DPD RI Lia Istifhama Optimistis MoU Kemenhaj RI–Arab Saudi Wujudkan Penyelenggaraan Haji yang Semakin Humanis
JAKARTA | JATIMSATUNEWS.COM: 12 November 2025 — Harapan baru mengiringi penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) dengan Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi , yang menetapkan kuota haji Indonesia tahun 1447 H/2026 M sebanyak 221.000 jamaah . Seluruh jemaah nantinya akan diberangkatkan melalui Jeddah dan Madinah.
Menyanggapi langkah bersejarah ini, Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Lia Istifhama , menyampaikan apresiasi dan optimisme yang tinggi. Menurutnya, MoU tersebut bukan sekedar urusan administratif, melainkan simbol dari peningkatan kualitas diplomasi dan tata kelola penyelenggaraan haji Indonesia.
“Langkah ini merupakan capaian strategi yang mencerminkan hubungan bilateral yang semakin kuat antara Indonesia dan Arab Saudi. MoU ini bukan sekedar soal kuota, tapi tentang komitmen kedua negara dalam menghadirkan penyelenggaraan haji yang profesional, sehat, dan berkeadaban,” ujar Ning Lia , sapaan akrab Lia Istifhama yang juga keponakan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa .
Senator asal Jawa Timur ini menilai, perhatian serius terhadap aspek istitho'ah kesehatan dan integrasi data jemaah menjadi indikator keseriusan pemerintah dalam meningkatkan mutu pelayanan haji.
“Pendekatan kesehatan dan validitas data ini penting. Haji bukan hanya perjalanan rohani, tetapi juga aktivitas fisik dan sosial yang memerlukan kesiapan menyeluruh. Dengan pengawasan kesehatan yang ketat dan sistem data yang terintegrasi, kami memastikan jemaah berangkat dalam kondisi terbaik dan mendapat layanan optimal,” jelasnya.
Selain aspek kesehatan, Ning Lia juga mengapresiasi kebijakan transparansi dalam mekanisme pembayaran melalui lembaga resmi Adahi dan platform Nusuk Masar . Ia menyebut langkah tersebut selaras dengan prinsip akuntabilitas publik dan semangat tata kelola keuangan ibadah yang bersih.
“Keterbukaan dan digitalisasi dalam pembayaran dam merupakan langkah maju dalam tata kelola keuangan ibadah. Ini memperkuat nilai integritas dan mencegah potensi penyimpangan,” ungkap perempuan yang baru-baru ini meraih DetikJatim Award 2025 itu.
Doktoral UINSA tersebut juga menilai pembukaan kantor perwakilan syarikah Arab Saudi di Indonesia sebagai wujud nyata sinergi dan koordinasi lintas negara dalam memperkuat operasional haji.
“Kolaborasi langsung di tingkat teknis ini menunjukkan bahwa penyelenggaraan haji tidak lagi sekedar ritual tahunan, tetapi sebuah ekosistem lintas pelayanan negara yang menuntut inovasi dan profesionalisme,” tegas Ning Lia , putri KH. Maskur Hasyim itu.
Dengan jejak jejak sebagai senator perempuan dengan perolehan suara tertinggi non-petahana se-Indonesia , Lia menegaskan bahwa semangat kemitraan dan modernisasi penyelenggaraan haji harus terus dijaga agar lebih humanis, efisien, dan berdaya saing global .
“Kita optimistis bahwa dengan komitmen dan kerja sama yang erat, Indonesia akan terus menjadi teladan dalam manajemen haji dunia. Haji yang tertib dan berkeadaban adalah cermin kualitas bangsa dalam melayani tamu-tamu Allah,” tutupnya.
Sebelumnya, Menteri Haji dan Umrah RI H. Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) bersama Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq bin Fawzan Al-Rabiah menandatangani MoU tersebut disaksikan para pejabat tinggi dari kedua negara.
“Alhamdulillah, hari ini kami kembali bertemu dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi. Kami berdiskusi banyak tentang persiapan penyelenggaraan haji, terutama istitho'ah kesehatan bagi jemaah Indonesia, mekanisme bendungan, serta integrasi layanan data. Hasilnya, Indonesia mendapat kuota 221.000 jemaah yang semuanya berangkat melalui Jeddah dan Madinah,” jelas Gus Irfan.
Ia menambahkan, keberhasilan penyelenggaraan haji Indonesia akan menjadi tolok ukur keberhasilan pelaksanaan haji secara keseluruhan di Arab Saudi. Oleh karena itu, kedua negara berkomitmen memperkuat kerja sama teknis, pengawasan kesehatan, dan transparansi keuangan .
Penandatanganan MoU ini menjadi tonggak awal menuju penyelenggaraan haji 1447 H/2026 M yang lebih tertib, sehat, dan berkeadaban , serta mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Arab Saudi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi tamu-tamu Allah . (ANS)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?