Banner Iklan

Anthony Tjandra Santoso, Mahasiswa Sains Data UB Raih Juara 3 PILMAPRES 2026 dan Kembangkan Precision

Admin JSN
28 Maret 2026 | 21.56 WIB Last Updated 2026-03-28T14:56:46Z
Anthony Tjandra Santoso, mahasiswa Sains Data UB yang meraih Juara 3 PILMAPRES 2026 dan mengembangkan Precision./dok. Istimewa

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM - Mengenal Anthony Tjandra Santoso, mahasiswa Sains Data Universitas Brawijaya angkatan 2024 yang meraih prestasi membanggakan di kampusnya.

Anthony Santoso meraih juara 3 pada Pilmapres UB 2026 kategori program sarjana, awal Maret 2026. Berikut ini, kisah lengkapnya.

Mentoring Berbasis Data untuk Guru

Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (PILMAPRES) Universitas Brawijaya 2026 telah usai pada awal Maret dan FMIPA UB, diwakili oleh Anthony Tjandra Santoso, berhasil meraih Juara 3 Program Sarjana. Anthony, mahasiswa Program Studi Sains Data angkatan 2024 dengan antusias membagikan pengalamannya ketika diwawancarai di Gedung MIPA Center.

Penelitian di bidang data-driven education digabungkan dengan pengalaman mengajar

Riset yang dilakukan Anthony berfokus pada bagaimana memanfaatkan data untuk mengembangkan guru secara lebih tepat sasaran melalui konsep precision mentoring.

Selama ini, menurut pandangan Anthony pelatihan guru cenderung one-size-fits-all, padahal setiap guru punya kebutuhan dan gap kompetensi yang berbeda.

Melalui pendekatan seperti clustering kompetensi guru, analisis pembelajaran, dan gap analysis, Anthony mencoba membangun sistem yang bisa memberikan cara belajar yang dipersonalisasi bagi setiap guru, sehingga pengembangannya diharapkan bisa lebih adaptif dan efektif.

“Sederhananya saya ingin mengubah pelatihan guru dari yang umum menjadi lebih personal dan berbasis data, agar dampaknya benar-benar terasa di kualitas pendidikan Indonesia,” ujar Anthony.

Memotivasi diri untuk terus maju dan berkembang

Anthony mengungkapkan bahwa motivasi terbesarnya datang dari keinginan untuk terus berkembang dan memaksimalkan potensi dalam momentum yang terbatas.

Anthony menilai bahwa Pilmapres merupakan kesempatan yang langka, yang hanya dapat diikuti dua kali selama masa perkuliahan, yaitu pada semester 3 dan semester 5.

Ia memilih untuk berani mengambil kesempatan tersebut sejak awal, saat masih berada di semester 3, dan mampu melangkah hingga menjadi finalis tingkat universitas, bersaing dengan mahasiswa di atas tingkatnya.

Selain itu, lingkungan akademik juga berperan besar dalam prosesnya. Berada di antara mahasiswa berprestasi lainnya justru mendorongnya untuk terus meningkatkan kapasitas diri. Dukungan dari orang tua, dosen, mentor, serta inspirasi dari kakak tingkat turut menjadi faktor penting.

Anthony juga menceritakan satu pesan yang selalu ia ingat selama proses mempersiapkan Pilmapres, yang disampaikan oleh Kak David—Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (Mahasiswa Berprestasi Nasional 1 Tahun 2024):

“When you do something, you shoot for the moon. And even if you fall, you will land among the stars.” Pesan tersebut semakin menguatkan prinsip dan ambisinya.

“Saya tidak ingin hanya hadir dalam momentum ini, tetapi benar-benar all out dan memaksimalkannya,” ujar Anthony.

Menjelaskan riset yang dilakukan pada masyarakat luas

Ia mengibaratkan sistem yang dikembangkan seperti seorang dokter yang tidak memberikan satu solusi untuk semua pasien, melainkan berdasarkan diagnosis masing-masing individu.

Dengan pendekatan yang sama, sistem yang ia bangun menggunakan data untuk mengidentifikasi kebutuhan spesifik setiap guru, lalu memberikan pengembangan yang sesuai.

Selain itu, ia juga mengubah data menjadi cerita—melalui visualisasi dan contoh nyata di lapangan, sehingga masyarakat tidak hanya melihat angka, tapi memahami maknanya. Bagi Anthony data itu bukan sekadar angka, tapi representasi dari kebutuhan manusia.

Manajemen waktu dan pesan penting untuk mahasiswa agar termotivasi

Dalam kesehariannya, Anthony menerapkan manajemen waktu berbasis prioritas dan energi. Ia membagi aktivitas antara akademik, riset, pengembangan diri, hingga istirahat secara seimbang.

Baginya, kunci utama bukan sekadar sibuk, tetapi memastikan setiap aktivitas memiliki arah dan dampak.

“Saya tidak mencari waktu luang, tetapi menciptakan waktu prioritas.”

Ia juga menyampaikan bahwa kebanyakan mahasiswa menunggu waktu siap, padahal justru proses mencoba itulah yang membentuk diri kita. Tidak masalah mencoba lebih awal, mengawali dengan ketidaksempurnaan dan belajar langsung dari pengalaman.

“Prestasi itu bukan soal siapa yang paling pintar, tapi siapa yang paling konsisten berstrategi, berkolaborasi, dan membawa ilmunya menjadi dampak nyata. Jangan berjalan sendiri. Kolaborasi itu mempercepat pertumbuhan, dan empati membuat apa yang kita kerjakan jadi lebih relevan,” ujar Anthony.

Ia juga mengatakan bahwa ia sangat senang jika ada teman-teman yang ingin berdiskusi dengannya atau bahkan kolaborasi. Anthony juga berharap ia bisa menjaga konsistensinya dalam berprestasi dan melangkah lebih jauh di kesempatan lain. ***

Editor: YAN


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Anthony Tjandra Santoso, Mahasiswa Sains Data UB Raih Juara 3 PILMAPRES 2026 dan Kembangkan Precision

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now