurian Kabel PJU: Warga Surabaya Tak Tenang Beraktivitas di Malam Hari

Admin JSN
29 November 2025 | 22.26 WIB Last Updated 2025-11-29T15:40:44Z
Anggota DPD RI Komisi III, Lia Istifhama menanggapi maraknya kasus pencurian PJU di Surabaya./dok. Lia Istifhama Center

SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM - Anggota Dewan Perwakilan Daerah RI, Lia Istifhama turut menanggapi kejadian pencurian kabel Penerangan Jalan Umum (PJU) di Surabaya, Jawa Timur.

Sejumlah ruas jalan protokol di Kota Surabaya akhir-akhir ini tampak gelap gulita tiap malam hari. Warga pun resah karena kondisi tersebut menimbulkan rasa tidak aman.

Terutama, bagi pengendara dan pejalan kaki yang tiap hari melintas di kawasan padat aktivitas.

Anggota DPD RI Komisi III, Lia Istifhama kemudian mengungkapkan penyebab utama hilangnya penerangan tersebut yakni maraknya aksi pencurian kabel PJU yang ditanam di dalam gorong-gorong.

Menurutnya, tindakan kriminal ini memiliki pola dan lokasi yang terarah. Karena itu, senator yang akrab disapa Ning Lia ini menekankan pentingnya keamanan fasilitas umum untuk kenyamanan masyarakat.

Lia menuturkan bahwa pencurian kabel bukan sekadar tindak kejahatan yang merugikan negara, namun juga mengancam keselamatan warga yang tiap hari mengandalkan penerangan jalan sebagai penunjang keamanan.

Berdasarkan data yang diterima, aksi pencurian kabel PJU terjadi di berbagai ruas penting Surabaya, antara lain Jalan Tunjungan sisi timur, Jalan Panglima Sudirman sisi barat, Frontage Timur Jalan A. Yani, Jalan Pemuda sisi selatan, Jalan Gubernur Suryo, Jalan Wijaya Kusuma, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Indrapura, dan Jalan Urip Sumoharjo.

Selama periode 12 Februari hingga 28 November 2025, setidaknya 17 titik terdampak dengan total kabel yang hilang mencapai 2.640 meter. Pencurian tersebut merusak 88 gawang PJU sehingga menyebabkan pemerintah harus menanggung kerugian yang diperkirakan mencapai Rp 250,8 juta.

Pemerintah kota kini terus melakukan pemantauan dan memperkuat pengamanan aset, termasuk peningkatan patroli sambil melakukan perbaikan bertahap demi memulihkan penerangan di seluruh kawasan yang terdampak.

Kondisi jalan yang gelap tentu meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas serta memicu tindak kejahatan, seperti penjambretan atau begal yang memanfaatkan minimnya penerangan.

"Penerangan jalan adalah hak dasar masyarakat dalam menjamin keamanan selama beraktivitas. Ketika lampu padam karena ulah pelaku tak bertanggung jawab, maka masyarakatlah yang paling dirugikan,” ujar Ning Lia, Sabtu (29/11).

Senator yang dikenal mempunyai tagline Cerdas Inovatif dan Kreatif (Cantik) ini berharap masyarakat dapat turut berperan aktif dalam menjaga fasilitas umum, serta segera melapor jika melihat aktivitas mencurigakan di sekitar jalur instalasi kabel jalan.

"Kami meminta pemerintah dan pihak keamanan kini bergerak cepat untuk menindak pelaku pencurian kabel yang meresahkan tersebut. Warga pun berharap agar penerangan segera pulih sehingga dapat kembali beraktivitas di malam hari dengan aman dan nyaman," tegas Lia, senator peraih penghargaan di detikJatim Awards 2025. ***

Editor: YAN


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • DPD RI Lia Istifhama Tanggapi Pencurian Kabel PJU: Warga Surabaya Tak Tenang Beraktivitas di Malam Hari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now