Banner Iklan

Sound Dikomentari Kalah dari Horeg, Picu Jamaah Putri Pulang Lebih Awal Saat Salat Idul Fitri di Masjid Jami’ Miftahul Huda Ngroto Pujon Malang

Anis Hidayatie
21 Maret 2026 | 07.57 WIB Last Updated 2026-03-21T01:01:28Z


Sound disebut salah satu jamaah kalah dari Sound“Horeg”, Jamaah Putri Takenunggu doa saat Salat Idul Fitri di Masjid Jami’ Miftahul Huda Ngroto

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: 21 Maret 2026 — Pelaksanaan Salat Idul Fitri di Masjid Jami’ Miftahul Huda berlangsung khusyuk dan penuh antusiasme warga. Meski demikian keterbatasan fasilitas pengeras suara (sound system) menjadi sorotan, khususnya bagi jamaah putri yang berada di area luar masjid.

Masjid yang terdiri dari dua lantai tersebut tidak mampu menampung seluruh jamaah yang cukup banyak. Akibatnya, sebagian jamaah, khususnya perempuan, harus meluber hingga ke jalan kampung di sisi kanan masjid. Sayangnya, posisi tersebut membuat suara imam dan khotib terdengar samar, bahkan nyaris tidak terdengar.

Salat Idul Fitri yang dipimpin oleh Ustadz Fuadz sebenarnya berlangsung lancar hingga salam. Namun, ketika memasuki doa penutup, banyak jamaah putri mengaku tidak dapat mengikuti karena suara yang tidak jelas.

“Doanya nggak kedengaran, tak pulang saja,” ungkap salah satu jamaah perempuan yang memilih meninggalkan lokasi lebih awal.

Kondisi ini memicu beragam respons. Sebagian jamaah memilih pulang, sementara yang lain berinisiatif berpindah tempat mendekati area masjid agar bisa tetap mengikuti doa.

Berti dan para tetangga memilih bertahan mendekati area masjid 

Salah satu jamaah, Berti, warga RT 4 Desa Ngroto, memilih bertahan dengan cara mendekat ke pusat suara. Ia mengaku ingin tetap mendapatkan keberkahan momen Idul Fitri yang hanya datang setahun sekali.

“Setahun sekali pingin dapat barokah Idul Fitri,” ujarnya.

Berti juga menyayangkan penataan sound system yang dinilai kurang merata. Ia bahkan membandingkannya dengan suara “horeg” atau sound system hiburan yang sering terdengar lebih keras hingga ke luar desa.

“Harusnya sound-nya ditaruh di dekat jamaah perempuan di luar juga. Masak kalah sama sound horeg yang kedengaran sampai luar desa,” keluhnya.

Meski demikian, Berti tetap mengikuti doa hingga selesai dan berharap kejadian ini menjadi evaluasi bagi panitia penyelenggara ke depan. Ia meminta agar pada pelaksanaan Idul Fitri berikutnya, seluruh jamaah—baik di dalam maupun di luar masjid—dapat mendengar imam dengan jelas. Ans



Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Sound Dikomentari Kalah dari Horeg, Picu Jamaah Putri Pulang Lebih Awal Saat Salat Idul Fitri di Masjid Jami’ Miftahul Huda Ngroto Pujon Malang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now