Banner Iklan

TANTANGAN DAN HARAPAN SISTEM KOMUNIKASI INDONESIA DI ERA GLOBALISASI

Admin JSN
05 Mei 2026 | 17.30 WIB Last Updated 2026-05-05T10:35:20Z

Ilustrasi provider Internet. Sumber Foto : Freepik.com/
 

ARTIKEL | JATIMSATUNEWS.COM : Salah satu tantangan utama adalah derasnya arus informasi global yang tidak selalu sejalan dengan konteks sosial dan budaya Indonesia. Informasi yang tersebar melalui media digital sering kali tidak terverifikasi, sehingga memicu disinformasi dan hoaks. Fenomena ini tidak hanya mengganggu stabilitas sosial, tetapi juga menurunkan kualitas komunikasi publik. Dalam konteks ini, literasi digital masyarakat menjadi aspek krusial yang masih perlu ditingkatkan. Banyak pengguna media sosial yang belum memiliki kemampuan kritis dalam memilah informasi, sehingga mudah terpengaruh oleh narasi yang menyesatkan.

Selain itu, kesenjangan akses komunikasi juga menjadi persoalan yang belum sepenuhnya teratasi. Meskipun penetrasi internet di Indonesia terus meningkat, masih terdapat wilayah-wilayah terpencil yang mengalami keterbatasan infrastruktur komunikasi. Hal ini menciptakan ketimpangan dalam akses informasi dan peluang ekonomi digital. Ketimpangan tersebut berpotensi memperlebar jurang sosial antara masyarakat perkotaan dan pedesaan, serta menghambat pemerataan pembangunan.

Tantangan lainnya adalah dominasi platform komunikasi global yang cenderung menggeser peran media lokal. Kehadiran perusahaan teknologi multinasional membawa standar komunikasi yang seragam, yang dalam beberapa kasus mengikis identitas budaya lokal. Bahasa, nilai, dan cara berkomunikasi masyarakat Indonesia berpotensi terpengaruh oleh budaya global yang lebih dominan. Jika tidak diantisipasi, hal ini dapat menyebabkan homogenisasi budaya yang mengurangi keberagaman lokal.

Namun, di balik berbagai tantangan tersebut, terdapat harapan besar bagi sistem komunikasi Indonesia. Globalisasi juga membuka peluang untuk memperluas jangkauan komunikasi dan memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia internasional. Media digital dapat dimanfaatkan sebagai sarana promosi budaya, pariwisata, dan produk lokal secara lebih efektif dan efisien. Dengan strategi komunikasi yang tepat, Indonesia dapat memperkuat identitas nasional sekaligus berpartisipasi aktif dalam percakapan global.

Pemerintah dan pemangku kepentingan memiliki peran penting dalam membangun sistem komunikasi yang adaptif dan inklusif. Penguatan regulasi terhadap penyebaran informasi, peningkatan literasi digital, serta pembangunan infrastruktur komunikasi yang merata menjadi langkah strategis yang harus dilakukan secara berkelanjutan. Selain itu, kolaborasi antara sektor publik, swasta, dan masyarakat sipil juga diperlukan untuk menciptakan ekosistem komunikasi yang sehat dan bertanggung jawab.

Di sisi lain, masyarakat sebagai pengguna utama sistem komunikasi juga perlu mengambil peran aktif. Kesadaran untuk menggunakan media secara bijak, kritis, dan etis harus terus ditumbuhkan. Masyarakat tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga produsen pesan yang memiliki tanggung jawab sosial.

Pada akhirnya, sistem komunikasi Indonesia di era globalisasi berada di persimpangan antara tantangan dan peluang. Dengan pengelolaan yang tepat, globalisasi bukanlah ancaman, melainkan kesempatan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam kancah global. Kunci utamanya terletak pada kemampuan untuk beradaptasi tanpa kehilangan jati diri, serta membangun sistem komunikasi yang inklusif, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan bersama.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • TANTANGAN DAN HARAPAN SISTEM KOMUNIKASI INDONESIA DI ERA GLOBALISASI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?