PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM
Upaya penguatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus digencarkan melalui pembentukan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Terbaru, dua dapur SPPG yang berlokasi di Bugul Lor, Panggungrejo, Kota Pasuruan dan Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, membuka lowongan kerja bagi masyarakat setempat seiring rencana operasional dalam waktu dekat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, masing-masing dapur SPPG membuka kesempatan bagi 51 orang tenaga kerja untuk mengisi berbagai posisi, mulai dari pengawas gizi, pengawas keuangan, pengawas sanitasi, juru masak, asisten lapangan, hingga tenaga distribusi dan kebersihan. Komposisi tenaga kerja tersebut dirancang untuk memastikan operasional dapur berjalan optimal, higienis, serta sesuai standar gizi yang ditetapkan.
Dapur SPPG Bugul Lor akan melayani wilayah Kota Pasuruan, sementara dapur SPPG Lekok difokuskan untuk wilayah Kabupaten Pasuruan, khususnya kawasan pesisir. Kehadiran dua dapur ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperluas jangkauan layanan MBG kepada peserta didik, dengan target penerima manfaat mencapai ribuan siswa di masing-masing wilayah.
Selain berkontribusi pada pemenuhan gizi anak, keberadaan dapur SPPG juga membawa dampak ekonomi yang signifikan. Dengan total lebih dari 100 tenaga kerja yang terserap dari dua dapur tersebut, peluang peningkatan pendapatan masyarakat lokal terbuka lebar. Tidak hanya pekerja langsung, ekosistem pendukung seperti pemasok bahan pangan, pelaku UMKM, hingga jasa distribusi turut merasakan efek berganda dari aktivitas dapur ini.
Sejumlah pihak menilai, keberadaan dapur SPPG dapat menjadi motor penggerak ekonomi mikro di tingkat lokal. Kebutuhan bahan makanan segar seperti sayur, lauk, dan beras diprioritaskan dari pemasok sekitar, sehingga memperkuat perputaran ekonomi di daerah.
Salah satu warga Kota Pasuruan, Miftah, mengaku antusias dengan dibukanya lowongan tersebut.
"Saya sangat senang ada peluang kerja ini, apalagi dekat dengan tempat tinggal. Selain bisa mendapatkan penghasilan, saya juga merasa ikut berkontribusi dalam program yang bermanfaat untuk anak-anak sekolah," ujarnya.
Meski demikian, pelaksanaan program MBG melalui dapur SPPG juga tidak lepas dari sejumlah tantangan yang perlu menjadi perhatian bersama. Beberapa di antaranya adalah menjaga konsistensi kualitas gizi makanan, memastikan distribusi tepat waktu, serta pengawasan terhadap standar kebersihan dan keamanan pangan. Selain itu, transparansi pengelolaan anggaran dan rekrutmen tenaga kerja juga menjadi aspek penting agar program ini berjalan optimal dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Dengan berbagai potensi dan tantangan yang ada, kehadiran dapur SPPG di Bugul Lor dan Lekok diharapkan mampu menjadi solusi nyata dalam meningkatkan kualitas gizi generasi muda sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
Ke depan, masyarakat berharap operasional dapur SPPG ini dapat berjalan lancar, profesional, dan berkelanjutan, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan luas oleh warga. Pembukaan dapur SPPG Bugul Lor dan SPPG Lekok pun diharapkan menjadi langkah awal menuju Pasuruan yang lebih sehat, mandiri, dan sejahtera.(Amin)


.jpg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?