Banner Iklan

Bucket Kebahagian di Hari Wisuda

Admin JSN
29 November 2025 | 22.17 WIB Last Updated 2025-11-29T15:18:03Z

 

FEATURE | JATIMSATUNEWS.COM – Di tengah lautan toga hitam yang bergerak khidmat dan tawa keluarga yang pecah di pelataran Universitas Negeri Surabaya (UNESA), ada satu sudut yang memantulkan suasana berbeda. Bukan kamera, bukan spanduk ucapan, melainkan sebuah lapak sederhana yang penuh warna. Di sana, seorang bapak penjual bucket tampak sibuk menata dagangannya buket bunga, boneka, hingga tumpukan buket makanan ringan yang disusun setinggi lutut.

Ketika ditanya sejak kapan ia berjualan buket bapak menjawab “Sudah cukup lama, Mas,” ujarnya sambil tersenyum. Tangannya tak berhenti membenarkan posisi pita merah muda di salah satu buket. “Dari dulu, tiap ada wisuda, saya pasti di sini. Tapi kalau hari biasa juga jualan, kadang ada pesanan dari mahasiswa.”

Lebih dari Sekadar Buket

Lapaknya sederhana, hanya beralaskan keranjang-keranjang yang berisikan bermacam-macam bucket. Tapi apa yang dijajakan bukan sekadar bunga. Bapak ini paham betul selera zaman dan kebutuhan perayaan yang kian beragam.

Di sisi kiri, buket bunga-bunga yang beragam terikat rapi dengan pita satin, simbol klasik ucapan selamat yang tak lekang oleh waktu. Tak jauh dari situ, berdiri “menara-menara” buket makanan ringan: cokelat, wafer, dan biskuit disusun bertingkat, dibungkus plastik bening, menggoda siapa pun yang lewat.

“Kadang yang dicari bukan cuma yang cantik, tapi yang bisa dibagi-bagi,” ujar seorang pembeli muda sambil menimbang buket berisi cokelat dan keripik.

Di sisi kanan, boneka-boneka mungil duduk manis. Ada yang mengenakan toga mini, ada pula yang memakai selempang bertuliskan “Congratulations.” Mereka siap jadi kenang-kenangan, menemani hari-hari setelah bunga layu dan makanan ringan habis.

Tak Hanya di Hari Wisuda

Meski momen wisuda menjadi masa “panen” baginya, bapak ini bukan pedagang musiman. “Saya tiap hari jualan, Mas. Kadang ada yang pesan buat ulang tahun, kadang buat tugas kampus. Kalau lagi sepi, ya tetap buka aja, siapa tahu ada rezeki,” tuturnya sembari menata kembali beberapa tangkai mawar yang mulai layu.

Ketika kampus kembali sepi dari toga dan kamera, lapaknya tetap berdiri. Ia sudah menjadi bagian dari lanskap kehidupan kampus saksi bisu dari ribuan kisah perjuangan mahasiswa yang datang dan pergi.

Menutup Hari dengan Senyum

Menjelang sore, saat matahari condong ke barat dan wisudawan terakhir mulai meninggalkan pelataran, bapak itu perlahan berkemas. Wajahnya tampak lelah, tapi senyum tak pernah lepas dari bibirnya.

“Hari ini lumayan, Mas. Banyak yang laku,” katanya pelan. Di tangannya, sisa beberapa buket yang belum sempat terbeli. Ia mungkin tak mengenal nama-nama wisudawan yang ia layani, tapi melalui tangan terampilnya, ia telah menjadi bagian kecil dari momen besar banyak orangpemasok kebahagiaan sederhana di hari paling bersejarah mereka.

---

Firman Syah Putra
Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Bucket Kebahagian di Hari Wisuda

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now