Banner Iklan

Kisah Yudi Alfan, Praktisi Digital Asal Sukorejo Pasuruan Yang Konsisten Dampingi UMKM Go Digital

Admin Cyber
21 Mei 2026 | 20.28 WIB Last Updated 2026-05-21T13:31:01Z

Yudi Alfan, praktisi digital asal Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, tampak mengenakan kemeja putih pendek dan duduk paling belakang saat mengikuti kegiatan pelatihan UMKM di SETC Sampoerna.


MALANG | JATIMSATUNEWS.COM

Malang – Transformasi digital bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus menjadi perhatian di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. Namun di lapangan, banyak pelaku UMKM masih mengalami kebingungan untuk memulai langkah digitalisasi usahanya karena minimnya pendampingan secara praktis dan berkelanjutan.

Kondisi tersebut yang mendorong Yudi Alfan, seorang praktisi digital asal Kabupaten Pasuruan, untuk terjun langsung mendampingi para pelaku UMKM agar mampu berkembang dan bersaing di era digital.

Berbekal pengalaman panjang di dunia media dan digital marketing, Yudi kini aktif menjadi mentor dan trainer yang fokus membantu UMKM memahami strategi pemasaran digital secara lebih mudah dan aplikatif.

Saat ditemui di UPT Pelatihan Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Selasa (19/5/2026), Yudi menceritakan perjalanan kariernya yang penuh dinamika hingga akhirnya memilih terjun menjadi pengusaha dan pendamping UMKM.

Sebelum aktif di dunia pelatihan dan bisnis kreatif, Yudi pernah bekerja di industri media sebagai editor video di JawaPosTV. Setelah itu, ia melanjutkan karier di bidang digital marketing pada salah satu anak perusahaan BUMN.

Namun pandemi Covid-19 menjadi titik balik dalam hidupnya. Situasi ekonomi saat itu membuat banyak perusahaan melakukan efisiensi, termasuk pengurangan karyawan.

“Dulu bekerja di media sebagai editor video di JawaPosTV. Setelah itu saya juga bekerja sebagai digital marketing di salah satu anak perusahaan BUMN. Saat COVID ada sedikit pengurangan karyawan dan segala macam,” ujar Yudi mengenang awal perjalanan hidupnya.

Alih-alih menyerah pada keadaan, kondisi tersebut justru memacu semangat dan kreativitasnya untuk membangun usaha mandiri bersama rekan-rekan sesama alumni media.

“Akhirnya saya bersama teman-teman seprofesi, yang juga alumni media, mendirikan agensi bernama PT Still Up Kreatif Indonesia. Kami bergerak di bidang jasa kreatif untuk mendukung teman-teman UMKM maupun korporat,” jelasnya.

Melalui agensi tersebut, Yudi bersama tim fokus membantu pelaku usaha dalam bidang branding, digital marketing, produksi konten kreatif, hingga strategi promosi digital yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Menurut Yudi, masih banyak pelaku UMKM yang sebenarnya memiliki produk berkualitas, namun belum memahami cara memasarkan produk secara efektif di platform digital.

Karena itu, ia menilai pendampingan langsung sangat penting agar pelaku usaha tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan strategi digital secara nyata dalam menjalankan bisnis mereka.

Kini, di tengah kesibukannya membangun perusahaan kreatif, Yudi juga aktif sebagai trainer freelance mewakili PT Funvita Indonesia. Melalui berbagai pelatihan yang diikutinya, ia terus berbagi ilmu dan pengalaman kepada pelaku UMKM di berbagai daerah.

Ia berharap semakin banyak UMKM di Indonesia yang mampu naik kelas melalui pemanfaatan teknologi digital secara maksimal.

“UMKM sebenarnya punya potensi besar. Tinggal bagaimana mereka didampingi agar bisa memahami digitalisasi dengan cara yang sederhana dan tepat sasaran,” pungkasnya.(Zie)


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kisah Yudi Alfan, Praktisi Digital Asal Sukorejo Pasuruan Yang Konsisten Dampingi UMKM Go Digital

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now