Banner Iklan

Doktor MPI UIN Malang Lahirkan Model ELOCI–Transformation, Perkuat Kepemimpinan Etis Berbasis Nilai Islam di Perguruan Tinggi

Anis Hidayatie
01 Juli 2026 | 06.08 WIB Last Updated 2026-06-30T23:29:33Z

 


Doktor MPI UIN Malang Fantika Febri Puspitasari Lahirkan Model ELOCI–Transformation, Perkuat Kepemimpinan Etis Berbasis Nilai Islam di Perguruan Tinggi

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali melahirkan inovasi akademik yang memberikan kontribusi bagi pengembangan tata kelola perguruan tinggi Islam. Dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor yang diselenggarakan pada Senin (29/6/2026) di LT IV Gedung Rumaha singgah Pascasarjana UIN Malang, Fantika Febry Puspitasari Dosen FITK UIN Malang berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul "Model Moderated Mediation Pengaruh Kepemimpinan Etis terhadap Komitmen Organisasi melalui Perilaku Kewargaan Organisasi dengan Moderasi Etika Kerja Islami pada Universitas Islam Negeri di Jawa Timur."

Menjawab Tantangan Tata Kelola Perguruan Tinggi Islam

Penelitian ini berangkat dari kenyataan bahwa perguruan tinggi Islam saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Perguruan tinggi tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang unggul, tetapi juga membangun tata kelola kelembagaan yang berintegritas, akuntabel, dan berlandaskan nilai-nilai Islam. Berbagai persoalan seperti melemahnya budaya organisasi, rendahnya perilaku kewargaan organisasi (Organizational Citizenship Behavior), serta pentingnya penguatan komitmen organisasi menjadi alasan utama penelitian ini dilakukan.

Menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan analisis Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) terhadap 249 dosen pada tiga Universitas Islam Negeri di Jawa Timur, yakni UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, dan UIN Sunan Ampel Surabaya, penelitian ini menguji hubungan antara kepemimpinan etis, Organizational Citizenship Behavior (OCB), komitmen organisasi, serta Etika Kerja Islami sebagai variabel moderasi.

Temuan Penelitian

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan etis berpengaruh signifikan terhadap perilaku kewargaan organisasi melalui perspektif Social Learning Theory, berpengaruh terhadap komitmen organisasi melalui Social Exchange Theory, serta OCB terbukti meningkatkan komitmen organisasi berdasarkan Self-Perception Theory. Penelitian ini juga menemukan bahwa Etika Kerja Islami tidak memperkuat hubungan kepemimpinan etis terhadap OCB, tetapi justru menunjukkan terjadinya proses internalisasi nilai yang menggeser mekanisme organisasi dari external control menuju internal control. Dengan demikian, perilaku organisasi tidak lagi semata-mata dipengaruhi oleh kontrol pemimpin, melainkan tumbuh dari kesadaran moral dan spiritual setiap individu.

Kebaruan: ELOCI–Transformation Model

Kebaruan utama penelitian ini adalah lahirnya ELOCI–Transformation Model (Ethical Leadership–Organizational Citizenship Behavior–Organizational Commitment–Islamic Work Ethics). Model ini menjelaskan bahwa transformasi organisasi pendidikan Islam berlangsung melalui empat komponen yang saling terintegrasi.

Ethical Leadership menjadi penggerak awal (ethical trigger) yang membangun integritas, keadilan, keteladanan, dan amanah dalam kepemimpinan. Selanjutnya, Organizational Citizenship Behavior (OCB) menjadi mekanisme transformasi perilaku organisasi yang mendorong budaya kerja kolaboratif, saling membantu, dan tanggung jawab kolektif. Perubahan perilaku tersebut kemudian memperkuat Organizational Commitment, yaitu loyalitas, keterikatan, dan tanggung jawab warga organisasi terhadap institusi. Seluruh proses tersebut diperkuat oleh Islamic Work Ethics yang menginternalisasikan nilai-nilai Islam sehingga organisasi bertransformasi dari leader-driven system menuju value-driven organizational system, yakni organisasi yang digerakkan oleh kekuatan nilai, bukan semata-mata oleh figur pemimpin.

