Jika Qaryah Sakinah berfokus pada lingkup RW 7 Kelurahan Tanjung Rejo, program Premium akan mencakup seluruh wilayah Kota Malang. Inovasi ini digagas sebagai tindak lanjut dari kesuksesan sebelumnya dan didasarkan pada keyakinan bahwa dakwah akan lebih efektif bila didukung oleh kemandirian ekonomi umat.
Kolaborasi Strategis untuk Umat
Program Premium merupakan hasil kolaborasi erat antara Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kemenag Kota Malang, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Malang, dan lembaga-lembaga amil zakat yang tergabung dalam Forum Organisasi Zakat (FOZ).
Sinergi ini ditunjukkan dengan digelarnya Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi Si Jaka (Sistem Informasi Zakat dan Wakaf).
Pada Rabu (27/8), sebanyak 45 peserta yang terdiri dari perwakilan Baznas, LAZ se-Malang Raya, dan operator wakaf dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan di Kota Malang, mengikuti bimtek ini.
Kepala Kemenag Kota Malang, Gus Shampton, menegaskan bahwa Si Jaka adalah instrumen krusial untuk modernisasi tata kelola zakat dan wakaf. "Si Jaka memudahkan LAZ dan operator wakaf dalam melaporkan data, sekaligus membantu Kemenag melakukan pendataan dan monitoring.
Aplikasi ini akan menjadi basis data yang kokoh, aktual, dan mudah diakses," ujarnya saat membuka acara.
Gus Shampton menambahkan, aplikasi ini telah terintegrasi dengan aplikasi Senyum milik Kemenag Kota Malang, membuat aksesnya lebih sederhana. Ia menekankan pentingnya transparansi dan efisiensi dalam pelaporan. "Pelaporan zakat dan wakaf tidak boleh mandek. Harus ringkas, transparan, dan efisien. Inilah wajah baru birokrasi pelayanan umat," tegasnya.
Penguatan Akuntabilitas melalui Data Valid
Zainal Anwar, S.Sy., Penyelenggara Zakat dan Wakaf (Zawa) Kemenag Kota Malang, mengingatkan bahwa data yang valid adalah fondasi dari pemberdayaan zakat. "Aplikasi ini sudah ada sejak 2019, tetapi pemanfaatannya belum maksimal. Melalui Bimtek ini, kita ingin memastikan zakat dan wakaf di Malang punya catatan yang akurat dan bisa menjadi model di tingkat provinsi bahkan nasional," jelasnya. "Kita telah berkolaborasi memanfaatkan dana zakat secara optimal guna pengentasan kemiskinan, ini terbukti berdasar grafik yang kita olah, kita mempunyai tingkat keberhasilan 69%. Ini adalah hasil kolaborasi PREMIUM kita semua, karenanya tinggal kita kuatkan akuntabilitas organisasi LAZ kita dengan sistem pelaporan yang baik." lanjutnya
Materi teknis disampaikan oleh Handjiono Soesetyo, S.Sos., yang melatih peserta mulai dari penggunaan aplikasi hingga pengisian laporan. Sesi diskusi berlangsung interaktif, di mana peserta antusias mengajukan berbagai persoalan teknis yang langsung ditangani.
Dengan Bimbingan Teknis ini, Kemenag Kota Malang menegaskan komitmennya untuk membangun akuntabilitas dan kepercayaan umat. Program Premium dan penggunaan Si Jaka diharapkan dapat menjadi gebrakan nyata dalam menciptakan sistem pengelolaan zakat dan wakaf yang lebih transparan, efisien, dan berdampak luas bagi kemandirian ekonomi umat di Kota Malang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?