Banner Iklan

Senator Lia Istifhama Harapkan Munas dan Konbes NU 2026 Jadi Momentum Hadirkan Maslahat Nyata hingga Mendunia

JSN Admin 2
25 Juni 2026 | 18.20 WIB Last Updated 2026-06-25T11:20:35Z
Dr. Lia Istifhama, S.H.I., S.Sos., S.Sos.I., M.E.I., Anggota DPD/MPR RI, mengucapkan selamat kepada NU yang telah menggelar Munas dan Konbes 2026 di Kediri./dok.istimewa

SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM - Anggota DPD RI Lia Istifhama mengirimkan pesan selamat kepada Nahdlatul Ulama yang telah menggelar Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar 2026 pada 20–21 Juni.

Agenda Munas dan Konbes NU 2026 ini digelar di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur.

"Selamat dan sukses atas terselenggaranya Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama Tahun 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri," ucap Senator Lia Istifhama pada rilis yang diterima Kamis (25/6).

"Semoga forum permusyawaratan tertinggi Nahdlatul Ulama ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat ukhuwah, memperkokoh jam'iyah, serta menghadirkan kemaslahatan yang lebih luas bagi umat, bangsa, dan negara," harap Lia.

Dengan semangat para muassis dan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama'ah, Lia juga berharap Nahdlatul Ulama semakin mandiri, berdaya, dan mendunia dalam mengawal peradaban serta menjaga keutuhan Indonesia.

Adapun Munas dan Konbes NU 2026 di Kediri membahas arah kepemimpinan dan masa depan NU.

Ada dua aspek yang berada di dalam NU yang turut dibahas di sini yakni aspek yang tidak bisa berubah (harga mati) dan aspek yang bisa beradaptasi.

Setidaknya, empat hal yang tidak bisa berubah dalam kondisi apa pun, yaitu Qanun Asasi (termasuk mukaddimah, Qanun Asasi yang bersifat ushul, dan Khittah), konsep NU sebagai jam'iyyah ijtima'iyyah (bukan partai politik), NU berdasarkan Pancasila, serta ideologi Ahlussunnah wal Jamaah Annahdliyyah.

Sedangkan salah satu yang berpotensi dapat beradaptasi adalah mekanisme pemilihan dalam NU sebagai sebuah organisasi. Selama tujuannya untuk kebaikan NU, maka mekanisme pemilihannya dapat berubah-ubah namun tidak melepas aspek musyawarah yang menjadi harga mati.

Kemudian mengenai masa depan organisasi, NU didorong untuk meningkatkan kontribusi besarnya kepada umat dan negara dengan salah satunya meningkatkan kualitas perguruan tinggi dan rumah sakit.

Lalu, NU perlu memperkuat pengembangan Aswaja di tengah perkembangan zaman yang tidak lepas dari digitalisasi.

Melalui dua forum ini, NU didorong untuk melahirkan rumusan mengenai pemanfaatan teknologi digital untuk penguatan ideologi dan ajaran agama.

Selain itu, menurut rilis NU Online lainnya, Munas dan Konbes 2026 juga mengeluarkan 5 rekomendasi terkait pendidikan nasional.

Pertama, pemerintah wajib memberikan kesempatan kepada lembaga pendidikan berbasis masyarakat, baik yang dimiliki organisasi keagamaan maupun nonkeagamaan, untuk tumbuh dan berkembang bersama lembaga pendidikan yang dikelola pemerintah.

Kedua, pemerintah pusat dan pemerintah daerah wajib memastikan alokasi anggaran pendidikan paling sedikit 20 persen dari APBN dan APBD tidak hanya digunakan untuk satuan pendidikan yang diselenggarakan pemerintah.

Ketiga, pemerintah wajib menjadikan pesantren dan lembaga pendidikan berbasis masyarakat sebagai mitra strategis dalam pelaksanaan program Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda.

Keempat, pemerintah pusat dan pemerintah daerah wajib memberikan perhatian, pengakuan, serta dukungan nyata terhadap Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) sebagai bagian penting dari sistem pendidikan keagamaan Islam yang tumbuh dari masyarakat.

Kelima, pemerintah wajib mengembangkan centers of excellence pada bidang-bidang strategis di sejumlah lembaga pendidikan milik pemerintah maupun masyarakat dengan melibatkan kolaborasi berbagai sektor industri.

Ucapan selamat dan harapan dari Anggota DPD RI Lia Istifhama usai digelarnya Munas serta Konbes NU 2026 di Kediri./dok.istimewa

***

Editor: YAN


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Senator Lia Istifhama Harapkan Munas dan Konbes NU 2026 Jadi Momentum Hadirkan Maslahat Nyata hingga Mendunia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?