Selain itu, penelitian ini juga melahirkan konsep Value-Based Substitute for Leadership, yaitu suatu kondisi ketika nilai-nilai Etika Kerja Islami telah terinternalisasi secara kuat sehingga sebagian fungsi kepemimpinan formal dapat digantikan oleh kesadaran moral, profesionalisme, dan tanggung jawab spiritual setiap individu. Temuan ini memperluas teori kepemimpinan modern dengan menempatkan nilai sebagai kekuatan utama dalam membangun organisasi pendidikan Islam yang berkelanjutan.

Perspektif Manajemen Pendidikan Islam

Dalam perspektif Manajemen Pendidikan Islam, kepemimpinan bukan sekadar kemampuan memengaruhi bawahan untuk mencapai tujuan organisasi, tetapi merupakan amanah yang harus dijalankan berdasarkan nilai-nilai amanah, keadilan (al-'adl), ihsan, integritas, profesionalisme, dan kemaslahatan (maslahah). Oleh karena itu, keberhasilan organisasi pendidikan Islam tidak hanya diukur melalui efektivitas pencapaian tujuan, tetapi juga melalui kemampuan membangun budaya organisasi yang berakar pada nilai-nilai Islam dalam setiap proses kepemimpinan, pengambilan keputusan, dan perilaku seluruh warga organisasi.

Secara filosofis, ELOCI–Transformation Model memperkuat paradigma bahwa transformasi organisasi bukan sekadar perubahan sistem administrasi, tetapi mencakup transformasi kepemimpinan (leadership transformation), transformasi perilaku organisasi (behavioral transformation), transformasi budaya organisasi (cultural transformation), dan transformasi nilai (value transformation) melalui internalisasi Etika Kerja Islami. Model ini menunjukkan bahwa keberhasilan organisasi pendidikan Islam ditentukan oleh keberhasilan mengintegrasikan kepemimpinan etik dengan budaya organisasi berbasis nilai Islam.

Temuan tersebut selaras dengan firman Allah SWT dalam QS. Al-Mā'idah ayat 8:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allah, ketika menjadi saksi dengan adil. Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."

Ayat tersebut menegaskan bahwa kepemimpinan yang etis harus dibangun di atas prinsip keadilan, amanah, dan integritas. Ketika nilai-nilai tersebut berhasil diinternalisasikan menjadi budaya organisasi, maka organisasi tidak lagi hanya bergantung pada figur pemimpin, tetapi berkembang menjadi organisasi yang digerakkan oleh kesadaran moral seluruh anggotanya. Inilah esensi ELOCI–Transformation Model, yaitu transformasi organisasi pendidikan Islam menuju organisasi yang unggul, berintegritas, dan berkelanjutan.

Kontribusi bagi Pengembangan Manajemen Pendidikan Islam

Disertasi ini memberikan kontribusi teoretis melalui pengembangan teori kepemimpinan etis, perilaku organisasi, komitmen organisasi, dan Etika Kerja Islami dalam perspektif Manajemen Pendidikan Islam. Secara konseptual, penelitian ini memperkaya integrasi Social Learning Theory, Social Exchange Theory, Self-Perception Theory, Self-Determination Theory, dan Islamic Work Ethics Theory melalui lahirnya ELOCI–Transformation Model sebagai model transformasi organisasi pendidikan Islam berbasis nilai. Dari sisi praktis, model ini dapat diadaptasi oleh perguruan tinggi maupun lembaga pendidikan Islam dalam membangun budaya organisasi yang berintegritas, memperkuat komitmen kelembagaan, meningkatkan OCB, serta mewujudkan tata kelola pendidikan tinggi yang unggul, adaptif, dan berkelanjutan.

Ketua Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Sutiah, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada promovendus beserta tim promotor atas lahirnya model konseptual tersebut.

"Program Studi S3 MPI Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berkomitmen bahwa setiap disertasi doktor tidak hanya berhenti pada pengujian teori, tetapi juga harus menghasilkan kebaruan ilmiah yang dapat dihilirisasi menjadi model konseptual dan solusi nyata bagi pengembangan lembaga pendidikan Islam. ELOCI–Transformation Model merupakan contoh bagaimana integrasi teori kepemimpinan modern dengan nilai-nilai Islam mampu melahirkan inovasi keilmuan yang relevan bagi penguatan tata kelola perguruan tinggi Islam di Indonesia maupun pada level global."


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Doktor MPI UIN Malang Lahirkan Model ELOCI–Transformation, Perkuat Kepemimpinan Etis Berbasis Nilai Islam di Perguruan Tinggi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now