Banner Iklan

Pagar Nusa Singosari Konsolidasi Kekuatan, Silaturahmi Jadi Perekat Persaudaraan

Anis Hidayatie
19 April 2026 | 18.44 WIB Last Updated 2026-04-19T11:56:09Z
Halal bihalal Pagar Nusa Singosari, Kab. Malang./dok. Istimewa

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM - Halaman SMK Plus Alma’arif pada Minggu siang, 19 April 2026, berubah menjadi ruang temu yang padat oleh seragam hitam khas Pagar Nusa.

Sejak pukul 12.30 WIB, ratusan santri dari berbagai ranting di Kecamatan Singosari berdatangan. Mereka tidak sekadar hadir, mereka berkumpul dalam satu arus, konsolidasi.

Acara yang digelar PAC Pagar Nusa Singosari ini sejak awal dirancang bukan sebagai seremoni. Fokusnya jelas, menyambung persahabatan antar pendekar sekaligus merapikan barisan organisasi di tingkat bawah.

Di tengah dinamika internal yang kerap menguji kohesi, forum seperti ini menjadi penting bahkan mendesak.

Di hadapan peserta, Gus Saiful Anam berbicara lugas. Ia tidak banyak retorika. Pesannya tunggal, akhlak.

"Akhlak itu tidak bisa ditawar dalam Pagar Nusa. Itu fondasi, bukan pelengkap," ujarnya, menegaskan garis batas antara kekuatan fisik dan integritas moral.

Nada serupa muncul dari Ketua PAC, Gus Moh Wildan. Ia melihat silaturahmi bukan sekadar tradisi, melainkan mekanisme sosial untuk merawat organisasi. Dalam konteks lokal, relasi personal antar-santri menjadi kunci meredam potensi gesekan.

Sementara itu, Ketua PAC Ansor Singosari, Gus Afifudin, menarik garis lebih jauh. Ia menempatkan Pagar Nusa sebagai jalur kaderisasi strategis Nahdlatul Ulama.

"Dari sini kader NU dibentuk dari bawah, dari akar. Militansi itu lahir dari proses panjang, dan Pagar Nusa bagian dari itu," katanya.


Foto bersama keluarga besar Pagar Nusa Singosari Malang di SMK Plus Almaarif./dok. Istimewa

Antusiasme peserta menjadi indikator tersendiri. Mereka datang dari latar latihan yang beragam, namun menyatu dalam satu identitas.

Tidak ada sekat yang tampak mencolok. Yang terlihat justru kesadaran kolektif, organisasi ini perlu dirawat bersama. Dalam kerangka yang lebih luas, silaturahmi semacam ini bukan sekadar agenda rutin.

Ia bekerja sebagai ruang konsolidasi kultural tempat nilai, loyalitas, dan identitas dinegosiasikan ulang. Bagi Pagar Nusa Singosari, momentum ini bukan hanya mempertemukan, tetapi juga menegaskan kembali arah.

Di tengah riuh tepuk tangan dan barisan yang rapat, satu hal mengemuka bagi para pendekar muda ini, persaudaraan bukan slogan. Ia dijalankan, dirawat, dan setidaknya hari itu diperkuat. (Rof)

***

Editor: YAN


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Pagar Nusa Singosari Konsolidasi Kekuatan, Silaturahmi Jadi Perekat Persaudaraan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now