Banner Iklan

Tradisi Praonan Lebaran Ketupat di Panggungrejo Pasuruan Diserbu Ribuan Warga

Admin Cyber
28 Maret 2026 | 23.37 WIB Last Updated 2026-03-28T16:38:11Z

Tradisi Praonan di Panggungrejo Kota Pasuruan Ribuan warga tumpah ruah merayakan Lebaran Ketupat dengan naik perahu ke tengah laut


PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM

Pasuruan – Suasana Lebaran hari ketujuh atau yang dikenal sebagai Lebaran Ketupat kembali menghadirkan kemeriahan tersendiri di wilayah Kota Pasuruan. Salah satu tradisi yang selalu dinantikan masyarakat, yakni Tradisi Praonan, kembali digelar dengan penuh semarak di Kelurahan Panggungrejo, Kecamatan Panggungrejo, pada Sabtu (28/03/2026) siang.

Sejak pagi hari, kawasan pesisir Panggungrejo sudah dipadati ribuan warga. Mereka datang dari berbagai penjuru, baik dari dalam Kota maupun Kabupaten Pasuruan, bahkan dari luar daerah. Antusiasme masyarakat terlihat jelas, terutama mereka yang ingin merasakan sensasi unik menaiki perahu nelayan menuju tengah laut.

Tradisi Praonan sendiri merupakan kegiatan naik perahu yang telah menjadi warisan budaya turun-temurun masyarakat pesisir Pasuruan. Lebih dari sekadar hiburan, tradisi ini sarat akan nilai kebersamaan, silaturahmi, serta ungkapan rasa syukur setelah merayakan Hari Raya Idulfitri.

Momen ini dimanfaatkan masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga, sahabat, hingga kerabat jauh. Gelak tawa dan keceriaan tampak menghiasi wajah para pengunjung yang bergantian menaiki perahu-perahu nelayan yang telah disiapkan. Laut lepas pun seolah menjadi ruang terbuka untuk merayakan kebahagiaan bersama.

Salah satu pengunjung, Ahmad Subekhan, mengaku Tradisi Praonan sudah menjadi agenda rutin yang tidak pernah ia lewatkan setiap tahunnya. Ia sengaja datang bersama keluarga untuk menikmati suasana khas Lebaran di tengah laut.

“Tujuannya ke sini bersama keluarga untuk melihat tradisi Praonan yang sudah jadi budaya di Kota Pasuruan. Kami ingin menikmati indahnya suasana di tengah laut,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ellen, pengunjung lainnya yang mengaku awalnya sempat merasa takut untuk naik perahu. Namun, setelah mencoba, ia justru merasakan pengalaman yang menyenangkan dan berkesan.

“Biasanya saya takut naik perahu, tapi ternyata senang berada di tengah laut. Kesannya indah sekali,” tuturnya.

Di balik kemeriahan yang berlangsung, aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Mengingat tingginya jumlah pengunjung dan intensitas aktivitas di laut, Satpolairud Polres Pasuruan Kota mengambil langkah antisipatif dengan menerjunkan tiga tim khusus untuk melakukan patroli dan pengawasan.

Petugas terlihat aktif memantau pergerakan perahu serta memberikan imbauan kepada para nelayan dan penumpang agar selalu memperhatikan faktor keselamatan, seperti tidak melebihi kapasitas muatan dan tetap waspada terhadap kondisi cuaca maupun gelombang laut.

Kasat Polairud Polres Pasuruan Kota, AKP Edy Suseno, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menjaga keamanan selama Tradisi Praonan berlangsung.

“Demi menjaga keselamatan tamu dan pengunjung, kami melakukan operasi laut dengan menerjunkan tiga tim guna menghimbau para nelayan pemilik perahu agar lebih berhati-hati saat berada di tengah laut,” jelasnya.

Dengan pengamanan yang optimal, Tradisi Praonan tahun ini berjalan lancar, aman, dan penuh kegembiraan. Kegiatan ini kembali membuktikan bahwa kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun tetap mampu bertahan di tengah perkembangan zaman, sekaligus menjadi daya tarik wisata budaya yang membanggakan bagi Kota Pasuruan.(DM)


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Tradisi Praonan Lebaran Ketupat di Panggungrejo Pasuruan Diserbu Ribuan Warga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now